Beranda > Huruf > Sejarah Huruf Hijaiyah …!?

Sejarah Huruf Hijaiyah …!?

Tiap-tiap huruf hijaiyah mempunyai tempat keluarnya masing-masing dari bagian-bagianmulut tertentu. Tempat keluar huruf ini dinamakan Makhraj. Makhraj huruf ini dapatdikelompokkan atas:

1. Kelompok huruf-huruf Halqiah (Tenggorokan)

2. Kelompok huruf-huruf Lahawiyah (Tekak)

3. Kelompok huruf-huruf Syajariah (Tengah Lidah)

4. Kelompok huruf-huruf Asaliyah (Ujung Lidah)

5. Kelompok huruf-huruf Dzalaqiyah (Pinggir Lidah)

6. Kelompok huruf-huruf Nith’iyah (Langit-langit Mulut)

7. Kelompok huruf-huruf Litsawiyah (Gusi)

8. Kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir)

Sejarah Huruf Hijaiyyah

1. Dari Abdurrahman bin Usman, dari Qasim bin Asbagh, dari Ahmad bin Zuhair, dari al Fadl binDakkin, dari Wail dari Jabir dari Amir dari Samurah bin Jundab, ia berkata: ” Saya telah melakukan pengkajian terhadap asal muasal tulisan Arab Saya temukan tulisan Arab telah ada dan di gunakan suku Al Anbar sebelum suku Hiyarah mempergunakanya ”

2. Dari Ibnu Affan dari Qasim dari Ahmad dari az Zubair bin Bakkar, dari Ibrahim bin al Mundzir,dari Abdul Aziz bin lmran, dari Ibrahim bin Ismail bin Abi Hubaib dari Dawud bin Husain darilkrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata:
“Orang yang pertama kali mengucapkan bahasa Arab danmembuat tulisan lafalnya adalah Ismail bin Ibrahim.”

3. Dari Ahmad bin Ibrahim bin Faras Al Makky, dan Abdurrahman bin Abdullah bin Muhammad,dari kakeknya, dari Sufyan bin ‘Uyainah dari Mujalid, dari as Sya’by, ia berkata:

“Kami ditanya orang-orang muhajirin: “dari mana kalian belajar menulis?

Kami menjawab: “dari penduduk suku Hiyarah.

Kemudian orang-orang Muhajirin mengklarifikasi berita itu kepada penduduk Hiyarah.

Mereka bertanya: “Dari mana kalian belajar menulis?
Penduduk suku Hiyarahmenjawab: “Kama belajar dari: suku Anbar”.

Abu ‘Amr mengatakan: ” Dalam kitab Muhammad bin Sahnun terdapat riwayat sebagai berikut:Dari Abul Hajjaj yang mempunyai nama asli Sakan bin Tsabit berkata: dad. Abdullah bin Farukhdari Abdur Rahman bin Ziyad bin An’am al Mu’afiry dari ayahnya Ziyad bin An’am ia berkata:”saya berkata kepada Abdullah bin Abbas:

” Wahai suku Quraisy, apakah kalian pada zaman jahiliyyah menulis dengan tulisan Arab seperti ini, kalian menggabungkan huruf tertentu danmemisah huruf tertentu, ada alif, lam, mim, syakl, qath’ dan lain-lain sebelum Allah mengutus Nab’ SAW? “

Ia menjawab:  “ya”

Lalu aku berkata: ‘Siapa yang mengajari kalian menulis?”.

Ia menjawab: “ Harb bin `Umayyah”.

Aku bertanya lagi: “Lalu siapa yang mengajari Harb bin Umayyah? ”.

Ia menjawab: “Abdullah bin Jud’an”.

Aku bertanya lagi: “Siapa yang mengajari Abdullah bin Jud’an?”.

Ia menjawab: “Penduduk Al Anbar”.

Aku bertanya lagi: “Siapa yang mengajari penduduk Al Anbar ?”.

Ia menjawab: “Seseorang yang datang dari tanah Yaman, dari suku Kindah ”.

Aku bertanya lagi:  “Lalu siapakah yang mengajarkan seseorang tersebut?” .

Ia menjawab: “Al Juljan bin Al Muhim, ia adalah sekretaris nabi Hud as untuk menuliskan Wahyu dari Allah SWT.”

Dari Ibnu Affan, dari Qasim, dari Ahmad bin Abi Khaitsamah ia berkata:
“Huruf Hijaiyyahberjumlah 29 huruf , semua lafal dan tulisan Arab tidak bisa lepa s dari huruf tersebut.”

Dari Ibrahim bin Al Khattab al Lama’iy, dari Ahmad bin Khalid, dari Salamah bin Al Fadl, dariAbdullah bin Najiyah dari Ahmad bin Musa bin Ismail al Anbary dari Muhammad bin Hatim AlMuaddib dari Ahmad bin Ghassan dari Hamid bin Al Madainy dari Abdullah bin Said, ia berkata:

Telah sampai kepada kita sebuah riwayat bahwa ketika huruf-huruf Mu’jam yang berjumlah 29 menghadap Yang Maha Pengasih, huruf Alif merendahkan diri dihadapan-Nya.

Allah terkesan dengan sikap rendah hatinya, lalu Dia menjadikan alif sebagai awalan dari nama-Nya (Allah)”.

Abu Amr berkata: “ Sebagian ahli bahasa mengatakan alasan alif menempati urutan pertama karena alif merupakan representasi dari hamzah yang menjadi awal kalimat, Alif Layyinah , dan hampir semua hamzah.” Kemudian alif hanya menjadi awal kalimat tatkala huruf yang lain yaitu wawu dan yaa ikutmerepresentasikan dirinya yang pada keadaan yang lain berbentuk hamzah di tengah dan di akhir.

Abu Amr berkata “Alasan kenapa setelah huruf alif adalah huruf  baa, taa , tsaa adalah karena huruf tersebut adalah huruf yang paling banyak menyerupai huruf yang lain, di mana jika huruf yaa dan nuun terletak pada awal kalimat atau di tengah kalimat maka akan menyerupainya sehingga kalau di jumlah ada 5 huruf yang berkarakter sama. Oleh karena itu untuk mengantisipasi dan mencari jalan keluamya adalah dengan mendahulukan urutannya. Kemudian urutan setelah baa, taa, tsaa adalah jiim, haa, khaa .”

Tertib urutan huruf yang serupa (mutasyabihat) dan Mazdujat ( dal, dzal, ra‘ dan lain-lain) adalah sesuai dengan sedikit atau banyaknya frekwensi dipergunakan dalam percakapan. Jadi semakin depan urutannya, semakin banyak digunakan dalam percakapan.  Kecuali untuk huruf nun dan yaa sekalipun kedua huruf tersebut diakhirkan namun ia mempunyai derajat yang sama dengan huruf yang menempati urutan di depan karena huruf yang menyerupai karaktemya telah di tempatkan didepan (ba, ta, tsa ).

Selanjutnya Abu Amr mengatakan diantara huruf ada juga yang tidak bisa disambung dengan huruf yang lain setelahnya. Jumlahnya ada 6 yaitu : alif, dal, dzal, ra, za, dan wawu.

Alasan kenapa huruf tersebut tidak bisa disambung dengan huruf yang lain juga sama dengan diatas yaitu untuk menghindari keserupaan antar huruf. Andaikata alif bisa disambung dengan huruf lain setelahnya, akan serupa dengan huruf   lam, dan wawu akan sama dengan huruf  fa dan qaf , dan dal, dzal, ra , za akan sama dengan yaa dan ta.

Alasan lain yang dikemukakan Abu Amr tentang rahasia di batik urutan huruf hijaiyyah adalah: Alif menempati urutan pertama karena dua alasan yaitu berdasarkan Khabar (tentang sikap rendah diri Alif di hadapan Allah) dan Nadzar ( pemyataan ahli bahasa yang telah dijelaskan diatas) . Selain itu karena
Alif menjadi awal dari ayat surat Al Fatihah yang merupakan induk Al Qurandan karena seringnya digunakan dalam tulisan dan percakapan, bisa disimpulkan :

” Huruf ALIF ; – adalah huruf yang hampir seluruh kata tidak bisa dan tidak mungkin terlepas darinya dan paling banyak diulang dan digunakan dalam percakapan “.

Kemudian huruf setelah alif adalah huruf baa, taa, tsaa Oleh karena ketiga huruf tersebut yangterbanyak mempunyal karakter yang sama maka tradisi pun mengikutinya untuk menulisnya setelah alif.

Alasan kenapa huruf ba terletak setelah huruf alif adalah karena huruf ba menjadi awal dari Basmalah setelah sebelumnya huruf alif menjadi awal Ta’awwudz . selain itu, ba menempati urutan kedua setelah alif dalam rumusan huruf Arab ( hija ) kuno yaitu lafal AB’ JADIN.

Alasan lain yaitu karena ba bertitik satu, ta bertitik dua, dan tsa bertitik tiga. Jadi sesuai denganurutan angka. Oleh karena itu ba menempati urutan pertama, ta kedua dan tsa ketiga.

Ada juga yang mengatakan alasannya adalah karena sedikit atau banyaknya frekwensi penggunaannya dalam kalimat sehingga yang didahulukan adalah yang paling banyak frekwensinya.

Kemudian huruf  jim, ha, dan kha ketiganya paling banyak mempunyai karakter dibanding huruf yang lain, alasan setelah tsa dan jim adalah karena bersambungnya huruf  jim  setelah ba pada lafal ABI JAD. Selain itu ha diletakkan sebelum kha karena sesuai dengan urutan makhraj (tempat keluarnyahuruf) dimana huruf  ha keluar dari tengah tenggorokan dan kha
dari tenggorokan bagian atas  sehingga ha di letakan lebih dulu dari kha.

Setelah itu huruf dal dan  dzal keduanya berkarakter  sama dal ditempatkan lebih dulu karena terletak setelah huruf  jim pada lafal ABI JAD kemudian ra dan za keduanya juga mempunyai karakter sama, semua huruf yang berpasangan di letakkan secara berurutan dengan alasan yang sama.

Sampai disini urutan penulisan huruf hijaiyyah tidak mengalami perbedaan, baik pada penduduk Masyriq dan Maghrib .

Setelah huruf  ra dan za penduduk Masyriq dan Maghrib berbeda pendapat tentang urutan huruf setelahnya, penduduk Masyriq menulis setelah huruf  ra dan  za  adalah  sin  dan  syin dengan alasan  za  dan  sin  mempunyai sifat yang sama :  as shafirsin  terletak lebih dahulu ketimbang syin karena yang asal adalah huruf tanpa titik sehingga huruf yang sama karaktemya namun bertitik diletakkan sesudahnya, yang asal selalu diletakkan pertamadan lebih dahulu ketimbang yang sifatnya far’i (cabang).

Setelah sin dan syin adalah shad dan dhad  huruf ini pun berkarakter sama dan diletakkan setelah sin karena huruf  shad mempunyai sifat sama dengan sin yaitu shafir dan hams , kemudian tha dan dza ,  keduanya mempunyai karakter yang sama dan sebagaimana huruf-huruf yang lalu  tha dan  dza  mempunyai sifat yang sama yaitu  ithbaq dan isti’la.

Tha terletak lebih dahulu karena tha adalah yang asal (tanpa titik). Selain itu dalam lafal ABI JAD  tha  lebih dahulu,  huruf selanjutnya adalah  ain dan ghain
, sebagaimana huruf-huruf  Mazduj  ( berpasangan ) yang lain. ain didahulukan dari  ghain dengan alasan Thariqul  Makhraj (urutan tempat keluarnya huruf) dan Jihatul I’jam ( yang tidak bertitik didahulukan) .

Setelah huruf-huruf yang berpasangan adalah huruf-huruf yang terpisah (tidak berpasangan) yaitu fa’ dan  qaf ,..   fa’ dalam lafal ABI JAD ditulis setelah ain begitu juga dengan qaf kemudian huruf  kaf, lam, mim, dan nun sesuai dengan urutan penulisannya dalam lafal KALAMUN  urutan huruf tersebut juga sesuai dengan urutan tempat keluarnya huruf mulai daritenggorokan bagian atas.

Lam di letakkan terlebih dahulu ketimbang mim dan nun karena lam sama karaktemya dengan huruf alif yang berada pada urutan pertama, mim terletak sebelum  nun  karena  mim  lebih dominan dan tampak dalam pengucapan, tidak seperti  nun  yang misalnya dengan hukum idhgham pengucapannya tidak nampak bahkan hilang ( Khaisyum). selain itu  mim sama  makhrajnya dengan huruf   ba yang menempati urutan kedua setelah  alif   dan  nun  akan hilang pengucapannya jika bertemu  ba   setelah itu huruf  wawu , ha  dan yaa.

Wawu  di letakkan lebih dahulu karena  wawu mempunyai kemiripan karakter dengan huruf   fa’ha terletak sebelum  yaa karena lebih dahulu dalam lafal ABI JAD.  ya menempati urutan terakhir dalam huruf  hijaiyyah karena uniknya huruf  yaa tersebut ketika terletak pada akhir kalimat berbeda dengan ketika berada di awal dan di tengah.

Penduduk Maghrib menuliskan setelah ra adalah huruf  za, tha  dan dza  . Karena tha sama makhrajnya dengan huruf dal dan dza  dengan  dzal, tha terletak sebelum  dza  karena alasan Plain ( sama dengan argumentasi penduduk Masyriq di atas ).

Kemudian kaf, lam , mim , dan nun sesuai dengan urutan lafal kalimna dan sesuai dengan lafal ABI JAD. Setelahnya adalah  shad dan dhad  sesuai dengan urutan penulisan lafal setelah KALAMUN yaitu SHA’AFADHUN.  Selain itu karena shad  asli dan tidak bertitik.  ‘ain  dan   ghain  , fa  dan  qaf  , sin dan syin, alasannya adalah karena masalah makhraj dan  i’jam  .

Terakhir adalah hawawu , dan  yaa terletak lebih dahulu sebelum wawu dan  karena  ha  berada di awal pada Lafal HAWAZUN., begitu juga wawu pada lafal HATHIYYUN.

Dari Ibrahim bin Khuttab, dari Ahmad bin Khalid, dari Salamah bin Al Fadl, dari Abdullah bin Najiyah, dari Ahmad bin Badil Al Ayyamy, dari Amr bin Hamid hakim kota ad Dainur, dari Farat bin as Saib dari Maimun bin Mahran, dari Ibnu Abbas, ia berkata:

Segala sesuatu ada penjelasan ( tafsir ) nya yang diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya.

Kemudian ia menjelaskan makna dari:

ABU JAD (aba adamu at ta’ah / Adam enggan taat dan bersikukuh untuk memakan buah pohon larangan), HAWAZUN ( zalla fa hua minas samai wal ardl/ tereliminasi dari langit dan bumi), HATHIYYUN (hutthath ‘anhu khatayahu / Adam diampuni kesalahannya), KALAMUN (akalaminas syajarah wa munna `alaihi bit taubah/ memakan buah dari pohonlarangan dan dianugerahi ampunan),  SHA’AFADHUN (asha fa akhraja minan na’im ilan nakdy / ia berbuat maksiat sehinggaAllah mengeluarkannya dari kenikmatan (surga) menuju kepayahan (dunia),  QURAISIYAT (aqarra bidz dzanbi fa amanal ‘uqubah/ ia mengakui kesalahan- nya danakhirnya selamat dari siksa).

Dari Abdur Rahman bin Ahmad al Harwy dalam kitabnya, dari Umar bin Ahmad bin Syahin dariMusa bin Ubaidillah dari Abdullah bin Abi Sa’id dari Muhammad bin Hamid dad Salamah bin Alfadl dad Abu Abdillah al Bajaly, ia berkata:

“Abu Jad, Hawaz, Hathy, Kalamun, Sha’afadlun danQuraisiyat adalah nama-nama raja Madyan”.

Adapun nama raja Madyan yang ada pada kisah dalam Al Quran pada zaman Nabi Syu’aib yangterkenal dengan tragedi yaumudz dzullah adalah Kalamun.Abu Amr berkata:

“Sebagian ahli nahwu mengatakan bahwa lafal Abu Jad, Hawaz, Hathiy,adalah lafal Arab seperti halnya lafal Zaid dan Amr dalam hal tashrif. Adapun Kalamun,Sha’afashun dan Quraisiyat bahasa Arab sehingga tidak bisa ditashrif, kecuali untuk fatal Quraisiyat bisa ditasrif seperti lafal Arafat dan Adzri’at”

Ibnu an Nadim pada salah satu bab berjudul Al Kalam ala al Qalamil ‘Araby dalam kitab At Fihristmengatakan:

“Terdapat perbedaan pendapat tentang siapakah yang pertama kali membuat tulisan Arab”.

Hisyarn al Kalby mengatakan:

“Orang yang pertama kali membuatnya adalah sebuah kaum dari Arab, ‘Aribah yang singgah pada kabilah ‘Adnan bin Ad. Nama-nama mereka adalah Abu Jad, Hawaz, Hathiy, Kalamun, Sha’afasadlun, Quraisat”,

Demikianlah menurut Ibnul Kufy, kemudian mereka membuat tulisan yang didasarkan kepada sama-nama mereka. Kemudianmereka menemukan huruf-huruf yang tidak ada dalam nama mereka yaitu  tsaa , khaa dzaldzasyin, dan  ghain, mereka menamakan huruf-huruf ini dengan istilah ar rawadif (yang sama), Ia berkata: “Merekaadalah nama raja-raja Madyan. Mereka binasa pada tragedi yaumudz dzullah pada zaman Nabi  Syu’aib”.

Quthrub mengatakan dalam penulisan Abu tidak memakai wawu dan Jad tidak memakai alif,  ada sebagian orang yang pantang mengulang huruf yang telah di sebutkan ( alif ) karena pada dasarnya penulisan  wawu pada Abu dan alif  pada Jad adalah sebagai penambahan dalam cara baca, oleh karena itu bagi yang sudah tahu tidak perlu menuliskannya demi menjagake otentikan lafal tersebut.

32 Huruf dalam Metode Struktur dan Format Al Quran  Orang yang pertama kali mengembangkan huruf hijaiyyah menjadi  32 huruf adalah ilmuwan muslim berkebangsaan India bemama Fadlullah Astarabadi pada akhir abad ke 14 sejarah membuktikan antara angka Arab dan India mempunyai kaitan erat, misalnya angka Nol yang memungkinkan terbentuknya operasi matematika yang sangat rumit jauh sebelum Ilmuwan Islam mengenal nol, bangsa India telah mengenalnya sebagai ” Shunya “ atau kekosongan.

Dalam kajian metode struktur dan Format Al Quran, kita mengenal  32 huruf hijaiyyah  huruf ke31, dalam kajian ini karakter huruf  lam  dan  alif   yaitu huruf ke 27 dikembangkan melalui sebuah kajian yang intensif dan bersifat empiris spiritual dengan meletakan  alif  yang asalnya di depan menjadi di belakang dan di letakkan dalam urutan huruf ke 31.

Sedangkan huruf ke  32 , Ta’ marbuthah merupakan pengembangan karakter huruf   Ta’ maftuhah ( huruf ke 3 ) ketika terletak di belakang kata uniknya, sekalipun huruf hijaiyyah sudah dikembangkan sedemkian rupa menjadi  32 huruf tetap saja imbang artinya, 16 huruf  mu’jam ( bertitik ) dan 16 huruf Ghairul Mu’jam (tanpa titik).

Keterangan:

Makhraj-Makhraj Huruf Makhraj ialah tempat menahan/menyekat udara ketika bunyi huruf dilafazkan. Huruf ygdimaksudkan ialah huruf Hija’iyah bahasa arab yg mengandungi 28 huruf. Menurut pendapatImam Al-Khalil Bin Ahmad dan kebanyakan Ahli Qiraat serta Ulama Nahu antaranya ImamIbnu Al-Jazari. Jumlah bilangan makhraj yg umum terbahagi kepada 5 Bagian.

Bagian rongga mulut dan rongga kerongkong ( Al-Jauf )

Bagian kerongkong ( Al-Khalk )

Bagian lidah ( Al-Lisan )

Bagian bibir mulut ( Asy-Syafatan )

Bagian hidung ( Al-Khaisyum

Semoga bermanfaat…  Salam….

Kategori:Huruf
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: