Beranda > Informasi > Sejarah Terbentuknya Alam Raya Semesta

Sejarah Terbentuknya Alam Raya Semesta

Apakah Alam Gaib itu benar adanya ?. Ini adalah pertanyaan amat mendasar, yang penting, sebagai awal pelajaran utama dalam rangka beriman pada yang Gaib.

Marilah kita sama-sama membuktikan :

1. Peristiwa gaib hampir setiap saat kami semua alami, tanpa kami sadari.

Sebagai misal :

Niat–Berpikir–Berkhayal, Melamun, Mimpi dan seterusnya,………

Pada potensi–normal, tersebutlah manusia itu dalam kondisi waras. Maksudnya inderanya pada posisi, bereaksi–interaksi dalam situasi dan kondisi di Alam–Nyata. Namun bila potensi itu volumenya berlebihan, maka tersebutlah manusia itu dalam kondisi abnormal atau gila.

Contoh: Orang berada di tengah-tengah gurun pasir, dalam keadaan lapar dan dahaga, sering melihat air dan makanan yang melimpah, tapi setelah didekati lokasi keberadaan air dan makanan tersebut, ternyata tidak ada !. Keadaan serupa ini disebut Kondisi –Fatamorgana.

2. Dalam posisi niat, berpikir dan melamun/mengkhayal, maka tanpa kita sadari kita telah memasuki dementie Alam Gaib. Niat yang menggerakkan element dan komponen pikir dan khayal, menelusuri gelombang-gelombang samudera Alam–Gaib, dengan tujuan ataupun tanpa tujuan, mencari dan membentur sasaran lokasi-lokasi jawaban.

3. Frekuensi/gelombang-gelombang radio, audio maupun video yang bereaksi dan beraksi, pada Pemancar yang kemudian ditangkap oleh alat radio, maupun yang termonitor dilayar kaca Televisi, juga bekerja secara gaib. Hanya saja sudah dikemas dalam paket Ilmu–Pengetahuan secara ilmiah, dan menjadi hiburan secara umum setiap saat, sehingga dikata bukan sesuatu yang gaib. Pada hal bekerjanya frekuensi-frekuensi itu sama sekali tidak terjangkau Pancaindera manusia. Baru terjangkau oleh indera manusia, setelah dirubah oleh alat penangkap Radio dan Televisi, dimana alat itu, memiliki kemampuan untuk merubah frekuensi tinggi, menjadi frekuensi yang disesuaikan dengan kemampuan pancaindera manusia untuk menjangkaunya.Dengan demikian ada dua alternative yang tak terjangkau pancaindera manusia

a. Frekuensi Tinggi, yaitu suatu getaran yang berada jauh diatas kemampuan Panca indera manusia untuk dapat menjangaunya (tak tergapai).

b. Frekuansi Rendah, yaitu suatu getaran yang berada jauh dibawah kemampuan Panca indera manusia guna dapat mencapainya ( tak tergapai ).

Kesimpulan :

Tertampak dengan jelas bahwasanya Pancaindera Manusia mempunyai keterbatasan tertentu, maka diluar kemampuan itu, dikategorikan Gaib.

4. Jiwa kita manusia juga gaib, jiwa manusia yang terdiri dari Delapan Unsur Roh yakni : Satu unsur Roh–Suci atau Alam Bawah Sadar berpasangan dengan Tujuh Roh– Materi, adalah Roh yang bersifat Duniawiyah, dimana masing-masing Roh mempunyai fungsi tugasnya sendiri, yang beraksi pada Pancaindera, niat dan gerak – gerik anggota tubuh manusia.

Roh – Suci atau Alam Bawah Sadar = ROH yang membawa Sifat Langit, karakter nya amat jujur dan lugu, memiliki kekuatan luar biasa. Dalam permainan hypnotis, bila berhasil menampilkan Alam Bawah Sadar secara maximal, maka akan terjadi atraksi yang amat mengagumkan, maksudnya tertampak suatu kekuatan yang takkan mungkin dilakukan manusia dalam keadaan sadar. Dan Roh–Suci inilah yang dipakai dalam ilmu – silat, sebagai Ilmu Tenaga Dalam.

Cara membedakan antara Roh – Suci dan Roh – Materialis :

Ragu-ragu, bercabang-cabang pikiran, merasa kacau, gelisah, ini membuktikan adanya kemajemukkan Roh, di dalam satu–jiwa. Sekiranya jiwa hanya terdiri dari satu– roh, maka tak akan dikenal sikap ragu-ragu, bercabang pikiran, kacau, gelisah, dst.

Dalam suatu peristiwa, kita temukan barang berharga dijalan, roh berkata ambil saja, kamu akan kaya, tapi roh yang lain melarangnya dan berkata, jangan kamu pungut, perbuatan itu berdosa, karena barang itu bukan milikmu……………………………………………………………………………………………………………….. Maka ketahuilah bahwa yang menyuruh mengambil itu adalah Roh–Materi, sedangkan yang melarangmu memungut, itulah Roh–Suci.

Roh – Suci memiliki INDERA tersendiri :

Sering kita melihat atraksi SULAP, pesulap dengan menutup matanya memakai kain hitam yang berlapis-lapis, namun dapat mengendarai mobil, menaiki tangga, membaca, menulis, dsb, tanpa membuat kesalahan sedikitpun.

Maka ini membuktikan, adanya indera-tersendiri yang dimiliki Roh-Suci.

Mimpi adalah peristiwa dimana Pancaindera dalam posisi pause/istirahat, tapi dalam keadaan menutup mata, kita dapat melihat sesuatu, mendengar, merasakan, meraba dalam mimpi. Ini membuktikan bahwa, Roh–Suci melihat, mendengar, meraba, dst. tanpa melalui atribut atau tidak memakai alat seperti mata, telinga, hidung, dsb. seperti lazimnya kita pakai.

Roh–Suci amat jujur dan lugu :

Untuk mengungkap suatu kejahatan yang diperbuat seseorang, yang selalu menyangkal bila ditanya, maka Suyet menghypnotis tersangka sampai Alam–Bawah– Sadar nya timbul, kemudian Roh–Suci tersangka ditanya, maka Roh–Suci itu akan menjawab dengan jujur, bahkan dengan memperagakan secara terperinci, segala apa yang telah dilakukan tersangka, sambil memejamkan mata. Roh–Suci itu memperagakannya.

Roh–Suci memiliki kekuatan tenaga–dalam :

Suyet menghypnotis Suyeti, hingga timbul Roh–Suci nya, dan memerintahkan agar tangan si-Suyeti sekuat jembatan, maka lebih empat orang sekalipun sanggup memikulnya, tanpa teroleng sedikitpun, dapat pula diperintahkan membentuk kekuatan-kekuatan lainnya.

5. Jika anda pernah saksikan atraksi, orang yang berjalan di atas bara api, tanpa rasa sakit, tanpa luka–bakar, bahkan baju dipakainya tak hangus sedikitpun. Maka ini adalah reaksi dari pengaruh aura Roh–Suci.

Juga atraksi kekebalan tubuh,komunikasi jarak jauh/telepathy,dll

6. Roh–Suci juga dapat membuktikan adanya kehidupan di ALAM–GAIB atau Negeri-negeri Akhiraat.

7. Di atas semua kejadian-kejadian yang telah diterangkan, maka yakinlah dan jangan menyombongkan diri, karena telah terbukti adanya Shang–Pencipta, yakni TUHAN YANG MAHA KUASA.

Semoga dengan penjelasan-penjelasan tersebut, anda diharapkan percaya sesungguhnya yang Gaib itu ADA. Dengan demikian anda telah pada dimensi ber-iman adanya Gaib.

IMAN bukan hanya sekedar percaya, tapi membuktikan adanya yang diyakini. Namun lebih dari itu, dan akan dirasakan manfaatnya, bila iman itu sudah mencapai dimensi = DIPERCAYA OLEH GAIB. Ber–iman pada Gaib yang sekedar percaya dan telah membuktikan adanya yang Gaib secara sepihak, tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali pengetahuan belaka. Maka itu perlu ditingkatkan, hingga kita dapat dipercaya sepenuhnya oleh Gaib, yang sudah kita kenal.

ALLAH itu MAHA GAIB dari semua kegaiban yang ada, jadi bagaimana kita dapat mencapai ber–iman pada TUHAN secara baik dan benar, apabila ilmu pengetahuan tentang yang gaib, dalam diri kita sendiri dan gaib yang berada didekat kita, tidak pernah dikenal ?..

Sebelum kita memasuki pelajaran berikutnya, kiranya kita perlu mengenal berbagai dan aneka makhluk-makhluk Gaib yang ada dalam diri, maupun yang ada disekitar kita akan bentuk, karakteristik, kebudayaan, Adat Istiadat/Peraturan-Peraturan, Undang-Undang, jenis makanan dan minuman, flora dan fauna, serta letak dimensi Alam/Negeri Gaib yang kita tujuh. Juga tak kalah pentingnya, perlu dipegang teguh, sopan–santun, dan apa yang boleh dilakukan dan apa yang dilarang di Alam– Gaib tsb, bagi para pengunjung !. Dan sebagainya.

Mengenal akan berbagai makhluk-makhluk Gaib :

Arwah = adalah Nyawa dari bekas manusia, yang telah usai menjalani kehidupannya di ALAM dunia Fana.

Keberadaanya dapat dibagi dalam dimensi Alam – Gaib, sbb :

Alam–Gaib–Gentayangan, yaitu alam gaib dimana sekalian arwah yang tidak punya KTP.G. ( Kartu keterangan Penduduk Gaib ) berkeliaran.

Arwah-arwah ini tidak punya tempat tinggal tetap, mereka berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, manakala ada razia/swipping, dari para Petugas dan Polisi Gaib. Umumnya mereka ini, bertengger dipohon-pohon hutan, belantara.

Dalam penglihatan kita manusia, mereka ini berupa cahaya yang berwarna merah kekuning-kuningan berbentuk bola terbang, bila bergerak, namun bila berhenti tertampak cahaya itu memanjang, serupa lampu neon dan senantiasa bergerak naik–turun, seirama dengan nada napas.

Kalau ada Arwah, yang sanggup menampilkan wujud yang sebenarnya, meski hanya berupa ASAP, dapat berkomunikasi dengan manusia di Alam Fana, maka Arwah tersebut sudah terdaftar di GAIB atau sudah menjadi penduduk tetap, alias sudah memiliki KTP.G.

Bahkan pada tingkatan WALI–JIN, Arwah tersebut dapat tampil di Alam–Fana Manusia, dengan memakai jasad–jasmaninya sebagaimana wujud manusia seutuhnya, seperti manusia yang masih hidup layaknya. Amat sukar membedakannya, jika kita hanya melihat sepintas belaka !.

APAKAH PENYEBAB ARWAH-ARWAH TERJEBAK DALAM ALAM– GENTAYANGAN ?.

Ada beberapa penyebab sehingga Arwah-arwah wajib di Alam – Gentayangan, antara lain sbb :

Ø Semasa hidupnya sebagai manusia, tidak beriman atau tidak percaya adanya Gaib. Baik yang disebabkan karena malas, membuang-buang waktu, maupun yang disebabkan rasa takut tersesat yang berlebih-lebihan.

Padahal, mereka semua tidak menyadari bahwa semua manusia setelah menjalani Alam Dunia Fananya, pasti dan tidak dapat dielakkan akan menjadi Gaib di Alam–Arwah. Karena itu sebaiknya perlu diketahui dan dipelajari, agar kita tidak tersesat saat memasuki dimensi Arwah.

Ø Sekedar percaya ada Gaib, tapi tak punya koneksi atau tak punya kenalan baik dan hubungan baik dengan Gaib. Akibatnya saat manusia itu telah menjadi Arwah, ia tidak memiliki daya–magnetisme terhadap Alam–Penantian/Alam Barzah.

Ø Yakin pada yang GAIB, namun tidak percaya oleh mereka yang di Gaib, disebabkan sikapnya terhadap gaib yang sombong, angkuh, tidak sopan, tidak disiplin, mengacau dan dapat merusak Alam–Gaib atau sekedar mencari keuntungan pribadi yang bersifat lahiriah dan duniawiyah belaka, akibatnya Arwah-arwah ini tak diterima oleh masyarakat Gaib.

Ø Dan berbagai penyebab lainnya.

PERLU DIKETAHUI BAHWA ARWAH AKAN MENGALAMI PROSES PERJALANAN YANG PANJANG DALAM BERBAGAI DIMENSI ANEKA TINGKATAN ALAM–GAIB– ARWAH, YANG AMAT BERBEDA SATU DENGAN LAIN.

JIWA pada manusia akan disebut NYAWA, saat sakaratul maut beraksi, atau pada posisi sekarat. Tapi jika nyawa itu sudah terlepas dari badan kasarnya secara permanent, maksudnya tiba ajal, dengan kata lain nyawa itu tidak dapat lagi kembali ke raga jasmaninya atau tidak dapat kembali sebagai jiwa, maka tersebutlah ia sebagai ARWAH.

Arwah yang tinggal hanya terdiri dari tujuh–unsur–roh, karena Roh–Suci nya sudah kembali ke asal–alamnya–di Langit, akan mengalami proses pembersihan di Alam–Galaxi sampai batas Alam Langit Bima–Sakti, maka kalaupun belum juga bersih, maka akan diproses pembersihannya di Alam Neraka, setelah dipakaikan badan kasar, di HARI– BERBANGKIT. Pada posisi ini Arwah dikembalikan menjadi JIWA, namun menggunakan raga yang berbeda.

Raga bagi penghuni Neraka teramat kebal, tidak hangus terbakar api, terluka dan terpotong oleh senjata tajam, namun sesaat kemudian akan utuh kembali, tak ada istilah mati bagi penghuni Neraka. Namun rasa sakit, perih, pedih, yang tak tertahankan dan sakit yang amat luar–biasa, wajib dialami oleh para penghuni Neraka.

Sengaja para penghuni Neraka ini diberikan raga yang amat kebal, agar siksa-an tidak pernah terhenti. Betapa tidak, sekiranya menggunakan badan kasar seperti manusia yang lemah ini, niscaya siksaan itu tidak akan kekal adanya, karena begitu tubuh ini hancur, maka berkuranglah, bahkan terhentilah rasa sakit itu.

Perhatian :

Ilmu Kekebalan Tubuh adalah ilmu & tekhnologi yang dikenakan para Arwah, pada Hari–Berbangkit, sebagai sangsi/hukuman atas perbuatan dosa-dosa teramat berat dimasa–lalu. Guna menghadapi siksa–api Neraka, yang teramat luar–biasa pedihnya.

Maka berhati-hatilah bagi mereka yang memiliki Ilmu–Kekebalan–Tubuh, sebab sudah menyalahi/melanggar kodratnya sebagai Manusia, lagi pula itu adalah Iptek yang dicuri oleh syaitan dan jin tertentu, yang tidak bertanggung-jawab, lalu diajarkan pada manusia !. Sebab sangsi Akhiraatnya teramat berat.

Bicara tentang kisah Perjalanan–Arwah dalam proses Pembersihannya, amat panjang dan rumit, bahkan membingungkan dan kontrofersial serta kontradiksi, bila kita tidak cermat dan hanya menggunakan Akal yang didasari oleh realita–Pancaindera–Manusia belaka.

Namun kami akan coba untuk menjelaskan semua itu, mendekati realita manusia dengan memberi contoh-contoh, ilmu & tekhnologi peradaban umat manusia di Akhir Zaman ini yang amat canggih. Semoga bisa dan dapat dimengerti pembaca Yth. Amiiiiin !.

BEBERAPA ALAM YANG AKAN DILALUI ARWAH, SEBELUM MEMASUKI HARI– BERBANGIT sbb :

1. Alam Gentayangan, sudah dijelaskan sebelumnya.

2. Alam Penantian/Alam Barzah.

3. Alam Hisab Kubur. Berada di bawah kerak Bumi.

4. Kembali ke Alam–Barzah/Alam–Penantian, untuk menunggu panggilan ke Langit, guna diproses lebih lanjut.

5. Alam Fatamorgana/Alam Langit Arwah/Alam Padang Masyar.

Alam dimana sekalian Arwah mengalami pemrosesan pembersihan lebih lanjut, sampai datangnya HARI–BERBANGKIT.

6. HARI–BERBANGKIT, sesudah terjadi Kiamat–Pemusnahan–Galaxi atau pemusnahan Bumi dengan segala isinya.

7. Alam Gelap–Gulita. Alam ini yang akan menentukan makhluk-makhluk sebagai Ahli–Waris–Neraka ataukah Ahli–Waris–Surga. Dst………………………………..

Perhatian, khusus untuk Alam–Barzah :

Dengan demikian Alam–Barzah adalah tempat penampungan bagi ARWAH-ARWAH Makhluk yang baru wafat dan penampungan bagi ARWAH-ARWAH yang selesai menjalani Pembersihan di Alam–Kubur, guna menunggu panggilan ke Langit–Arwah.

Penjelasan lebih lanjut tentang Alam-Alam Arwah yang tersebut di atas :

1. Alam–Gentayangan

Alam dimana Arwah-Arwah semasa hidupnya sebagai manusia tidak mempunyai hubungan yang baik dan harmonis dengan masyarakat Gaib, atau tidak percaya adanya yang Gaib, sehingga tak dipercaya oleh Gaib, atau Arwah-Arwah yang tidak punya KTPG ( Surat Keterangan Penduduk Gaib ) dst………. sudah diterangkan sebelumnya.

2. Alam–Penantian / Alam-Barzah

Tempat berkumpulnya Arwah-Arwah yang sudah memiliki KTPG, yakni para Arwah yang semasa hidupnya sebagai manusia, beriman pada yang Gaib. Maksudnya mereka percaya dan mempunyai hubungan baik dengan Gaib, sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat Gaib.

Bagi Arwah-Arwah yang baru, mereka biasanya ditempatkan dibarak-barak, yang penuh sesak lagi berhimpitan, dengan hawa udara yang panas, sebab itu sering penduduk nya bertelanjang dada atau hanya pakai kaus gantung dan celana pendek.

Mereka menunggu panggilan untuk diinterogasi/diperiksa, setelah itu dilanjutkan dengan pendidikan guna mengenal sopan santun/adat-istiadat yang berlaku, lalu diperkenalkan pada leluhur-leluhur sekian lapis, setelah itu mereka disuruh memilih, hendak ikut dan tinggal dengan leluhur yang disukai.

Pada posisi memilih ini, Arwah sering kebingungan, karena terjadi tarik menarik antara Leluhur dari Zaman Purba sampai pada Leluhur yang sudah mengenal Tuhan (Agama) Namun Arwah biasanya memilih Leluhur yang telah dikenalnya.

Waspadalah akan informasi ARWAH :

ARWAH hanya terdiri dari Tujuh-Roh-Duniawi,sedangkan Roh-Sucinya terpi sah dan telah kembali ke Alam-Langit.

Maka waspadalah,jika kita bertanya pada Arwah,sebab akan terjadi jawaban yang amat berbeda,bahkan kontradiksi dan amat membingungkan Ini disebabkan karena,ketujuh–Roh dalam satu Arwah itu memang berbeda, dalam sikon Alam Barzahnya.

Untuk memperoleh jawaban yang benar,usahakan Roh-Suci/Alam Bawah Sadar-nya yg menjawab.karena Roh-Suci inilah yang tahu persis,apa yang terjadi dan yang akan terjadi pada Arwah tersebut.

Jika anda mencari informasi yang sebenarnya tentang keadaan Arwah, maka hubungi Roh–Suci orang tersebut, karena beliaulah yang mengetahui situasi dan kondisi yang terjadi terhadap Tujuh Roh Duniawi.

Bila anda tanyakan pada Arwah, kebetulan yang menonjol Roh jenis Syaitan yang memberikan jawaban, maka jawaban itu akan berbeda, apabila yang menjawab Roh dari jenis lain. Padahal semuanya mengaku Arwah Siwulan ( misalnya )

Atau bisa juga yang menjawab adalah makhluk syaitan, jin, makhluk-makhluk Gaib yang lain, yang semasa hidupnya sebagai manusia itu didampingi dan dibisiki Gaib-Gaib tersebut bahkan pernah sering dirasuki mereka. Maka makhluk-makhluk gaib ini, sering mengaku Siwulan.

Sebagai contoh :

Suatu saat kita tanyakan pada sang Arwah melalui seorang mediator (pawang – Arwah). Maka Arwah Siwulan itu menjawab bahwa ia mendapat kenikmatan, bahkan penghargaan di Alamnya. Di lain saat kita tanyakan pula sang Arwah, melalui Mediator tapi bukan Mediator pertama, melainkan Arwah Siwulan itu memasuki badan Mediator lain, maka kita dapatkan jawaban bahwa Siwulan tersiksa dan amat menderita, padahal jelas Siwulan semasa hidupnya sebagai manusia teramat jahat, keji, dan sadis.

Yang dipertanyakan,kenapa Arwah yang penuh gelimang dosa itu,tidak terkena siksa’ sebaliknya mendapatkan kenikmatan?.

Untuk mendapatkan informasi-gaib-arwah si-Wulan yang lebih pasti,kita mena nyakan memakai Mediator yang lain, maksudnya kita tidak lagi memakai Pawang-Arw ah yang pertama,melainkan Pawang-Arwah yang lain agar Arwah si-Wulan masuk ke dalam raga Mediator tsb..Namun kita dapati jawaban yang amat berbeda, yakni Arwah si-Wulan,berteriak dan menangis kesakitan, serta memberitahukan bahwa ia mengalami siksaan dan hinaan di-Alamnya !.

Maka ketahuilah bahwa yang memberikan jawaban pertama adalah syaitan, karena telah berhasil menggoda danmembujuk manusia itu untuk berbuat kejahatan dan dosa-dosa. Sedang penjawab kedua adalah Gaib yang tak berhasil membawa manusianya kepada perbuatan-perbuatan yang baik dan mulia, bahkan tertipu dan terjerumus oleh rayuan Syaitan akibatnya terkena siksa di Alamnya !.

Dengan demikian berpeganglah pada kenyataan yang telah diperbuat oleh seseorang dan jangan tertipu oleh informasi yang tidak rasional dan non realita. Karena kejahatan meski berdalih apapun, tidak akan pernah luput dari hukuman Siksa di Akhiraat !.

Untuk jelasnya, definisi itu adalah sebagai berikut :

A. Jika Arwah yang mengaku si–Wulan itu berkata, bahwa ia mendapat nikmat dan Penghargaan di Alam–Gaibnya. Tapi dalam kenyataan semasa si – Wulan hidup sebagai manusia, adalah teramat jahat, keji dan sadis. Jadi bagaimana bisa memperoleh kenikmatan dan penghargaan ???

Jawabnya : Ketahuilah sesungguhnya yang menjawab itu adalah syaitan, yang bernama si – Wulan, agar dapat berbuat jahat, keji dan sadis atau agar si – Wulan terjerumus dalam Api – Neraka. Menjadi jelas Syaitan ini mendapat kenikmatan dan penghargaan atas keberhasilannya, menerumuskan si – Wulan dalam Neraka.

B. Bila Arwah yang mengaku si – Wulan itu berkata bahwa dirinya amat tersiksa dan menghinakan di Alam – Gaibnya, maka ketahuilah yang berkata itu adalah Leluhur dari jenis Jin atau bisa juga dari jenis Roh, yang mendapat tugas dari Atasannya untuk membawa manusia bernama si – Wulan, kepada jalan yang benar dan mulia tetapi gagal total, bahkan mereka malah terjerumus dalam rayuan dan tipu daya Syaitan. Dengan demikian menjadi jelas mereka mendapatkan ganjaran siksa, dan dihinakan di Alam – Gaibnya, atas kegagalannya.

Komentar.:

Informasi gaib-arwah yang membingungkan ini, menyebabkan banyak orang tidak lagi hendak mempercayai gaib !.

Namun sadarilah yang statusnya gaib,pasti bersifat rahasia, sehingga wajar dibuat sede mikian rupa oleh Sang-Pencipta, agar tidak mudah untuk diketahui dengan benar, melainkan harus memakai disiplin ilmu yang sudah ditetapkan, jika ingin mendapatkan informasi yang baik, benar & akurat !.

Maka ketahuilah, sesungguhnya informasi yang telah diberikan oleh yang menga ku sebagai Arwah si-Wulan,adalah Syeitan yang diperintahkan oleh Atasannya,untuk membujuk rayu si-Wulan semasa hidupnya sebagai manusia, agar melakukan perbuatan dosa, dengan demikian wajarlah jika syeitan itu mendapat kenikmatan & penghargaan, karena telah berhasil menjerumuskan si-Wulan ke-Neraka !.

Sebaliknya yang mengaku sebagai Arwah si-Wulan, dengan memberikan informasi ter Siksa & dihinakan di-Alamnya, adalah Arwah Leluhur, yang bertugas membimbing & membina si-Wulan agar senantiasa berbuat baik, supaya menjadi Ahli–Waris–Syurga, tapi tidak berhasil, bahkan Leluhur pendamping ikut terjerumus dengan bujuk rayu & tipuan syeitan yang amat menyesatkan itu.

Maka wajarlah leluhur yang mengaku si-Wulan, mendapat siksaan atas kegagalannya !.

Dengan demikian, untuk tidak membingungkan, sebaiknya kita harus melihat dan mengetahui perbuatan yang telah dilakukan sang Arwah, semasa hidup nya sebagai Manusia, karena kejahatan meskipun berdalih apapun, tidak akan luput dari hukuman siksa di-Akhiraat. Sebab Alam dengan segala isinya ini, dicipta berdasar KEADILAN. Maha-Adil TUHAN dari semua ke-ADIL-an yg ada!.

KESIMPULAN :

Dengan demikian yang amat penting diperhatikan adalah fakta yang telah pernah diperbuat semasa almarhum sebagai manusia.

Semua perbuatan jahat dan negatif meskipun berdalih kebenaran dan kemuliaan Agama, atau berdalih apapun, tetap hukumnya adalah kejahatan dan tak akan luput dari hukum/sangsi terkena siksaan sepedih sesuai dengan kekejian yang sudah diperbuat terhadap orang lain, Makhluk lain juga terhadap ALAM, yang telah dirusak dan telah dianiayanya.

Jadi sekali lagi, jangan terkecoh dan tertipu dengan informasi Gaib yang kontradiksi, membingungkan dan kacau. Namun berpegang teguhlah pada kenyataan dan fakta-fakta yang pernah dan telah diperbuat, semasa hidupnya sebagai manusia, jika anda berkomunikasi dengan sang Arwah.

Ada definisi Alam–Gaib, “ lebih baik keadaan mereka yang mati terbunuh, daripada situasi dan kondisi mereka yang membunuh, di Akhiraat !. “

PERHATIAN :

Semua yang dibahas ini adalah merupakan RAHASIA–TUHAN, jadi untuk mencapai RAHASIA tersebut, harus seizin Yang Empunya Rahasia.

Sadarilah semua ilmu – eksata adalah milik TUHAN SHANG PENCIPTA, dimana Ilmu & Tekhnologi Modern yang kita nikmati di Akhir–Zaman, dahulu kala juga masih dikategorikan sebagai Rahasia Tuhan.

Sebagai contoh :

Jika kita bicarakan adanya Televisi, Radio, Kalkulator, Komputer, Pesawat Ruang Angkasa, dan seterusnya, pada mereka yang hidup seribu tahun silam, niscaya mereka yang tak pernah saksikan dan nikmati hasil tekhnologi Akhir Zaman itu, TIDAK AKAN PERCAYA bahkan mereka hanya yakin TUHAN jualah yang sanggup berbuat itu, Manusia dan makhluk apapun tidak akan sanggup mencipta dan berbuat semacam itu. Bahkan perbuatan dan pendapat semacam itu dianggap MENGHINA TUHAN.!.

Padahal orang-orang dahulu kala itu, tak menyadari di Akhir – Zaman semua yang dipertentangkan itu ternyata telah TERBUKTI dan bukan merupakan rahasia lagi. !.

Maka demikian pula dengan Ilmu dan Tekhnologi Alam Gaib yang sedang dan akan kami bahas ini !. Tentu untuk mencapai Rahasia itu, harus melalui Disiplin Ilmu yang sudah ditetapkan Tuhan Shang Pencipta. Untuk itu diperlukan pengenalan tentang Gaib, dilanjutkan dengan meneliti, mempelajari dan seterusnya, tidak luput dari ketekunan dan kerja keras, pengorbanan dari yang beresiko kecil, sampai beresiko tinggi bahkan berbahaya jika tidak sabar dan berhati-hati. Sebagaimana kita manusia dalam menuntut ilmu di bangku sekolah, dimana kita harus membayar dan membeli semua keperluan perlengkapan untuk mengenal ilmu tersebut.

Jadi dalam menuntut Ilmu dan Teknologi Alam Gaib, juga diperlukan beayadan pengorbanan waktu, tenaga, pemikiran, dan sebagainya. Dengan demikian jangan telalu berharap mendapat keuntungan, bila status kita masih siswa/pelajar, maka akan dipetik manfaatnya setelah kita mencapai GELAR setingkat SARJANA, dan seterusnya.

PERBEDAAN ANTARA GAIB dan NYATA :

1. Ip-Tek Dunia manusia didasari oleh akal yang mengelola dan menganalisa, dari hasil penyerapan atau segala yang tertangkap oleh Pancaindera lahiriah jasmaninya guna diteliti dan dimanfaatkan, baik untuk kepentingan & keuntungan diri sendiri maupun kepentingan umum.

Sedangkan Ip-Tek Alam–Gaib didasari oleh akal yang beraksi pada penyerapan indera batin atau indera roh (abstrak).

2. Adanya perbedaan AXIOMA ( dalil yang tak dapat dibantah) antara Alam–Dunia– Fana–Manusia terhadap Alam–Gaib.

Axioma = Dalil yang tidak dapat dibantah atau kenyataan sebagai bukti yang tidak dapat dibantah.

Sebagai contoh,

Penghuni Alam-Gaib memakai badan astral atau semacam gas ether, kata kanlah memakai badan asap yang amat tipis, dari unsur atom-bion dan bukan un sur atom-ion seperti raga kita manusia. sehingga gerak penghuni Alam-Gaib amat cepat dan gesit, bahkan ada yang sanggup terbang, sedangkan peristiwa serupa itu tidak akan pernah ada di Alam-Dunia-Fana-Manusia..

Adalah hal yang lumrah dan biasa saja, jika kita melihat atau menyaksikan manusia tanpa sayap dan peralatan apapun, dapat terbang– bebas, meskipun tidak semua Gaib bisa melakukan itu.

Kita dapat Melihat makhluk-makhluk dengan bentuk yang amat aneh, dimana hal serupa itu tidak pernah kita saksikan di Alam–Dunia–Manusia. Dan sebagainya………..

Waspada :

Karena itu, berhati-hatilah membicarakan apalagi menerangkan masalah Gaib terhadap mereka yang tidak punya pengalaman tentang gaib, apalagi terhadap mereka yang tidak percaya tentang Gaib, sebab anda akan dituduh berbohong, lebih konyol lagi disangka Abnormal atau Gila !.

Sebagaimana orang Inggris yang menemukan Televisi, pada saat awal mengemukakan gagasannya, oleh teman-temannya ia dianggap tidak waras dan itu mustahil dapat terwujud, tetapi setelah ia berhasil mewujudkan impiannya, Dunia heboh dan mera sa kagum menyaksikan Televisi untuk pertama kalinya diabad ke-19, meskipun Te levisi saat itu hanya menampilkan gambar bayangan belaka, kemudian disempurna kan, hingga menampilkan gambar yang sempurna di-abad ke-21, sekarang ini.

Semua yang BARU pasti pada awalnya ditentang,namun setelah terbukti dan bermanfaat, maka Dunia akan mengakuinya !. Dengan demikian tidak mudah untuk mengawali sesuatu yang Baru,sebab tantangan yang dihadapi amat berat, tetapi kalau kita tidak memulai, maka siapa pula yang akan memulainya, dan peradaban manusia akan membeku,dengan kata lain jika tidak terjadi pe nemuan-penemuan baru dibidang ilmu-pengetahuan & tehnologi, niscaya peradaban manusia tak akan mengalami kemajuan !.

Demikian pula ilmu-pengetahuan & teknologi Alam-Gaib, juga merupakan sesuatu yang Baru, karena selama ini, Alam-Gaib masih dikategorikan Tahyul !.

Penyebab tak dapat berkembangnya Ip-Tek-Alam-Gaib.:

1. Mayoritas manusia beranggapan gaib adalah sesuatu yang tahyul. Mereka itu tak sadari, tubuh ini dapat bergerak, tumbuh/perkembangan & per gantian sel-2 baru, dikarenakan adanya interaktip dan peranan gaib, yaitu jiwa & Malaikat yang bertugas, pada raga-jasmani.

Beberapa pelopor ip-tek, seperti Isack Newton, Aristoteles, Sockrates, pada puncak penemuannya, berkesimpulan bahwa semua yang NYATA ini, sesungguhnya direkayasa oleh yang ABSTRAK (GAIB).

KONTRADIKSI.:

Adalah sesuatu yang amat mengherankan, jika Tuhan, Malaikat, Sorga, Neraka, Iblis, Syeitan, tak ada yang berani mengatakan tahyul, padahal semua itu tidak tertangkap oleh Pancaindera manusia.

Berarti, bila mayoritas umat manusia mempercayai adanya Gaib-Tertentu maka Gaib-Tertentu itu sudah dikategorikan KONKRIT atau NYATA!.

Tetapi mengapa Gaib yang berada disekitar kita, justru tidak dipercaya & diakui keberadaannya, meskipun Gaib-Lokal ini,dapat merasuki manusia, dan dapat pula diajak berkomunikasi ?.

Mungkinkah, ibaratnya bila sudah mengenal Presiden, maka Wapres, Mentri-2 Kabinet, apalagi rakyat-jelata, tidak lagi diperlukan?.

Bolehkah, setelah mengenal TUHAN Semesta-Alam maka, para Malaikat-NYA dan seterusnya, dapat diabaikan, bahkan dihinakan dengan mengangkat diri lebih mulia dari para Malaikat?.

Bukankah, menghinakan Para Staff TUHAN Semesta-Alam, sama artinya menghinakan TUHAN.S.A.?.

Akhirnya berakibat, semua urusan pak RT, dinaikkan dan dijadikan urusan Presiden !.Tanpa disadari Presiden dijadikan Pesuruh !. Jadi apa gunanya, dibentuk Staff Pembantu Presiden, sampai pada tingkat RT ?

2. Takut dituduh Kafir, lebih mengerikan lagi bila terkena tuduhan Musyrik. Sehingga masalah Gaib hanya sekedar menjadi kisah, tanpa ada yang berani menyelidiki, meneliti apalagi melakukan Reasert, guna menemukan ilmu pengetahuan & teknologi Alam Gaib, sebagai ilmu milik TUHAN, yang boleh jadi, bila ip-tek Alam-Gaib dikombinasi dengan ip-tek Dunia-Alam-Fana Manusia akan menghasilkan IP-TEK-BARU-teramat-CANGGIH, yang merupakan ILMU PENGETAHUAN TERCANGGIH, yang lahir di AKHIR -ZAMAN dan akan merubah PERADABAN SEMUA MACHLUK, menuju ke-SEMPURNA-an dalam mencapai Iman & Takwa kepada TUHAN Maha Pencipta, sebagai Maha-Sumber-Lahirnya-Segala-Ilmu-Pengetahuan, dan akan mengantar semua machluk ke Pintu Gerbang KERUKUNAN-ABADI. Rahmatan lil’alamiin.Amiin!.

3. Ip-tek Alam-Gaib, amat pelik, rumit dan membingungkan, bahkan dapat merusak tantanan yang dengan susah payah dibangung para Pelopor & para Cendikiawan ip-tek Alam-Dunia-Fana-Manusia, jika kita tidak tahu Garis Batas, sikon, Axioma dan lain-lain, antara Alam-Gaib terhadap Alam-Dunia-Fana-Manusia.

4. Bahkan dalam beberapa permasalahan, ip-tek Alam-Gaib dapat merugikan Mata pencaharian dibidang kedokteran, Apothik, dst. Karena boleh jadi Ip-Tek Dunia-Fana-Manusia akan tertampak banyak terjadi pemborosan, yang akan mempercepat menguras habis cadangan energi d iPlanet-Bumi ini. Sehingga mereka yang merasakan dirugikan ini, enggan menyentuh ip-tek Alam-Gaib,bahkan mereka mencoba menghalangi, dengan melancarkan tuduhan-tuduhan. Agargagal dan hancur total !.

5. Dunia-Alam-GAIB adalah sesuatu yang amat asing, menakutkan dan amat mngerikan, bagi mayoritas umat manusia yang belum terbiasa melihatnya. Sebagaimana, bila anak-anak yang baru pertama melihat Orang-Hutan, anak-anak itu akan menggolongkannya sebagai machluk Syeitan !.

Maka tidak semua syeitan berwajah buruk, adalah lebih berbahaya apabila syeitan itu bercantik rupa, karena boleh jadi banyak yang tertawan dalam bujuk rayunya yang akan menjerumuskan sebagai ahli-waris-Neraka !.

Betapa tidak, sekiranya semua jenis Syeitan itu berwajah menyeramkan, ma ka sampai kapankah syeitan itu dapat membujuk dan merayu manusia & Jin,karena baru melihat tampang syeitan yang amat menyeramkan, manusia & Jin sudah lari tunggang langgang ketakutan, apalagi mau berkenan mendengarkan bujuk-rajunya ?.

6. Ada juga yang mengatakan “Syeitan itu ada pada Darah-Manusia” !.

Memang benar, terutama darah yang tercemar racun dan mengandung ku man-kuman penyakit, utamanya darah yang mengandung kuman-kuman yang mematikan, seperti Siphilis, Tubercolosis, cacar, Flu-Burung, H.I.V. AID, Dsb. Sebab itu ber-hati-2 lah mengkonsumsi makanan, memakai jarum suntik be kas, tranfusi-darah, minuman-2 keras apalagi narkoba, dst…………..

Karena semua itu akan menjadi Syeitan,jika terkontabinasi dengan darah manusia.

7. Amiin/ Percayalah .

Demikianlah beberapa hal ,penyebab sulitnya berkembang Ip-Tek-Alam-Gaib.

Status IMAN yang baik dan benar :

1. Mengajak orang lain agar se-IMAN, janganlah dengan cara paksaan apalagi menggunakan kekerasan, sebab akibatnya orang yang kamu ajak ber-iman & se-iman itu, bukan ber-iman karena Allah, melainkan mereka ber-iman pada rasa takut & ber-iman karena kekejaman!.

2. Tetapi tunjukkanlah kepada mereka TABIAT–MULIA dan SIKAP LEMAH– LEMBUT PENUH SOPAN SANTUN nana Bijaksana, sehingga mereka mendapat kesan IMAN yang baik lagi indah, sejuk, damaidihati, sehingga mereka dengan kesadaran menjauhi perbuatan-perbuatan keji, dan kotor, tak lagi menyukai keberingasan, muak dan muntah bila mencium bau minuman-minuman yang memabukkan dan makanan-makanan yang haram, mereka tidak lagi merasa guram/marah, bila melihat adanya perbedaan melainkan timbul rasa kasihan, terhadap mereka yang tersesat, dengan meneteskan air-mata, tak suka berprasangka buruk terhadap orang lain, melainkan semua itu dipandangnya sebagai kelemahan manusia yang perlu diperbaiki. Tak suka keonaran/keributan apalagi pertengkaran, karena baginya lebih menguntungkan waktu itu dihabiskan untuk mencari rejeki, ilmu-pengetahuan yang berguna, dan perbuatan-perbuatan yang mulia lainnya. Orang yang ber-iman itu amat menyukai damai & perdamaian. Tiada yang lebih indah dalam hidup ini, kecuali DAMAI dan PERDAMAIAN MELIPUTI ALAM-RAYA-SEMESTA dengan segala ISI-NYA. SALAM-SALAMUN-ISLAM.

3. Tampilkanlah IMAN itu secara rasional, ilmiah dengan memberi contoh-contoh memakai kemajuan Ilmu & Tekhnologi yang telah ditemukan & dimanfaatkan manusia di Akhir–Zaman. Manusia hanya sekedar menemukan dan memanfaatkan dengan mempelajari dan meneliti segala yang telah di CIPTAKAN TUHAN, dijagad Alam–Raya–Semesta ini. Dengan demikian ILMU–EKSATA sama sekali bukan ciptaan manusia, melainkan ilmu yang ditemukan manusia, dengan belajar terhadap apa yang sudah di CIPTAKAN TUHAN di seluruh jagad Alam–Raya–Semesta.

4. Usahakan jangan menampilkan iman yang membuta¸ apalagi mengobar-ngobarkan kebencian, permusuhan dan pertumpahan darah. Sebab IMAN itu mengantar umat manusia pada ke-MULIA-an Akhlak dan bukan sebaliknya, menimbulkan kejahatan dan kerusakkan di–Langit dan di–BUMI. Jangan iri hati melihat kemajuan dan kemakmuran orang lain, tapi belajarlah pada mereka, agar kita tahu cara yang halal, guna mencapai kemakmuran itu !.

5. IMAN harus menimbulkan kesabaran, kejujuran, damai kasih sayang, budi luhur, sopan–santun, saling hormat, suka menolong, menyenangkan dan menyejukkan orang lain, adil yang bijaksana, ramah–tamah, kebersihan, ketertiban, dan hal-hal yang positif lainnya, bukan saja terhadap orang-orang yang kita sukai, tetapi terhadap mereka yang tidak disukai sekalipun, bahkan terhadap binatang & tumbuh-tumbuhan yang telah banyak berkorban, demi kelangsungan hidup kita sekeluarga, juga terhadap Ilmu–Pengetahuan, serta terhadap Alam yang telah memberikan tempat hidup nyaman, sehat sejahtera dan ketenangan bagi kita, terhadap benda-benda yang bermanfaat, jangan lupa Alam–Gaib yang telah banyak membantu & menolong kita, baik kita sadari maupun tidak kita sadari. Sebab menghargai dan menghormati semua itu, berarti kita telah menghormati SHANG PENCIPTA.

6. Ketahuilah, dengan melakukan paksaan, kekerasan, siksaan, dan perbuatan keji, agar orang lainmau BER-IMAN DALAM KETAKUTANNYA, dan mengikuti keinginan selera kita, adalah suatu perbuatan DOSA !.

7. BER-IMAN jangan sekedar mencari kemenangan dengan menghalalkan segala cara, demi mendapatkan umat sebanyak mungkin, demikian pula jangan hanya sekedar mengumpulkan pahala yang sebanyak-banyaknya, sebab ber-iman itu tidak sama dengan perdagangan, lagi pula masalah pahala itu bukan manusia yang ahrus menghitungnya, melainkan itu urusan TUHAN & Para Malaikat, meski begitu guna meraih KEMENANGAN dalam KEMULIAAN dan KEMEGAHAN PAHALA, ada aturan-aturan yang amat luhur, yang telah ditetapkan TUHAN. Sama sekali tidak dapat dibenarkan, jika ada yang berpendapat bahwa untuk mencapai kemenangan dalam kemuliaan dan pahala yang melimpah, boleh melakukan perbuatan-perbuatan jahat & keji,dan membuat kerusakan, terhadap semua yang dianggap musuh dan segala milik musuh!.

8. Orang–orang yang benar-benar mencapai TAKWA, menaklukan musuh tanpa memakai senjata pembunuh dan tidak pula memakai alat & senjata perusak !. Maka hanya menggunakan kekuatan IMAN-nya, gelombang getaran IMAN yang kuat itu, akan dapat menaklukan musuh, dan dengan menggunakan getaran gelombang IMAN yang Dahsyat, senjata pembunuh apapun bahkan BOOM NUKLIR pasti meledak sebelum diluncurkan, maka binasalah mereka semuanya. Sesungguhnya rencana jahat mereka, menimpa diri mereka. Maha–Besar Allah dengan segala firmannya.

9. Kasihanilah mereka yang tersesat bergelimang dosa, ajaklah mereka pada jalan yang benar, dengan cara lemah lembut dan mempelajari latar belakang penyebab timbulnya perbuatan dosa yang telah dilakukannya. Jangan sekedar menyelesaikan permukaannya belaka, dengan membiarkan akar penyebab timbulnya kejahatan tetap tumbuh, sebab ini tidak akan menyelesaikan permasalahan secara tuntas maka tuntaskan sampai ke akarnya, agar kejahatan itutidak dapat tumbuh kembali.

10. Orang yang ber–IMAN, bila tak sanggup menginsyafkan orang-orang yang tersesat, maka ia berdoa memohon pada TUHAN, dengan ikhtiar mengirim getaran IMAN DALAM SUGESTI, yang ditujukan kepada jiwa mereka yang tersesat itu, secara berulang-kali sampai menembus Alam Bawah Sadarnya, maka niscaya mereka yang tersesat itu akan kembali ke jalan yang benar !.

11. Orang yang ber–IMAN itu, tidak mudah tersinggung dan tak suka marah, karena ia menyadari membina orang yang sesat untuk kembali pada jalan yang benar adalah amat sulit, adalah lebih mudah mengajak orang pada perbuatan dosa, pada tingkat kesulitan ini letak pengabdian yang sebenarnya terhadap ALLAH.

12. Orang yang ber–IMAN tak mudah terpancing, bila ada orang yang marah dan mencaci–maki dirinya , karena ia amat menyadari, bila ia terpancing dan ikut membalas kemarahan lawannya itu, maka ia telad diKALAHkan, karena ia telah menjadikan sipemarah itu sebagai GURU.

13. Tutur–kata orang yang ber–IMAN itu, amat lemah lembut, penuh sopan–santun, sejuk dan menenangkan bagi yang mendengarkan, selalu menghindari kata-kata yang dapat menyinggung perasaan orang lain, amat bijaksana, karena ia menyadari sehingga apa yang hendak dikatakan dipikirkan dengan matang, karena ia menyadari di Akhirat kelak tidak sepatah katapun yang pernah terlontar dari mulut, yang terluput dari Pertanggungan Jawab !.

KOMENTAR :

IMAN itu tidak akan tertampak manfaatnya, bila kita hanya secara sepihak yang YAKIN, sedangkan orang yang kita ajak beriman tidak mempercayai kita.

Demikian pula, jika hanya kita secara sepihak yakin pada ALLAH, sedang disebabkan sesuatu dan lain hal ALLAH sama sekali tidak menaruh kepercayaan pada kita, niscaya iman semacam itu tidak akan menunjukkan gejala apapun. Maka akan tertampak manfaatnya, bila IMAN itu sudah mencapai dimentie dimana ALLAH menaruh kepercayaan penuh pada kita

PERHATIAN:

Untuk dapat dipercaya terhadap yang kita IMAN-i, disamping mentaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, maka amt penting mengembalikan ke-KHALIFAH-an atau ke-PEMIMPIN-an yang disandangkan kepada kita, kepada yang kita IMAN-i. !.

Ini bukan perbuatan yang mudah, namun apabila ke-KHALIFAH-an kita berkenan diambil alih oleh TUHAN Yang Maha Pemilik, niscaya kita sudah masuk pada dimentie TAKWA. Maka pada tingkatan TAKWA ini, kita akan menyadari bahwa, tidak ada apapun yang kita miliki, melainkan segala yang ada ini milik Nya, termasuk jiwa & raga kita, dan kita akan sadar jika kita ini Maha–Kecil, Maha–Lemah lagi Maha tak berdaya. Memasuki dimentie TAKWA, maka tiada kata-kata yang terucap, tiada yang dipandang, tiada yang dipikirkan, tiada yang diputuskan, tiada yang ditindak, tiada yang bergerak dan tak bergerak tubuh ini, dsb, adalah TUHAN yang menghendaki. Kehancuran Bangsa dan Negeri, bahkan Dunia, disebabkan semua orang mau menjadi PEMIMPIN, sekiranya Dunia ini di–KHALIFA–ioleh TUHAN Semesta Alam niscaya peradaban sekalian makhluk, tidak seburuk dan senista ini, planet Bumi akan berubah menjadi SORGA !.

Planet BUMI dengan aneka penghuninya, diliputi keteraturan, ketertiban, kesejukkan, kesegaran, nyaman yang tak menyesatkan, kedamaian, tidak ada lagi kebencian, kebodohan, permusuhan, apalagi pertumpahan–darah. Tiada apapun yang sanggup berbuat dosa, aman dan menyenangkan, tak ada lagi yang menakutkan dan yang mengerikan, semua indah dan penuh ke–MULIA–an, tidak ada paksaan atau terpaksa, melainkan semua yang dikerjakan makhluk adalah kesadaran yang digemari. Bagaimana INDONESIA akan menjadi MERCU– SUAR–DUNIA, bila TUHAN tak berkenan menjadi Maha Khalifah terhadap Bangsa dan Negeri ini ?.

Jika kamu tahu tentang ini, maka mulailah dengan langkah awal, kami sebagai Bangsa dan Rakyat Indonesia, bermohon agar Tuhan Semesta Alam berkenan Menjadi KHALIFAH MAHA UTAMA di atas semua ke–Khalifah–an yang ada di Negeri dan Bangsa Indonesia !. Dan jangan lagi rebut merebut untuk menjadi Pemimpin, sebab itu amat berat Pertanggungan–Jawabnya di Akhiraat kelak.

…….AMIIN…….

WASPADALAH :

Banyaknya orang yang mengaku telah ber–IMAN, tetapi mengapa justru perbuatan Keji yang diperbuatnya ?.

JAWABNYA :

1. Pernyataan IMAN itu dipoklamirkan oleh diri sendiri, atau didefinisikan oleh manusia tertentu yang dipanutinya, dimana kiranya jika membela TUHAN diperbolehkan menggunakan kekerasan, kekejian, kejahatan & pertumpahan–darah. Padahal mereka tahu sifat yang angkuh, pemarah & kejahatan adalah sifat Iblis dan Syeitan terkutuk.

2. Karena ikut-ikutan atau ingin dikatakan golongan yang ber–IMAN, sehingga mereka mau melakukan perbuatan jahat & keji, baik diketahui maupun tak diketahuinya bahwa, perbuatan itu adalah DOSA yang amat DILARANG TUHAN !.

3. Demi untuk mencapai kemenangan, keuntungan, popularitas & kepentingan-kepentingan lain, yang hanya bersifat Duniawiyah belaka, baik untuk pribadi, golongan, kelompok di bidang politik, Bisnis, Perebutan Kekuasaan, dst…… mereka tega melakukan perbuatan-perbuatan kotor lagi keji, sehingga IMAN yang semestinya menampilkan tindakan-tindakan MULIA & LUHUR, berubah menjadi tindakan-tindakan yang penuh dengan gelimang DOSA !.

4. Sesungguhnya mereka yang mengaku ber–IMAN, namun melakukan perbuatan-perbuatan tak terpuji lagi keji, sadar maupun tak disadari, mereka telah tertipu oleh Syaitan yang terkutuk.

5. Sekali lagi, kebodohan tak dapat mengendalikan diri, tak sanggup menahan dan memusnahkan Nafsu–Kotor, dengki, iri–hati, kesombongan, Angkara–Murka, dan sejenisnya, adalah sumber penyebab timbulnya perbuatan-perbuatan tak terpuji lagi keji.

KOMENTAR :

Yakinlah TUHAN tidak akan pernah mengajarkan, apalgi menyuruh makhluk-makhluk untuk melakukan perbuatan kotor & keji !.

Jika ada Tokoh atau Pemuka masyarakat, siapapun orangnya, menganjurkan dan mengajak kita untuk berbuat kerusakan dan kejahatan, dengan menjanjikan imbalan uang dan kenikmatan lainnya, bahkan dijanjikan dengan imbalan masuk Sorga sekalipun, tolaklah dengan tegas sudah jelas itu adalah perbuatan DOSA, dan dilarang TUHAN.

Makhluk Gaib KUNTILANAK :

KUNTILANAK, adalah machluk jenis ARWAH–WANITA, yang meninggal dunia disaat sedang hamil, atau wafat saat melahirkan jabang bayi.

Yang menjadi pertanyaan.: “Mengapakah ibu yang wafat dalam posisi hamil & melahirkan anaknya ini, ada diantaranya yang menjadi Machluk Gaib KUNTILANAK Arwahnya, bukankah ibu-ibu ini wafat dengan cara terpuji ?.

Jawabnya.:

Memang benar ibu-ibu ini wafat dengan cara terhormat, bahkan diya kini mereka ini adalah AHLI-WARIS-SORGA !,

Maka ada beberapa penyebab, sehingga ARWAH-ARWAHini, berada di Alam -Gentayangan, sebagai berikut :

1. Perlu diketahui Alam-Gentayangan itu bukan ALAM-SORGA, arwah ibu-ibu ini sadar atau tak menyadari bahwa, ia masih harus menjalani Alam gaib GENTAYANGAN. Saat Leluhurnya di-Alam Barzah memanggilnya, mereka menolaknya, karena Arwah Kuntilanak beranggapan Alam-Barzah bukan tempat baginya, melainkan Alam-Sorga yang patut untuknya. Sedangkan perlu diketahui SORGA itu baru ber-penghuni setelah HARI–BERBANGKIT dilalui. Jadi proses perjalanan Arwah yg harus dilalui sampai mencapai Alam-Sorga, masih amat jauh waktunya, bahkan dapat saja mencapai jutaan tahun lamanya, lama & tidak keberadaan Arwah di Alam–Gentayangan, Alam–Penantian, Alam–Kubur, Alam Leluhur–Langit, Alam–Hari–Berbangkit, sampai mencapai Alam–Sorga, tergantung dari Iman dan Ilmu-Pengetahuan Sang ARWAH .

Barang siapa buta di–Dunia ini, niscaya arwah itu lebih buta lagi, mana kala berada di Alam–Gaibnya dan kebingungan, tak tahu mana jalan yang BENAR!.

2. Arwah ibu-ibu ini semasa hidupnya dahulu sebagai manusia, tidak percaya adanya Gaib. Mereka hanya percaya adanya Alam–Neraka & Sorga, sedangkan Alam–Gentayangan, Alam–Penantian, Alam–Kubur dan seterusnya tidak dipercaya keberadaannya, kalaupun dipercayainya, hanya sekedarnya belaka, tanpa hendak dipelajari & ditekuninya, sehingga saat selesai menjalani manusianya, dan telah menjadi Arwah jadi penasaran lagi kebingungan !

3. Semasa hidupnya sebagai manusia, tak punya hubungan baik & sopan–santun terhadap Masyarakat–Gaib, terutama terhadap Arwah-arwah Leluhurnya sendiri, akibatnya Arwah-arwah ini Gentayangan, tak punya tempat tinggal yang tetap di Alam-Gaib, alias tak punya KTP-G. Dan berbagai penyebab lainnya.

KOMENTAR.:

Tidak semua ibu yang wafat dalam keadaan hamil, harus menjadi Kuntilanak !. Mereka yang ikhlas dengan kematiannya dan bersedia menerima apa adanya, apalagi yang ber–iman adanya kehidupan sesudah kematiannya secara baik dan benar, serta bersedia menjalani Alam–Penantian, dst. Niscaya akan selamat, maka besar kecilnya kenikmatan yang akan diperoleh tergantung dari sedikit dan banyaknya perbuatan-perbuatan baik & mulia, yang pernah diperbuat semasa hidupnya sebagai manusia, terutama bila memiliki Ilmu–Pengetahuan dan Tehnologi yang dikuasainya secara professional, pasti akan mendapatkan pekerjaan dan jabatan yang baik !.

Sebab itu, Ilmu-Pengetahuan & Tekhnologi perlu dikuasai, disamping berbudi luhur, karena kehidupan di Alam Penantian tak ubahnya seperti kehidupan di Alam–Dunia–Fana–Manusia !.

CARA MENGATASINYA.:

1. Jika anda berjumpa dengan Kuntilanak, berikan kesadaran padanya & perlakukanlah dengan cara lemah–lembut, meskipun ia menampakkan wajah berang & mengamuk, karena begitulah penampilannya yang pertama, ia masih menaruh curiga yang negatip, terhadap semua manusia. Alias masih sedemikian kuat rasa penasarannya.

2. Bila anda takut bertatap muka dengan Kuntilanak atau anda khawatir akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan, maka boleh anda memakai se-orang Mediator & ditemani beberapa orang, tetapi cukup dua orang saja untuk menemani anda, sebab jika terlalu banyak orang yang hadir,biasanya Kuntilanak tak mau menyurupi Mediator, karena getaran aura–manusia yang terlalu banyak, akan mempengaruhi dan mempersulit Gaib–Kuntilanak untuk dapat masuk kedalam raga Mediator !.

3. Biasanya pada awal penampilan, Kuntilanak yang telah masuk keraga Mediator belum dapat diajak berkomunikasi, karena magnetisme Gaibnya masih terlalu kuat, akibatnya ia belum dapat mendengar dan melihat anda di Alam–Fana–Manusia. Maka esok harinya ulangi pemanggilan itu, kalau belum juga dapat diajak berkomunikasi, ulangi lagi esok hari, minimal tiga kali pemanggilan, umumnya Arwah itu baru dapat diajak berkomunikansi. Usahakan pemanggilan itu lewat tengah–malam !.

4. Jika anda berhasil membujuknya, agar mau masuk Alam–Barzah, maka langkah berikutnya suruh ia keluar dulu dari raga Mediator, lalu panggillah salah seorang Arwah LELUHURNYA yang bersedia membantu, tanpa menyebut nama sekalipun, Arwah–Leluhurnya pasti datang. Dan bermohonlah agar cucunya itu, diurus agar dapat berdomisili atau dapat bertempat tinggal di–Alam–Barzah.

5. Apabila kedua bela pihak setuju, maka anda telah menyelamatkan ma chluk TUHAN di Alam–Gaib. Ini suatu prestasi yang tak ternilai & anda akan dikenal oleh Masyarakat Gaib, sebagai Juru–Selamat mereka.

6. Suatu saat, manakala anda selesai menjalani kehidupan sebagai manusia, dan sebagai Arwah di Alam-Gaib,maka mereka yang pernah anda tolong, akan berbondong–bondong menjemput anda, mengantar anda ketempat yang baik lagi indah, sesuai dengan amal kebaikan yang pernah anda buat. Tiada perasaan takut ataupun kesepian, yang ada hanya perasaan tenang, senang dan nyaman.

7. Berbuatlah amalan–muliasebanyak-banyaknya bagi masyarakat–gaib, jika anda tak mampu menolong manusia di–Alam–Fana ini, karena menolong ma nusia membutuhkan beaya dan tenaga yang terkadang amat besar, dimana anda tak punya kemampuan untuk itu, sedangkan menolong Gaib, tanpa beaya uang, kalaupun harus mengeluarkan uang, tidak akan terlalu membebani, hanya anda korbankan sedikit waktu tidur malam, dan masalah yang kiranya membebani, dapat dinegosiasikan, dengan tawar–menawar, sampai mencapai kesepakatan, menurut kemampuan dan kesanggupan anda. Tiada paksaan sedikitpun, atau keterikatan yang dapat mengganggu aktivitas kita di–Alam–Fana–Manusia !.

8. Maha-Pemurahnya TUHAN, karena beramal sedekah bukan monopoli orang-orang kaya saja, melainkan si-miskin sekalipun, dapat beramal sedekah tanpa beaya sedikitpun, namun memiliki nilai pahala yang seimbang dan dapat melebihi dari mereka yang jauh lebih kaya, dengan menolong masyarakat gaib yang patut kita tolong, melakukan amal sedekah gaib, dan amal-amal positip lainnya bagi Alam-Gaib!.

9. Inilah salah satu rahasia dari banyaknya manfaat ke–KHALIFAH–an, yang telah di–Anugerah–kan kepada umat manusia, sebagai keturunan bani ADAM & HAWA, BHAGAWAN DAKSA & NILALOHITA yang bertebaran dimuka Bumi dan beranak tinak dikolong Langit !.

10. Semua manusia itu sebenarnya Kaya–Raya, hanya ketidak tahuan yang menyebabkan ia merasa miskin dan tak sanggup bersedekah. Boleh saja di-Alam-Dunia-Fana-Manusia ini ada yang Kaya dan ada pula yang Miskin, ada yang Kuat dan adapula yang Lemah, namun alangkah muskilnya, bila ada manusia yang tak sanggup berbuat Amal–Soleh.

11. TUHAN Shang Pencipta, telah memberikan kesempatan yang selebar–lebarnya, maka setelah dfiketahui akan semua ini, diharapkan kami semua berbuat amal mulia sebanyak mungkin, agar dapat mencapai keselamatan Dunia & keselamatan Akhiraat, tanpa memandang status, ras, golongan, keturunan dan semua faham yang akan memecah belah semua machluk-machluk ALLAH, yg bertebaran dijagad Alam–Raya–Semesta ini !.

HANTU–POCONG :

Hantu–Pocong adalah arwah manusia yang baru wafat dan dalam kondisi kebingungan di Alam Gentayangannya, dan masih memakai baju dari kain kafan, kadang kain kafan yang dikenakan putih bersih, berbau harum, tetapi ada yang kotor penuh bercak-bercak lumpur dan ada pula penuh dengan bercak-bercak darah, berbau busuk obat-obatan bercampur bau busuk mayat.

Jika ada Hantu–Pocong yang menampakkan diri pada manusia, sebenarnya penampilannya itu bermaksud meminta tolong pada manusia, dan sama sekali tidak bermaksud menakuti manusia, hanya manusialah takut melihatnya. Sesungguhnya Hantu–Pocong itupun dalam keadaan yang mencekam dan takut di Alam–Gaib–Gentayangannya, maka jika anda berjumpa dengannya& anda merasa panik dan ketakutan, lalu melarikan diri, ketahuilah H–P (Hantu–Pocong) itu jauh lebih ketakutan dari anda, sehingga lantaran paniknya H–P itu mengikuti kemana anda lari, seolah–olah mengejar anda !.

Sebaliknya jika anda tenang & tak merasa takut sedikitpun, maka H–P itu juga tenang, berilah kesadaran padanya, dengan memberitahukan bahwa ia tak mungkin akan menjadi manusia lagi, lalu berdoalah untuknya, agar H–P itu dapat diterima di–Alam– Barzahnya. Kalau anda merasa takut, dapat juga anda bersama–sama teman anda,berDoa untuk arwah si–Pocong itu. Jika Doa anda bersama teman–teman dikabulkan, maka H–P itu ta’akan pernah terlihat lagi di–Alam–Fana–Manusia. Sebenarnya H–P tidak selamanya memakai seragam kain kafan, ada juga yang memakai pakaian jas lengkap dengan dasi, sarung tangan dan memakai sepatu, kalau itu pria.Sedangkan wanitanya tampil menggunakan, pakaian pengantin, ada juga yang menggunakan jubah, bahkan ada yang tampil dengan pakaian compang camping, sampai yang telanjang, tanpa busana sedikitpun, namun tubuhnya dipenuhi Lumpur, dsb. Semua itu tergantung dari tradisi Agama & Kepercayaan yang dianutnya, atau dapat juga pakaian yang sedang dikenakan saat wafat. Misalnya, seorang serdadu yang gugur dimedan perang, biasa sering arwahnya tertampak di–Alam–Dunia–Fana–Manusia, memakai seragam militer,bila ia wafat tertembak, maka lubang peluru pada pakaiannya & luka dibagian tubuhnya akan terlihat, dengan lumuran darah segarnya..

Namun bagi arwah yang sudah diterima di Alam–Barzahnya, maka penampilan serupa itu sudah tak berlaku lagi, tetapi bisa juga arwah itu mau menampilkan baju apa saja yang dimiliki & diingininya, asalkan ia sudah di Alam–Barzah. Tapi umumnya semua Arwah yang baru pertama kali tampil di Alam–Fana, tidak akan dapat berbicara dengan manusia. Dan pemunculan Gaib sehingga tertampak oleh manusia tertentu, ada aturan dan undang-undangnya, dengan demikian tidak semua Gaib dapat muncul di Alam–Fana–Manusia, sebaliknya tidak sambarang manusia yang sanggup melihat Gaib!. Ini adalah Rahasia TUHAN !.

KOMENTAR :

Jangan suka mempercayai sesuatu yang belum diketahui ke–BENAR–annya , sebab jika sifat TUHAN Yang Maha Pengabul itu, mengabulkan keyakinan anda, maka yang anda yakini berlaku untuk diri anda.

Definisi :Barang siapa mempercayai suatu pendapat, baik yang di dengar dari orang lain , maupun ide itu timbul dari diri sendiri, maka hukum itu berlaku bagi dirinya dan tidak berlaku bagi orang lain yang tak mempercayainya !

Waspada :Misalkan, kalau ada seseorang berkata dan berpendapat, jika memakai baju/busana tidak sampai menutup mata kakinya, maka ia akan terkena SIKSA–NERAKA !.

Jika anda meyakini itu pendapat yang benar, maka hukum itu berlaku bagi diri anda, dan tidak berlaku bagi orang lain yang tidak membenarkannya. Mereka yang tidak membenarkan itu berkesimpulan, itu BUKAN TINDAK KEJAHATAN,KENAPA HARUS MASUK NERAKA ?. APAKAH TUHAN SEKEJAM ITU ?.KALAU ORANG ITU BERPENDAPAT SEMACAM ITU, BERARTI IA TELAH MENGABAIKAN SIFAT TUHAN YANG MAHA PENGAMPUN !. MAKA AKU TAK DAPAT MENERIMA PENDAPAT SEMACAM ITU DAN AKU SAMA SEKALI TIDAK AKAN MEMBENARKAN PENDAPAT YANG MENYESATKAN ITU!.

PERHATIAN :

JANGAN SUKA MEMBUAT PERATURAN-PERATURAN YANG DAPAT MEMBEBANI DAN MEMBUAT ANDA TERSIKSA DI AKHIRAAT NANTI !.

DAN JANGAN PULA MEYAKINI SUATU PENDAPAT, YANG TIDAK BENAR, DIMANA BUKAN TINDAK KEJAHATAN, HARUS MASUK KEDALAM NERAKA !.

SEBALIKNYA, JANGAN PULAMEMBENARKAN , SUATU PENDAPAT YANG JELAS DAN NYATA, ITU SUATU KEJAHATAN YANG AMAT KEJI, TETAPI DIJAMIN MASUK SYURGA!.

BARANG SIAPA MEBENARKAN DAN MEYAKINI SUATU PENDAPAT, MAKA BERLAKULAH HUKUM ITU BAGINYA, DAN TIDAK AKAN BERLAKU HUKUM ITU BAGI MEREKA YANG TIDAK MEMBENARKAN& TIDAKMEYAKININYA !.

INILAH GUNANYA, MENGAPA SEMUA MANUSIA DITETAPKAN SEBAGAI PEMIMPIN-PEMIMPIN DIMUKA BUMI. MAKA SETIAP PEMIMPIN AKAN DIMINTAI PERTANGGUNGANJAWAB TERHADAP APA YG DIPIMPINNYA & PENDAPAT YG DIYAKINNYA!.

POLITIK yang dilaksanakan manusia umumnya, hanya mencari kemenangan dan merebut pendukung se–banyak –banyaknya, dengan menghalalkan segala macam cara !.Apabila strategi semacam ini, sampai memasuki bidang etika dan moral, apalagi memasuki bidang ke–TUHAN–an, maka yang salah bisa jadi benar & yang benar bisa berubah menjadi salah.Jika hal ini dibiarkan terjadi dan berlangsung, maka akibatnya Negara akan menjadi KACAU–BALAU, dan tidak lagi memiliki JATI DIRI BANGSA. akhirnya Bangsa ini akan terkatung–katung kebingungan, ditengah-tengah gelombang samudra kemajuan Bangsa–Bangsa di–Dunia !. Bangsa yang tidak lagi mempunyai pendirian, kalaupun mengatakan punya pendirian, namun pendirian itu berpijak pada landasan yang KELIRU/TIDAK BENAR, maka nantikanlah akan detik–detik KEHANCURANNYA. Karena setiap ide dan gagasan yang baik dan benar lagi amat bermanfaat, pasti ditekel atau digagalkan oleh mayoritas yang merasa dikalahkan. Kare na inilah POLITIK, mereka tidak lagi menilai baik, benar dan bermanfaat bagi Bangsa & Negara, apabila itu merugi kelompok & golongan mereka, pasti mereka akan berusaha menghancurkannya. Minoritas berusaha membangun namun mayoritas menghancurkannya, betapa besarnya KERUGIAN yang harus ditanggung Negara, jadi sampai kapankah Bangsa & Negara ini dapat maju, dan BANGKITditengah-tengah kertepurukan semacam ini, jika seluruh rakyat tidak hendak menyadarinya ???.

Barang-barang import lebih disukai daripada barang-barang buatan dalam Negeri, Jati–Diri–Asing lebih digemari daripada Jati–Diri–Bangsa sendiri, malu kiranya menyebut sebagai Bangsa sendiri, hanya terpaksa saja & tak dapat mengelak, karena passport dan KTP nya menyebut tentang kebangsaannya. Ideologi Bangsa sendiri yang amat dihormati oleh Bangsa-Bangsa lain dicampakan, sedang Ideologi import disandangnya. Tak seorang Presiden pun yangtelah turun dari Singgasana, dihormati jasa-jasanya, yang diketahui hanya segi negatifnya belaka, ibarat karena nila setitik, ru saklah susu sebelanga. Karena satu kesalahan, maka sirnahlah amal-amal mulia yang telah begitu banyak diperbuatnya.

ADAKAH SEORANG MALAIKAT, YANG AKAN MENJADI PRESIDEN

DI–NEGARA INI ???.

Masing-masing kelompok Partai, menampilkan Ideologi-Ideologi Importnya, tanpa disadari Mereka telah menghancurkan, bahkan akan memusnahkan Ideologi Bangsa sendiri yang amat luhur!. Bangsa yang dahulu dikenal sebagai Bangsa yang amat Ramah-Tamah & murah seyum, berubah menjadi Bangsa Pemarah, angkuh dan kalaupun tersenyum,namun SENYUM–YANG–MENAKUTKAN !.

MAKA TERCATATLAH DALAM KITAB DEWATA & LAHUL MAHFUZ SEBAGAI BANGSA YANG DURHAKA!.

Leluhur dan Pahlawan Bangsa lain dihormati, bahkan dijunjung tinggi, dengan merendahkan dan melupakan para Leluhur dan para Pahlawan Bangsa sendiri. Apalagi hendak meneladani dan meneruskan perjuangannya yang luhur. Yang diperjuangkan hanyalah kepentingan Bangsa lain, dengan menanamkan Jiwa dan Bahasa Bangsa asing. SUMPAH–PEMUDA hanya sekedar seremonial belaka, yang tidak mempunyai makna apa-apa !.

Akibatnya para Leluhur dan para Pahlawan bangsa sendiri kelaparan, dahaga dan kebingungan di–Alam–Gaibnya, anak cucunya tidak tahu dan tidak memahami tentang itu. Tanpa disadari mereka bahkan memberikan makanan, & kenikmatan kepada Leluhur Bangsa lain !.

Meskipun para Leluhur sudah melalkukan demo dengan berbodong–bondong merasuki tubuh para siswa sekolah dan para pekerja, malah mereka mengira itu syeitan, dan diusirnya dengan cara kasar!.

DI–AKHIR–ZAMAN SEPERTI SAAT INI, JANGANKAN MALAIKAT JIBRIL YANG TURUN KE–BUMI DENGAN MENAMPAKKAN DIRI, MAKA SEANDAINYA TUHAN SEKALIPUN, YANG BERKENAN TURUN KE–BUMI & MENAMPAKKAN INDENTITAS–NYA, NISCAYA UMAT MANUSIA AKHIR–ZAMAN TIDAK AKAN PERCAYA, MEREKA AKAN MENUDUH ITU ADA LAH SYEITAN YANG MENYAMAR SEBAGAI TUHAN !, SEDANGKAN PARA ILMUWAN BERANGGAPAN ITU ADALAH FENOMENA ALAM !. TUDUHAN NEGATIF ITU MAKIN MENJADI–JADI, SEKIRANYA APA YANG DI–FIRMAN–KAN TUHAN ITU, BERTENTANGAN DENGAN KEYAKINAN NYA YANG TELAH MENDARAH DAGING!. BAGAIMANAKAH MANUSIA AKHIR–ZAMAN INI DAPAT MENGENALI AKAN TUHAN, SEDANGKAN SEMUA YANG GAIB DIKIRANYA SYEITAN !.

BAGAIMANA MANUSIA AKHIR–ZAMAN INI DAPAT MENGENALI TUHAN NYA YANG MAHA-GAIB, SEDANGKAN MENGENAL MACHLUK-MACHLUK GAIB DI SEKITARNYA, TAK DIPAHAMINYA ?.

Mereka melarang orang lain mempercayai sesuatu yang TAHYUL, tetapi yang mengheran mereka malah menyembah Sesuatu yang tidak diketahui & tidak dimengertinya, bukankah itu sama tahyulnya ?.

Kalaupun mereka pandai berbicara tentang yang GAIB, makaituhanya merupakan WARISAN DAN CERITERA yang didengarnya dari orang lain, dengan tidak hendak lebih jauh diselidiki dan dibuktikan ke–BENAR–annya !. Meskipun Pancaindera–Lahiriah ini tak dapat membuktikannya, namun akal–sehat–ilmiah manusia pasti dapat membuktikan ke–BENAR–an itu.!.

Bagaimana mereka dapat membuktikan, sedangkan Akal–Sehat yang ada pada dirinya sudah direndahkan dan dihinakannya!. Ketahuilah AKAL–SEHAT adalah KARUNIA TUHAN YG TERBESAR bagi Umat–Manusia, maka Hargailah dan Hormatilah, KARUNIA TUHAN YG TERBESAR itu. Amiin!.
INFORMASI TELEPHATY TINGKAT MALAKUT.:

Seusai HARI–BERBANGKIT nanti, ada segolongan machluk yang ingin jumpa Nabi yang amat dicintainya, setelah mereka bertatap muka, ternyata golongan itu merasa kecewa, sebab apa yang disabdakan dan yang diajarkan Nabi itu, tidak sesuai dengan ajaran yang diterimanya di Bumi saat masih hidup sebagai manusia dulu kala, bahkan golongan itu, menuduh itu adalah Syeitan yang menyamar sebagai Nabi !.

Maka berbondong-bondong mereka meninggalkan Nabinya, yang disangkanya Syeitan, mereka berjalan terus dan terus berjalan,hingga berjumpa dengan Malaikat Jibril dan mengajak golongan itu untuk menemui Tuhan Penguasa Jagad–Alam–Raya–Semesta.Karena kebingungan tak tahu jalan, dengan terpaksa mereka mngikuti saja ajakan itu, meskipun mereka masih ragu benarkah itu Malaikat Jibril atau Syeitan yang menyamar ?.

Sesampainya di Alam–Brahma atau Alam–TUHAN–Semesta–Alam, mereka tak melihat apa-apa kecuali Cahaya–Seribu–Kali–Cahaya–Matahari (WIWASWAN), yang dilapis oleh Seribu–Tirai–Kelambu, namun kembali kecewa karena jawabanNya, serupa dengan Nabi yang disangka Palsu, bahkan kaki, tangan dan ang gota tubuh lain yang ada pada dirinya sendiri, telah berkata dan menyatakanBENAR, segala apa yang disabdahkan Nabi dan segala apa yang telah dijawab oleh firman TUHAN itu, tetapi karena bertentangan dengan ajaran yang diyakininya, semasa hidup mereka sebagai manusia tempo–dulu, mereka dengan garang menolak jawaban itu, bahkan menuduh itu adalah IBLIS yang menyamar sebagai Tuhan, dan menggunakan ilmu–Sihirnya untuk menipu, sehingga tangan, kaki dan anggota tubuh lain dapat ber–kata–kata !.

TUHAN–Seruh–Sekalian–Alam tidak marah, dengan amat Lemah–Lembut berFirman kepada mereka, untuk mencari sendiri Tuhan dan Nabi mereka !. Keluarlah mereka dari Alam–Tuhan, berjalan dan berjalan terus, disaat keletihan, tiba-tiba terdengar ada suara yang memanggil. Dan berbondong-bondonglah mereka kearah sumber suara itu. Terjadilah dialog yang panjang lebar, dan Suara itu membenarkan semua keyakinan & ajaran yang telah diterimanya tempo dulu, semasa masih hidup sebagai manusia di–Planet–Bumi. Dengan serta merta mereka ramai-ramai menyembah sujud, sama menangis terharu, disertai tetesan air mata gembira, mereka berkata :”Engkau–lah, Tuhan kami yang sebenarnya !.” Dan alangkah kercewanya mereka, ketika mereka digiring masuk kedalam NeRaka yang amat pedih, ber–ramai–ramai mereka berteriak kesakitan dan minta tolong, tetapi semua sudah amat terlambat, mereka yg tersesat itu tidak tertolong lagi, karena sesungguhnya yang membenarkan keyakinan mereka itu, tidak Lain adalah Raja-Iblis. !!!!!!!!!!!!!!!!!!…..???????????.

Maha–Benar TUHAN dengan segala Firman–NYA. Tiada Tuhan Kecuali DIA.

“Barang siapa buta di–planet–Bumi ini, niscaya ia akan lebih buta lagi, bila telah menjadi Arwah, dan tidak mengenal akan Nabi-nya, terlebih lagi mereka tak mengenal akan TUHAN–nya Yang–Maha–Gaib!”.

Maha Benar ALLAH dengan segala Firman–NYA !. Tiada TUHAN kecuali ENGKAU !.

Mereka telah memuja-muji dan menyembah,terhadap sesuatu yang amat JAHAT dan amat KEJI!. Tiada yang disembah kecuali yang di–SUKAI–nya. Maha Benar ALLAH dengan semua Firman–NYA!. A M I I N ………………………..

Demikianlah getaran gelombang telephaty yang diarahkan ke Alam Gaib menembus lima–lapis–Langit–Terbesar Alam–Raya–Semesta, hingga mencapai pada ketinggian Langit –Alam–Malakut atau Alam–Para–DEWATA !.

Pekerjaan semacam ini tidak semudah yang diperkirakan, umumnya orang belajar ilmu–Telephaty, hanya dipakai sesama murid yang telah mahir, tetapi jarang sekali atau sedikit sekali yang menggunakan Ilmu–Telephaty, untuk mengadakan kontak komunikasi terhadap Alam-Gaib, maka untuk mencapai kontak komunikasi Telephaty pada demensi Alam–Gaib–Tingkat–Langit, dibutuhkan latihan & ketekunan, yang ber–tahun–tahun lamanya!.

Untuk mencapai getaran Telephaty, mnenembus lapis langit–demi lapis Langit yang jauh lebih tinggi, dibutuhkan Gelombang–Frekwenti–Amat Tinggi dan Amat–Kuat !. Tak ubahnya Pemancar–Radio dan Penerima yang sudah kita kenal dan kita gunakan setiap hari, di–Akhir–Zaman ini, namun yang paling sulit, manakala Telephaty kita yang telah menembus Langit itu, dijawab oleh Penghuni–Langit. Karena jawaban itu umumnya, berbentuk bunyi Frekwensi Tinggi, yakni terdengar jawaban berupa suara desing yang panjang, ibarat bunyi kaset tapecorde yang dipercepat, sehingga kita tidak akan tahu apa yang sebenarnya terdapat dalam kaset itu, namun bila putaran kaset itu diperlambat sampai pada kecepatan Normal, maka kita akan tahu kata–kata yang ada pada kaset tersebut !. Demikian pula jawaban Telephaty dari Langit itu harus diperlambat, hingga mencapai frekwensi–normal, baru dapat dipahami. Namun kiranya perlu diketahui, kata–kata itu ternyata bukan berbentuk bahasa manusia, dan tidak dapat ditulis, karena tidak memakai huruf !. Melainkan berupa bahasa FIRASAT atau bahasa ILHAM !. Disini dibutuhkan ke–PEKA–an amat tinggi, dalam mengartikannya kedalam bahasa yang dimengerti manusia !. Mungkin inilah Rahasia Tuhan, atau Rahasyam Utami, yang tidak mudah untuk dicapai dan dimengerti oleh sembarang Manusia!.

Sengaja agak diperpanjang, sedikit dirinci masalah ARWAH, karenauntuk memasuki tahapan pelajaran berikutnya, akan lebih mudah dan yang penting hilang sudah ke–RAGU–an, dalam memahami masalah yang Gaib, dimana sebelumnya masih dianggap TABU atau dilarang mengenal yang GAIB!.

Memang ada beberapa hal yang patut di–WASPADA–i, dalam ber–IMAN pada Alam GAIB, antara lain sebagai berikut.:

1. Takut jatuh pada kemusyrikan,atau menyekutukan TUHAN!. Definisi Syirik atau menyekutukan TUHAN adalah, menyamakan atau mensederajatkan TUHAN dengan sesuatu, yang tidak pada posisi sebenarnya, yang berakibat Tuhan direndahkan, atau dihinakan, dibenci, dimusuhi !. Karena arti SYIRIK = Iri–hati, dengki, membenci, memusuhi, menghina, mencemoohkan, merendahkan dan yang serupa itu!. Menyekutukan TUHAN dengan Manusia, itu sama artinya penghinaan terhadap TUHAN, karena manusia awam dinilai amat rendah dan merupakan machluk ciptaan TUHAN, maka menyamakan TUHAN dengan machluk ciptaan-NYA, adalah suatu PELANGGARAN!.

2. Dengan demikian bergaul dan bersahabat dengan masyarakat Gaib, sepanjang Gaib itu tidak dikategorikan sebagai TUHAN Sang Pencipta, dan kita tahu machluk-machluk Gaib itu juga Ciptaan TUHAN, maka TIDAK DAPAT DITUDUH SYIRIK!.

3. Tetapi bisa saja TERSESAT, dan ber–DOSA, bila pergaulan & persahabatan antara manusia dengan machluk–Gaib itu, menimbulkan perbuat an asusila, tindak kriminalitas, penipuan, kejahatan, kekejian, sadisme& dan sejenisnya!. Sama saja pergaulan antar sesama manusia, bila kita bergaul dengan orang–orang yang nakal dan jahat, apabila tak sanggup mengendalikan diri, niscaya akan tersesat dan berlumuran-DOSA!.

4. Sebab itu pandai-pandailah bergaul dengan masyarakat Gaib, bertemandan bersahabatlah dengan mereka (Gaib) yang berbudi–luhur, yang Cendikia, yang baik dan penyabar, agar banyak hal yang bermanfaat diperoleh, demi keselamatan dan kebaikan bersama, di–Dunia sampai ke–Akhiraat !.

5. Bermohonlah kepada TUHAN, sebelum bergaul dengan Masyarakat–Gaib, agar TUHAN mempertemukan dengan Gaib yang berbudi-luhur, cendikia, yang bermanfaat & menyenangkan. Dijauhkan dari Gaib yang jahat dan dijauhkan pula dari machluk-machluk Gaib yang menyeramkan & mengerikan, yang menyebabkan kami ketakutan !.

6. Dengan demikian, pergaulan dan persahabatan kita manusia terhadap Gaib, melalui dan atas izin serta kehendak TUHAN, dan kita senantiasa dalam bimbingan–NYA !.AMIIN.

7. Sopan–Santun dan Tutur–kata harus selalu dipelihara, dijaga & dipertahankan, demikian pula segala peraturan dan undang-undang yang berlaku antara Alam–Fana–Manusia terhadap Alam–Gaib, wajib senantiasa ditaati. Maka disini kita sebagai manusia harus memiliki DISIPLIN & Mental yang KUAT lagi TEGUH!.

8. Apabila anda dapat melihat & berkomunikasi dengan Gaib, usahakan tidak melayani Gaib saat kita berada ditengah–tengah khalayak ramai. Atau kita pura–pura tidak melihat & tidak mendengarkan, apa yang di beritahukan Gaib, dapat juga katakan pada Gaib, kita bicara ditempat yang sunyi (tak ada orang lain). Semua ini untuk menghindari, agar kita tidak disangka abnormal atau tak waras, sebab boleh jadi Gaib itu hanya kita saja yang lihat, sedangkan orang lain tak melihatnya.

9. Usahakanlah agar tidak terlalu jauh memasuki Alam–Gaib, cukup 10% Hingga 20% saja, karena dikawatirkan jika terlalu jauh masuk dalam demensi Alam–Gaib, tubuh kita berjalan di Alam–Fana –Manusia, namun Pancaindera kita bereaksi dan beraksi di –Alam –Gaib. Sebagai contoh.:Bila kita terjerumus jauh ke–demensi Alam–Gaib, saat kita menyaksikan acara warta berita di T.V.,tiba-tiba kita tertawa terbahak-bahak, karena yang kita lihat adalah acara humor yang menggelitik perut pada T.V.Gaib.

10. Boleh jadi karena sering terjadi hal–hal yang negatif, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, maka kebanyakkan orang tidak hendak ingin mengetahui ilmu–pengetahuan & teknologi Alam–Gaib, karena beresiko tinggi lagi amat berbahaya!.

11. Apabila semua orang tak ingin mempelajari ip–tek Alam–Gaib, maka jika suatu saat, ada orang tiba–tiba kesurupan, atau sakit karena mendapat teguran dari Gaib atau orang yang terkena sihir/tenung, dst…………. Maka siapa pula yang sanggup mengobatinya? Karena tidak ada orang yang Ahli–Tentang–Gaib!.

12. Satu hal lagi yang kiranya amat penting guna diketahui yaitu, jangan kira atau menduga, bila sudah berkenalan dengan Gaib, kita sudah pasti selamat & aman, Dunia–Fana kita !. Berkenalan dengan Gaib, bukan berarti kita mengandalkan semuanya kepada mereka yang ada di Gaib. Bekerja dan berusahalah sebagai manusia umumnya, dalam mencari nafkah guna menghidupi diri & keluarga, kita sebagai manusia dapat saja sakit, mendapatkan kecelakaan, sial, dan sebagainya, kalau tak berhati–hati, dan jangan sekali–kali memperSalah kan mereka yang di–Gaib, karena mereka bukan penjaga diri kita !.

13. Berkenalan dengan Gaib, bukan berarti kita menjadi SAKTI!. Untuk menjadi Sakti, itu merupakan kurikulum atau merupakan mata pelajaran tersendiri. Tetapi segala apa yang sedang kita bahas sekarang ini, tidak mengarah pada masalah ke–SAKTI–an, melainkan hanya sekedar :

a. Belajar mengetahui secara ilmiah,adanya GAIB .

b. Berkenalan yang saling menguntungkan kedua belah pihak, keuntungan dibidang Ilmu–Pengetahuan dan mendapatkan pengalaman baru yang bermanfaat. (ber-IMAN pada yang GAIB).

c. Demi mencapai keselamatan Dunia dan keselamatan Akhiraat.

d. Untuk menyempurnakan BUDI–PEKERTI, agar lebih meningkat dan lebih baik dari apa yang sudah dimiliki sebelumnya.

e. Kemudian kita masuk bidang KERJA–SAMA antara GAIB terhadap NYATA dan sebaliknya, dalam hal-hal yang MULIA & bergu na bagi semua pihak.

f. Agar kita mengetahui, bagaimana cara dan yang dimaksud dengan MENJAGA–HAK–ASASI–ALAM GAIB. Sebaliknya diharapkan demikian pula agar Masyarakat–Gaib mengetahui dan bersedia menghormati HAK–ASASI–MANUSIA.

g. Bekerja–sama dengan Alam–Gaib, guna memberantas segala kejahatan atau memberantas semua bentuk tindakan KRIMINAL.

h. Mengikut sertakan Alam Gaib dalam MENATA–NEGARA dan BANGSA , hingga menjadi & mencapai MERCU–SUAR–DUNIA. Sebagaimana yang telah di–isyarat–kan, dalam hampir semua Kitab–Kitab–Suci, dan para PERAMAL–TINGKAT–DUNIA.

i. Sampai mencapai ke–PEMIMPIN–an TUHAN Semesta–Alam, terhadap Negara dan Bangsa, bahkan semoga TUHAN berkenan pula menjadi Maha–PEMIMPIN dari semua kepemimpinan yang ada, diantara Negara–Negara & Bangsa–Bangsa di–Planet–BUMI ini, baik di Gaib maupun di–Alam–Dunia–Nyata–Manusia, baik di–BUMI ini, dan sampai ke Angkasa–Raya, yang selama ini diDOMINASI dan dipe rebutkan umat Manusia & Machluk–Machluk lain, sehingga Bumi dengan segala isinya menjadi kacau balau dan berantakkan !.

j. Wahai TUHAN kami, Selamatkan, Damaikan, Merdekakan, Baha giakan dan BEBAS DERITAKANLAH SEJATI nan ABADI, ALAM–RAYA–SEMESTA dengan segala ISI–nya, menuju kesempuraan didalam meng–ABDI pada MU, hingga memcapai pada kesempurnaan dalam meng–ABDI pada MAHA–PURUSA–AWAL & MAHA–PURUSA–TEMPAT–BERAKHIRNYA SEGALA YANG ADA!.A M I I N

MAKA TIADA YANG LEBIH INDAH DALAM KEHIDUPAN ALAM–RAYA– SEMESTA INI, KECUALI TERKABULNYA SEGALA KEINGINAN DAN CITA–CITA AGUNG INI, MENJADI KENYATAAN & KEBENARAN YANG PASTI!.

Namun yang menjadi pertanyaan dan merupakan kendala terbesar ada lah, ”BERKENANKAH SEMUA MACHLUK DIPLANET–BUMI INI, dan SELURUH JAGAD ALAM–RAYA–SEMESTA ini, BERSEDIA MENGEMBALIKAN ke–PEMIMPINAN–nya, kepada TUHAN Semesta–Alam?.

Saya yakin, tidak semua machluk baik di–Alam–Gaib, maupun di–Alam–Nyata–Manusia ini bersedia mengembalikan ke–PEMIMPIN–an yang dipikul dan disandangnya, untuk dikembalikan kepada TUHAN Semesta Alam !. Tapi biarlah bagi mereka yang yakin dan membenarkan BERITA–AGUNG ini, senantiasa berdoa dan bermohon, agar TUHAN Semesta–Alam berkenan untuk menjadi Maha–Pemimpin dari semua kepemimpinanyang ada. Agar KE SELAMATAN, KEDAMAIAN, KEMERDEKAAN, KEBAHAGIAAN DAN BEBAS–DERITA–SEJATI–nan–ABADI, MELIPUTI ALAM–RAYA–SEMESTA dengan SEGALA ISI–NYA, guna menuju dan mencapai ke–SEMPURNA–an pada tingkat peng–ABDI–an terhadap MAHA–PURUSA–YANG–MAHA–TAK TERJANGKAU–AWAL dan MAHA–PURUSA–MAHA–TAK–TERJANGKAU–TEMPAT–BERAKHIRNYA–SEGALA–YANG ADA !. HIDUP ADALAH PERJALANAN, PERJALANAN ADALAH PERJUANGAN, PERJUANGAN ADALAH PENGABDIAN, PENGABDIAN adalah PENGORBANAN. MAKA TIADA HIDUP DI–DUNIA SINI, TERLEBIH HIDUP DI–DUNIA SANA, MELAINKAN SEMUA HARUS DILALUI DENGAN ANEKA PENGORBANAN !. SELAMAT DAN TIDAKNYA SESUATU, TERGANTUNG DARIBENAR dan TIDAKNYA PENGORBANAN ITU !. BAHAGIA DAN TERSIKSANYA SESUATU, TERGANTUNG DARI PERBUATAN DAN NIAT YANG TELAH DILAKUKANNYA!. TINGGI dan RENDAHNYA DERAJAT SESUATU, TERGANTUNG dari nilai ke–MULIA–an ILMU–PENGETAHUAN & TEKNOLOGI yang TELAH DI–AMAL–KANNYA!. MULIA dan HINA–nya SESUATU, TERGANTUNG DARI PENILAIAN dalam PENAMPILAN, KEBIJAKSANAAN, KESERASIAN, KEADILAN, KEJUJURAN, KESABARAN, KESEIMBANGAN, KETEKUNAN, KETEGUHAN, KEBENARAN, SOPAN-SANTUN, MENGHORMATI DAN MENGHARGAI PENDAPAT ORANG LAIN YANG BAIK & BENAR, NAMUN MENOLAK & MENEGUR DENGAN SOPAN, TERHADAP YANG TAK SEPENDAPAT, DENGAN TIDAK DENDAM APALAGI MEMBALAS DENGAN PERBUATAN JAHAT dan KEJI, SUKA MEMBERI MAAF & CINTA DAMAI, SALAMUN.

BUKAN AGAMA YANG AKAN di–ADIL–i di–AKHIRAAT NANTI, TETAPI “PERBUATAN” !. Perbuatan yang BAIK, pasti akan diganjar dengan ke-NIKMAT–an, sebaliknya perbuatan yang JAHAT, pasti akan terkena SIKSA & DERITA!. BARANG SIAPA BERBUAT TIDAK”ADIL”, maka ia akan di”ADIL”i!. BARANG SIAPA meng–HAKIM–i, maka ia akan di–HAKIM–i!.

8–ROH dalam SATU–JIWA

SUSUNAN JIWA MANUSIA

JIWA MANUSIA terdiri dari DELAPAN–UNSUR–ROH, sbb.:

SATU UNSUR ROH LANGIT atau ROH–SUCI pada Alam Bawah Sadar, yang berpasangan dengan TUJUH–UNSUR–ROH– MATERI yang berkarakter DUNIAWIYAH, ketujuh Roh-Materi mengelilingi ROH–SUCI. Lihatlah pada DIAGRAM diatas !.

Sumber : http://padanjakaya.wordpress.com/2011/09/20/bukustars-sejarah-terbentuknya-alam-raya-semesta-padanjakaya-hxvh-m-108/

Kategori:Informasi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: