Arsip

Archive for the ‘Huruf’ Category

Makna di balik huruf Hijaiyah …!?

Dari Husein bin Ali bin Abi Thalib as :  Seorang Yahudi mendatangi Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as bersama Nabi.

Yahudi itu berkata kepada Nabi Muhammad SAW : “apa faedah dari huruf hijaiyah ?”

Rasulullah SAW lalu berkata kepada Ali bin Abi Thalib as, “Jawablah”.

Lalu Rasulullah SAW mendoakan Ali, “ya Allah, sukseskan Ali dan bungkam orang Yahudi itu”.

Lalu Ali berkata : “Tidak ada satu huruf-pun kecuali semua bersumber pada nama-nama Allah swt”.

Kemudian Ali berkata :

“Adapun alif artinya tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Kokoh,

Adapun ba artinya tetap ada setelah musnah seluruh makhluk-Nya.

Adapun ta, artinya yang maha menerima taubat, menerima taubat dari semua hamba-Nya,

adapun tsa artinya adalah yang mengokohkan semua makhluk “Dialah yang mengokohkan orang-orang beriman dengan perkataan yang kokoh dalam kehidupan dunia”

Adapun jim maksudnya adalah keluhuran sebutan dan pujian-Nya serta suci seluruh nama-nama-Nya.

Adapun ha adalah Al Haq, Maha hidup dan penyayang.

Kha maksudnya adalah maha mengetahui akan seluruh perbuatan hamba-hamba-Nya.

Dal artinya pemberi balasan pada hari kiamat,

dzal artinya pemilik segala keagungan dan kemuliaan.

Ra artinya lemah lembut terhadap hamba-hamba-Nya.

Zay artinya hiasan penghambaan.

Sin artinya Maha mendengar dan melihat. Syin artinya yang disyukuri oleh hamba-Nya.

Shad maksudnya adalah Maha benar dalam setiap janji-Nya.

Dhad artinya adalah yang memberikan madharat dan manfaat.

Tha artinya Yang suci dan mensucikan,

dzha artinya Yang maha nampak dan menampakan seluruh tanda-tanda.

Ayn artinya Maha mengetahui hamba-hamba-Nya.

Ghayn artinya tempat mengharap para pengharap dari semua ciptaan-Nya.

Fa artinya yang menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan.

Qaf artinya adalah Maha kuasa atas segala makhluk-Nya

Kaf artinya yang Maha mencukupkan yang tidak ada satupun yang setara dengan-Nya, Dia tidak beranak dan tidak diperanakan.

Adapun lam maksudnya adalah maha lembut terhadap hamba-nya.

Mim artinya pemilik semua kerajaan.

Nun maksudnya adalah cahaya bagi langit yang bersumber pada cahaya arasynya.

Adapun waw artinya adalah, satu, esa, tempat bergantung semua makhluk dan tidak beranak serta diperanakan.

Ha artinya Memberi petunjuk bagi makhluk-Nya.

Lam alif artinya tidak ada tuhan selain Allah, satu-satunya serta tidak ada sekutu bagi-Nya.

Adapun ya artinya tangan Allah yang terbuka bagi seluruh makhluk-Nya”. Rasulullah lalu berkata “Inilah perkataan dari orang yang telah diridhai Allah dari semua makhluk-Nya”.

Mendengar penjelasan itu maka yahudi itu masuk Islam.

Kategori:Huruf

Bismi Alif … !?

Alif terbentuk dari Ulfah ” kedekatan ”  dan Ta’lif  ” pembentukan ” ..

Dengan huruf inilah ALLAH menta’lif (menyatukan) seluruh ciptaanNya dalam landasan tauhid dan ma’rifah dengan kecintaan penghayatan iman dan tauhid.

Sehingga Alif ini membuka makna dan pengertian tertentu dengan banyak bentuk rupa dan warna yang ada pada huruf-huruf yang lain, maka jadilah Alif sebagai “ Kiswah ” ( pakaian ) bagi huruf lainnya itu semua karna kehendak si “ Alif Ghaib ”.

Huruf saja tidaklah memiliki makna, sebab pengertian tidak terdapat padanya makna dalam dari ” Alif  ibarat nyawa sedangkan bentuk huruf adalah ibarat raga “.

Ibarat pohon yang di belah sampai ke akar, dari akar di belah sampai ke biji asalnya. Lalu dari biji asalnya di belah sehingga tiada sesuatu apapun,  itulah hakikat kehidupan.

Allah menjadikannya berupa ( memiliki bentuk ) padahal tiada, huruf berupa lisan ketika diucapkan, sedangkan makna adalah pengetahuan yang diketahui sebelum lisan berucap dan berbuat.

Ia sangatlah halus melebihi kehidupan yang fana/tiada.

Maka jelaslah Alif adalah huruf yang paling utama, agung dan mulia ibarat Adam,  sedangkan Alif di satukan dengan Hamzah  Hamzah itu ibarat Hawa Maka lahirlah 28 huruf Hijaiyah seperti lahirnya manusia dari sebab Adam dan Hawa.

Sehingga muncul pengertian mudzakar Ibnu (lelaki) dan pengertian mu’annats Binti (wanita).

Seluruh huruf terlahir dari Alif, karna Alif pada asalnya tegak lurus dimana titik asalnya isyarat bagi penetapan permulaan wujud (ada) yang merupakan lawan dari ketiadaan (adam).

Lalu Alif ini ada pada pengelihatan sehingga melihat yang benar-benar ada adapun melihat Dzat itu merupakan cermin ketunggalan sejati yang menurun pada kesejatian diri.

Maka ketika dikaruniakan pandangan ini, melihat keberadaannya di dunia ini dengan cahaya yang terang benderang yang melihat dengan 127 kejadian.

Ketika disebut Alif yaitu ketika diri sudah tunggal.

Lalu menunjukan apa yang tampak dan terlihat di dirinya sehingga jadilah Alif yang pertama dijadikan oleh Allah adalah titik ke esaanNya,…

Ketika Ku pandang dengan keAgunganKu maka titikpun menunduk dan mengalir menjadi garis lurus tanpa akhir ( Alif ).

Alif pun dijadikan permulaan Kitabnya dan pembuka huruf karna huruf lain berasal darinya dan tampak pada dirinya.

“ IQRO ” : adalah wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad S.A.W. Yaitu membaca yang dimulai dengan huruf Alif dan diakhiri dengan huruf Alif.

“Iqro” secara hisabiah nilainya 33 Yaitu 3 kali di peluk Jibril A.S. maka 33 x 3 = 99 Asmaul Husna.

Dengan 99 Asmaul husna inilah Rosulullah s.a.w bisa isro dan mi’raj , Isra’ mi’raj di surah al-isra’, surat ke 17 berjumlah 111 ayat. 111 = 3 alif.”isra” juga di awali dgn huruf “alif ” dan di akhiri juga huruf “alif “. (huruf ” hamzah ” di akhir adalah satu karakter dengan ” alif “) dalam kalimah ” isra” ada huruf alif (akhir) dimana di bagian atas ada tanda mad (memanjangkan alif) nilainya 7 an dan nilai 7 ketukan ini adalah sebagai sistem untuk melipat 7 lapis bumi dan naik turun ke 7 lapis langit (mi’raj).

Dengan Alif , titik yang pada mulanya perbendaharaan tersembunyi kemudian tampak dan turun agar dikenal lewat ciptaanNya begitupun mahluk dikenal lewatnya dan di nisbatkan kepadaNya. Itulah Kholifah yang membawa “AMANAH”.

Karena dengan nama ALLAH itu adalah BISMI dan ALLAHU, Allahu itu adalah Alif, Lam, Ha. Alif  Lam yang di maksud adalah LAHU = BAGINYA, Jadi Allahu adalah Alif lam baginya ( untuknya ) ARAHMAN = Alif, Ra, Ha, Mim, Nun maksudnya Alif dan Lam itu rahman demikian juga dengan RAHIIM.

Jadi Alif lam itu seperti halnya cahaya matahari dan rembulan, yang memberi dan menyayangi tanpa syarat.

Alif Lam dalam diriku adalah keadaan TUBADIL ( menyadari segala tingkahnya ) dalam sholat. Jadi Alif Lam itu dalam tiap-tiap sebutan ARRAHMAN ARRAHIIM…..dst, seperti halnya mustaqim/jalan yang lurus dimana terdapat pada diriku yang sempurna sholat. yaitu ketika aku menginjak maqom tubadil seperti halnya takbiratul ikhram yang mukharanah  ( sempurna, dimana lafazh Allah dalam takbirotul ikhram sholat di panjangkan tanpa ada batasan hukum mad 2 harakat sebagai bentuk keagunganNya ).

Berbeda dengan kata “INNA” yg artinya “ sesungguhnya ” begitu diberi alif sebagai perpanjangan dari huruf nun, maka berubah menjadi jamak/banyak, “innaa” artinya “sesungguhnya kami”.

Begitu juga “Qul” yg artinya “ katakan ”, begitu diberi nun dan alif sebagai perpanjangannya, maka berubah menjadi jamak/banyak , “ Qulnaa ” yg artinya kami berfirman.jadi perubahan dari tunggal menjadi jamak karena adanya imbuhan huruf yg disesuaikan maksud dan tujuannya, bukannya unsur yg memerintah ( Allah ) yg menjadi jamak.

Subyek = Yang Memerintah tetap Tunggal Obyek = Maksud dan Tujuan yang menjadi jamak.

Maka AllAH pun Sholat,  sedangkan manusia tiada sedikitpun kekuatan sehingga ikut andil dalam perkara sekecil apapun terhadap dirinya karena di satu sisi hamba diperkenankan memilih jalan untuk dirinya tapi waktu yang sama ia harus masuk kepada ketetapanNya.

Karna Huruf memiliki tampilan, bahasa dan memiliki aspek lahir dan bathin aspek lahirnya berupa nama dan bentuknya. Aspek bathinnya berupa makna rahasiaNya, batasnya adalah uraian dari hukum-hukumNya, Serta tampilanNya adalah penyaksian dan penyingkapan.

Seluruh struktur susunan alam semesta itulah yang dinamakan pula sebagai Alif, karena seluruh huruf berasal dari susunan pengertian Rahasia hembusan tiupan RuhNya yang mencakup seluruh kata-kata dari hikmah yang menakjubkan dan ilmu-ilmu teristimewa yang ditiupkan kepada Adam.

Adam menjadi istimewa karna diajarkan satu Alif oleh Allah, maka ia dapat menyebutkan seluruh nama dalam satu huruf.

“ Ketahuilah, barangsiapa di berikan pengetahuan tentang Alif dan mengamalkannya, maka telah diberi pengetahuan tentang rahasia tauhid Wahdaniyah ( keesaan ) dan naik menuju rahasia Ahadiah ( kewujudan ) ”.

Salam,… Dipo Samudro – Bahr Al Qudra…

Kategori:Huruf

Ilmu Huruf Hijaiyah …!?

Ketika huruf hijaiyah terbagi menjadi 28 makhraj (pengucapan huruf) dan setiap makhraj merupakan manzilah dari manzilah-manzilah bulan yang jumlahnya juga 28, maka tersusunlah huruf-huruf itu ke dalam susunan Abjad. Dan huruf-huruf itu terbagi menjadi:

Pertama: Bertitik dan tidak bertitik, menggambarkan nathiq (bicara) dan shamit (diam).

Kedua: Mengandung empat unsur, yaitu :

  • Unsur api :  alif, ha’ (ه), tha’, shad, mim, fa’, syin.
  • Unsur udara :  ba’, wawu, ya’, nun, shat, ta’, dha’.
  • Unsur air :  jim, za’, kaf, sin, qaf, tsa’, zha’.
  • Unsur tanah : ha’ (ح), lam, ‘ain, ra’, kha’, ghain.

Ketiga: Dari segi kesendirian dan tidaknya, terbagi menjadi: mufradah, matsani dan matsalis. Mufradah adalah huruf-huruf Muqaththa’ah (yang terdapat di awal surat Al-Qur’an) seperti huruf alif, kaf, dan lam. Matsani seperti dal, dzal, sampai fa’ dan qaf. Matsalis seperti ba’ sampai kha’ dalam susunan Abatatsa. Dari sisi nuqthah (titik): ada yang satu, dua, dan yang tiga.

Keempat: Malfuzhi, masruri, dan malbubi. Malfuzhi adalah huruf yang dalam pelafazhan atau pengucapannya tidak sama antara huruf pertama dan huruf terakhir, misalnya alif dan jim.Masruri adalah huruf yang dalam pengucapannya sama antara huruf pertama dan huruf terakhir, misalnya mim, nun, dan wawu. Malbubi adalah huruf yang pengucapannya terdiri dari dua huruf, misalnya ba, ta; huruf ini juga disebut huruf ‘illiyyah.

Kelima: Mufashshalah dan Muwashshalah. Mufashshalah adalah huruf yang hanya bisa disambung dengan huruf sebelumnya, yaitu alif, wawu, dzal, ra’, za’, dan dal. Muwashshalah adalah huruf yang bisa disambung dengan huruf sebelum dan sesudahnya.

Keenam: Huruf cahaya dan huruf kegelapan. Huruf cahaya adalah: shat, ra’, alif, tha’, ‘ain, lam, ya’, ha’, qaf, nun, mim, sin, kaf, ha’. Yang semuanya terhimpun dalam kalimat:

صِرَاطُ عَلِيٍّ حَقٌّ نُمْسِكُهُ

Jalan Ali benar kita pegang teguh

Dan selain huruf-huruf tersebut adalah huruf kegelapan. Coba kita perhatikan nama-nama semuanya didominasi oleh huruf-huruf cahaya kecuali “Al-Wadûd”.

Ketujuh: Huruf mudghamah (tersembunyi) dan muzhharah (nampak). Masing-masing berjumlah 14 sama dengan pembagian jumlah manzilah bulan. Yang nampak selalu berada di atas bumi, dan yang tersembunyi selalu berada di bawah bumi.

Huruf Mudghamah adalah huruf yang bila diawali (Al) bunyi Al-nya tidak nampak, misalnya Ra’ dan Dal. Huruf Muzhharah adalah huruf yang bila diawali (Al) bunyi Al-nya nampak, misalnya ba’, jim.

Hukum huruf-huruf tersebut memiliki rahasia yang menakjubkan. Misalnya, dalam susunan Abatatsa, “alif” merupakan huruf zat Yang Maha Suci, yakni Al-Awwalu wal Akhiru. Adapun khalifah huruf “alif” adalah “ya’” dan “wawu”, keduanya termasuk huruf layyinah dalam menjelaskan semua huruf, sebagaimana wujud Yang Maha Suci adalah sumber dari semua wujud, dan hal ini terkandung dalam doa, misalnya:

يا من كل شيئ قائم بك

Wahai Zat yang segala sesuatu terwujud karena keberadaan-Mu

Tak ubahnya kwalitas suara dan perbedaannya terjadi di udara karena ketergantungan gelombang pada sumber gelombang.

Karena itu kita tidak akan menemukan dua bentuk yang sama dalam semua wujud berdasarkan hukum penampakan Ahadiyah (hukum Alif dan ba’) dan penampakan nama “Man laysa kamitslihi syay-un ” (Dia yang tidak diserupai oleh segala sesuatu). Demikian juga kita tidak akan mendapatkan dua suara dalam wujud yang sama, sebagaimana hal ini digambarkan oleh Allah swt dalam firman-Nya:

وَ مِنْ ءَايَتِهِ خَلْقُ السمَاوَاتِ وَ الأَرْضِ وَ اخْتِلاََف أَلْسِنَتِكمْ وَ أَلْوَانِكمْ إِنَّ فى ذَلِك لاَيَاتٍ لِّلْعَلِمِينَ

“Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah penciptaan langit dan bumi, dan perbedaan bahasa dan warna kulitmu, sesungguhnya dalam hal itu ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi semesta alam.” (Ar-Rum: 22).

Allah Maha Mendengar suara ini dan semua suara yang kwalitasnya telah terjadi dan akan terjadi di udara, dengan satu pendengaran yang sifatnya hudhuri dan isyraqi (pengenalan tingkat rasa).

Bersambung ……………. !!!

Kategori:Huruf

Sejarah Huruf Hijaiyah …!?

Tiap-tiap huruf hijaiyah mempunyai tempat keluarnya masing-masing dari bagian-bagianmulut tertentu. Tempat keluar huruf ini dinamakan Makhraj. Makhraj huruf ini dapatdikelompokkan atas:

1. Kelompok huruf-huruf Halqiah (Tenggorokan)

2. Kelompok huruf-huruf Lahawiyah (Tekak)

3. Kelompok huruf-huruf Syajariah (Tengah Lidah)

4. Kelompok huruf-huruf Asaliyah (Ujung Lidah)

5. Kelompok huruf-huruf Dzalaqiyah (Pinggir Lidah)

6. Kelompok huruf-huruf Nith’iyah (Langit-langit Mulut)

7. Kelompok huruf-huruf Litsawiyah (Gusi)

8. Kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir)

Sejarah Huruf Hijaiyyah

1. Dari Abdurrahman bin Usman, dari Qasim bin Asbagh, dari Ahmad bin Zuhair, dari al Fadl binDakkin, dari Wail dari Jabir dari Amir dari Samurah bin Jundab, ia berkata: ” Saya telah melakukan pengkajian terhadap asal muasal tulisan Arab Saya temukan tulisan Arab telah ada dan di gunakan suku Al Anbar sebelum suku Hiyarah mempergunakanya ”

2. Dari Ibnu Affan dari Qasim dari Ahmad dari az Zubair bin Bakkar, dari Ibrahim bin al Mundzir,dari Abdul Aziz bin lmran, dari Ibrahim bin Ismail bin Abi Hubaib dari Dawud bin Husain darilkrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata:
“Orang yang pertama kali mengucapkan bahasa Arab danmembuat tulisan lafalnya adalah Ismail bin Ibrahim.”

3. Dari Ahmad bin Ibrahim bin Faras Al Makky, dan Abdurrahman bin Abdullah bin Muhammad,dari kakeknya, dari Sufyan bin ‘Uyainah dari Mujalid, dari as Sya’by, ia berkata:

“Kami ditanya orang-orang muhajirin: “dari mana kalian belajar menulis?

Kami menjawab: “dari penduduk suku Hiyarah.

Kemudian orang-orang Muhajirin mengklarifikasi berita itu kepada penduduk Hiyarah.

Mereka bertanya: “Dari mana kalian belajar menulis?
Penduduk suku Hiyarahmenjawab: “Kama belajar dari: suku Anbar”.

Abu ‘Amr mengatakan: ” Dalam kitab Muhammad bin Sahnun terdapat riwayat sebagai berikut:Dari Abul Hajjaj yang mempunyai nama asli Sakan bin Tsabit berkata: dad. Abdullah bin Farukhdari Abdur Rahman bin Ziyad bin An’am al Mu’afiry dari ayahnya Ziyad bin An’am ia berkata:”saya berkata kepada Abdullah bin Abbas:

” Wahai suku Quraisy, apakah kalian pada zaman jahiliyyah menulis dengan tulisan Arab seperti ini, kalian menggabungkan huruf tertentu danmemisah huruf tertentu, ada alif, lam, mim, syakl, qath’ dan lain-lain sebelum Allah mengutus Nab’ SAW? “

Ia menjawab:  “ya”

Lalu aku berkata: ‘Siapa yang mengajari kalian menulis?”.

Ia menjawab: “ Harb bin `Umayyah”.

Aku bertanya lagi: “Lalu siapa yang mengajari Harb bin Umayyah? ”.

Ia menjawab: “Abdullah bin Jud’an”.

Aku bertanya lagi: “Siapa yang mengajari Abdullah bin Jud’an?”.

Ia menjawab: “Penduduk Al Anbar”.

Aku bertanya lagi: “Siapa yang mengajari penduduk Al Anbar ?”.

Ia menjawab: “Seseorang yang datang dari tanah Yaman, dari suku Kindah ”.

Aku bertanya lagi:  “Lalu siapakah yang mengajarkan seseorang tersebut?” .

Ia menjawab: “Al Juljan bin Al Muhim, ia adalah sekretaris nabi Hud as untuk menuliskan Wahyu dari Allah SWT.”

Dari Ibnu Affan, dari Qasim, dari Ahmad bin Abi Khaitsamah ia berkata:
“Huruf Hijaiyyahberjumlah 29 huruf , semua lafal dan tulisan Arab tidak bisa lepa s dari huruf tersebut.”

Dari Ibrahim bin Al Khattab al Lama’iy, dari Ahmad bin Khalid, dari Salamah bin Al Fadl, dariAbdullah bin Najiyah dari Ahmad bin Musa bin Ismail al Anbary dari Muhammad bin Hatim AlMuaddib dari Ahmad bin Ghassan dari Hamid bin Al Madainy dari Abdullah bin Said, ia berkata:

Telah sampai kepada kita sebuah riwayat bahwa ketika huruf-huruf Mu’jam yang berjumlah 29 menghadap Yang Maha Pengasih, huruf Alif merendahkan diri dihadapan-Nya.

Allah terkesan dengan sikap rendah hatinya, lalu Dia menjadikan alif sebagai awalan dari nama-Nya (Allah)”.

Abu Amr berkata: “ Sebagian ahli bahasa mengatakan alasan alif menempati urutan pertama karena alif merupakan representasi dari hamzah yang menjadi awal kalimat, Alif Layyinah , dan hampir semua hamzah.” Kemudian alif hanya menjadi awal kalimat tatkala huruf yang lain yaitu wawu dan yaa ikutmerepresentasikan dirinya yang pada keadaan yang lain berbentuk hamzah di tengah dan di akhir.

Abu Amr berkata “Alasan kenapa setelah huruf alif adalah huruf  baa, taa , tsaa adalah karena huruf tersebut adalah huruf yang paling banyak menyerupai huruf yang lain, di mana jika huruf yaa dan nuun terletak pada awal kalimat atau di tengah kalimat maka akan menyerupainya sehingga kalau di jumlah ada 5 huruf yang berkarakter sama. Oleh karena itu untuk mengantisipasi dan mencari jalan keluamya adalah dengan mendahulukan urutannya. Kemudian urutan setelah baa, taa, tsaa adalah jiim, haa, khaa .”

Tertib urutan huruf yang serupa (mutasyabihat) dan Mazdujat ( dal, dzal, ra‘ dan lain-lain) adalah sesuai dengan sedikit atau banyaknya frekwensi dipergunakan dalam percakapan. Jadi semakin depan urutannya, semakin banyak digunakan dalam percakapan.  Kecuali untuk huruf nun dan yaa sekalipun kedua huruf tersebut diakhirkan namun ia mempunyai derajat yang sama dengan huruf yang menempati urutan di depan karena huruf yang menyerupai karaktemya telah di tempatkan didepan (ba, ta, tsa ).

Selanjutnya Abu Amr mengatakan diantara huruf ada juga yang tidak bisa disambung dengan huruf yang lain setelahnya. Jumlahnya ada 6 yaitu : alif, dal, dzal, ra, za, dan wawu.

Alasan kenapa huruf tersebut tidak bisa disambung dengan huruf yang lain juga sama dengan diatas yaitu untuk menghindari keserupaan antar huruf. Andaikata alif bisa disambung dengan huruf lain setelahnya, akan serupa dengan huruf   lam, dan wawu akan sama dengan huruf  fa dan qaf , dan dal, dzal, ra , za akan sama dengan yaa dan ta.

Alasan lain yang dikemukakan Abu Amr tentang rahasia di batik urutan huruf hijaiyyah adalah: Alif menempati urutan pertama karena dua alasan yaitu berdasarkan Khabar (tentang sikap rendah diri Alif di hadapan Allah) dan Nadzar ( pemyataan ahli bahasa yang telah dijelaskan diatas) . Selain itu karena
Alif menjadi awal dari ayat surat Al Fatihah yang merupakan induk Al Qurandan karena seringnya digunakan dalam tulisan dan percakapan, bisa disimpulkan :

” Huruf ALIF ; – adalah huruf yang hampir seluruh kata tidak bisa dan tidak mungkin terlepas darinya dan paling banyak diulang dan digunakan dalam percakapan “.

Kemudian huruf setelah alif adalah huruf baa, taa, tsaa Oleh karena ketiga huruf tersebut yangterbanyak mempunyal karakter yang sama maka tradisi pun mengikutinya untuk menulisnya setelah alif.

Alasan kenapa huruf ba terletak setelah huruf alif adalah karena huruf ba menjadi awal dari Basmalah setelah sebelumnya huruf alif menjadi awal Ta’awwudz . selain itu, ba menempati urutan kedua setelah alif dalam rumusan huruf Arab ( hija ) kuno yaitu lafal AB’ JADIN.

Alasan lain yaitu karena ba bertitik satu, ta bertitik dua, dan tsa bertitik tiga. Jadi sesuai denganurutan angka. Oleh karena itu ba menempati urutan pertama, ta kedua dan tsa ketiga.

Ada juga yang mengatakan alasannya adalah karena sedikit atau banyaknya frekwensi penggunaannya dalam kalimat sehingga yang didahulukan adalah yang paling banyak frekwensinya.

Kemudian huruf  jim, ha, dan kha ketiganya paling banyak mempunyai karakter dibanding huruf yang lain, alasan setelah tsa dan jim adalah karena bersambungnya huruf  jim  setelah ba pada lafal ABI JAD. Selain itu ha diletakkan sebelum kha karena sesuai dengan urutan makhraj (tempat keluarnyahuruf) dimana huruf  ha keluar dari tengah tenggorokan dan kha
dari tenggorokan bagian atas  sehingga ha di letakan lebih dulu dari kha.

Setelah itu huruf dal dan  dzal keduanya berkarakter  sama dal ditempatkan lebih dulu karena terletak setelah huruf  jim pada lafal ABI JAD kemudian ra dan za keduanya juga mempunyai karakter sama, semua huruf yang berpasangan di letakkan secara berurutan dengan alasan yang sama.

Sampai disini urutan penulisan huruf hijaiyyah tidak mengalami perbedaan, baik pada penduduk Masyriq dan Maghrib .

Setelah huruf  ra dan za penduduk Masyriq dan Maghrib berbeda pendapat tentang urutan huruf setelahnya, penduduk Masyriq menulis setelah huruf  ra dan  za  adalah  sin  dan  syin dengan alasan  za  dan  sin  mempunyai sifat yang sama :  as shafirsin  terletak lebih dahulu ketimbang syin karena yang asal adalah huruf tanpa titik sehingga huruf yang sama karaktemya namun bertitik diletakkan sesudahnya, yang asal selalu diletakkan pertamadan lebih dahulu ketimbang yang sifatnya far’i (cabang).

Setelah sin dan syin adalah shad dan dhad  huruf ini pun berkarakter sama dan diletakkan setelah sin karena huruf  shad mempunyai sifat sama dengan sin yaitu shafir dan hams , kemudian tha dan dza ,  keduanya mempunyai karakter yang sama dan sebagaimana huruf-huruf yang lalu  tha dan  dza  mempunyai sifat yang sama yaitu  ithbaq dan isti’la.

Tha terletak lebih dahulu karena tha adalah yang asal (tanpa titik). Selain itu dalam lafal ABI JAD  tha  lebih dahulu,  huruf selanjutnya adalah  ain dan ghain
, sebagaimana huruf-huruf  Mazduj  ( berpasangan ) yang lain. ain didahulukan dari  ghain dengan alasan Thariqul  Makhraj (urutan tempat keluarnya huruf) dan Jihatul I’jam ( yang tidak bertitik didahulukan) .

Setelah huruf-huruf yang berpasangan adalah huruf-huruf yang terpisah (tidak berpasangan) yaitu fa’ dan  qaf ,..   fa’ dalam lafal ABI JAD ditulis setelah ain begitu juga dengan qaf kemudian huruf  kaf, lam, mim, dan nun sesuai dengan urutan penulisannya dalam lafal KALAMUN  urutan huruf tersebut juga sesuai dengan urutan tempat keluarnya huruf mulai daritenggorokan bagian atas.

Lam di letakkan terlebih dahulu ketimbang mim dan nun karena lam sama karaktemya dengan huruf alif yang berada pada urutan pertama, mim terletak sebelum  nun  karena  mim  lebih dominan dan tampak dalam pengucapan, tidak seperti  nun  yang misalnya dengan hukum idhgham pengucapannya tidak nampak bahkan hilang ( Khaisyum). selain itu  mim sama  makhrajnya dengan huruf   ba yang menempati urutan kedua setelah  alif   dan  nun  akan hilang pengucapannya jika bertemu  ba   setelah itu huruf  wawu , ha  dan yaa.

Wawu  di letakkan lebih dahulu karena  wawu mempunyai kemiripan karakter dengan huruf   fa’ha terletak sebelum  yaa karena lebih dahulu dalam lafal ABI JAD.  ya menempati urutan terakhir dalam huruf  hijaiyyah karena uniknya huruf  yaa tersebut ketika terletak pada akhir kalimat berbeda dengan ketika berada di awal dan di tengah.

Penduduk Maghrib menuliskan setelah ra adalah huruf  za, tha  dan dza  . Karena tha sama makhrajnya dengan huruf dal dan dza  dengan  dzal, tha terletak sebelum  dza  karena alasan Plain ( sama dengan argumentasi penduduk Masyriq di atas ).

Kemudian kaf, lam , mim , dan nun sesuai dengan urutan lafal kalimna dan sesuai dengan lafal ABI JAD. Setelahnya adalah  shad dan dhad  sesuai dengan urutan penulisan lafal setelah KALAMUN yaitu SHA’AFADHUN.  Selain itu karena shad  asli dan tidak bertitik.  ‘ain  dan   ghain  , fa  dan  qaf  , sin dan syin, alasannya adalah karena masalah makhraj dan  i’jam  .

Terakhir adalah hawawu , dan  yaa terletak lebih dahulu sebelum wawu dan  karena  ha  berada di awal pada Lafal HAWAZUN., begitu juga wawu pada lafal HATHIYYUN.

Dari Ibrahim bin Khuttab, dari Ahmad bin Khalid, dari Salamah bin Al Fadl, dari Abdullah bin Najiyah, dari Ahmad bin Badil Al Ayyamy, dari Amr bin Hamid hakim kota ad Dainur, dari Farat bin as Saib dari Maimun bin Mahran, dari Ibnu Abbas, ia berkata:

Segala sesuatu ada penjelasan ( tafsir ) nya yang diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya.

Kemudian ia menjelaskan makna dari:

ABU JAD (aba adamu at ta’ah / Adam enggan taat dan bersikukuh untuk memakan buah pohon larangan), HAWAZUN ( zalla fa hua minas samai wal ardl/ tereliminasi dari langit dan bumi), HATHIYYUN (hutthath ‘anhu khatayahu / Adam diampuni kesalahannya), KALAMUN (akalaminas syajarah wa munna `alaihi bit taubah/ memakan buah dari pohonlarangan dan dianugerahi ampunan),  SHA’AFADHUN (asha fa akhraja minan na’im ilan nakdy / ia berbuat maksiat sehinggaAllah mengeluarkannya dari kenikmatan (surga) menuju kepayahan (dunia),  QURAISIYAT (aqarra bidz dzanbi fa amanal ‘uqubah/ ia mengakui kesalahan- nya danakhirnya selamat dari siksa).

Dari Abdur Rahman bin Ahmad al Harwy dalam kitabnya, dari Umar bin Ahmad bin Syahin dariMusa bin Ubaidillah dari Abdullah bin Abi Sa’id dari Muhammad bin Hamid dad Salamah bin Alfadl dad Abu Abdillah al Bajaly, ia berkata:

“Abu Jad, Hawaz, Hathy, Kalamun, Sha’afadlun danQuraisiyat adalah nama-nama raja Madyan”.

Adapun nama raja Madyan yang ada pada kisah dalam Al Quran pada zaman Nabi Syu’aib yangterkenal dengan tragedi yaumudz dzullah adalah Kalamun.Abu Amr berkata:

“Sebagian ahli nahwu mengatakan bahwa lafal Abu Jad, Hawaz, Hathiy,adalah lafal Arab seperti halnya lafal Zaid dan Amr dalam hal tashrif. Adapun Kalamun,Sha’afashun dan Quraisiyat bahasa Arab sehingga tidak bisa ditashrif, kecuali untuk fatal Quraisiyat bisa ditasrif seperti lafal Arafat dan Adzri’at”

Ibnu an Nadim pada salah satu bab berjudul Al Kalam ala al Qalamil ‘Araby dalam kitab At Fihristmengatakan:

“Terdapat perbedaan pendapat tentang siapakah yang pertama kali membuat tulisan Arab”.

Hisyarn al Kalby mengatakan:

“Orang yang pertama kali membuatnya adalah sebuah kaum dari Arab, ‘Aribah yang singgah pada kabilah ‘Adnan bin Ad. Nama-nama mereka adalah Abu Jad, Hawaz, Hathiy, Kalamun, Sha’afasadlun, Quraisat”,

Demikianlah menurut Ibnul Kufy, kemudian mereka membuat tulisan yang didasarkan kepada sama-nama mereka. Kemudianmereka menemukan huruf-huruf yang tidak ada dalam nama mereka yaitu  tsaa , khaa dzaldzasyin, dan  ghain, mereka menamakan huruf-huruf ini dengan istilah ar rawadif (yang sama), Ia berkata: “Merekaadalah nama raja-raja Madyan. Mereka binasa pada tragedi yaumudz dzullah pada zaman Nabi  Syu’aib”.

Quthrub mengatakan dalam penulisan Abu tidak memakai wawu dan Jad tidak memakai alif,  ada sebagian orang yang pantang mengulang huruf yang telah di sebutkan ( alif ) karena pada dasarnya penulisan  wawu pada Abu dan alif  pada Jad adalah sebagai penambahan dalam cara baca, oleh karena itu bagi yang sudah tahu tidak perlu menuliskannya demi menjagake otentikan lafal tersebut.

32 Huruf dalam Metode Struktur dan Format Al Quran  Orang yang pertama kali mengembangkan huruf hijaiyyah menjadi  32 huruf adalah ilmuwan muslim berkebangsaan India bemama Fadlullah Astarabadi pada akhir abad ke 14 sejarah membuktikan antara angka Arab dan India mempunyai kaitan erat, misalnya angka Nol yang memungkinkan terbentuknya operasi matematika yang sangat rumit jauh sebelum Ilmuwan Islam mengenal nol, bangsa India telah mengenalnya sebagai ” Shunya “ atau kekosongan.

Dalam kajian metode struktur dan Format Al Quran, kita mengenal  32 huruf hijaiyyah  huruf ke31, dalam kajian ini karakter huruf  lam  dan  alif   yaitu huruf ke 27 dikembangkan melalui sebuah kajian yang intensif dan bersifat empiris spiritual dengan meletakan  alif  yang asalnya di depan menjadi di belakang dan di letakkan dalam urutan huruf ke 31.

Sedangkan huruf ke  32 , Ta’ marbuthah merupakan pengembangan karakter huruf   Ta’ maftuhah ( huruf ke 3 ) ketika terletak di belakang kata uniknya, sekalipun huruf hijaiyyah sudah dikembangkan sedemkian rupa menjadi  32 huruf tetap saja imbang artinya, 16 huruf  mu’jam ( bertitik ) dan 16 huruf Ghairul Mu’jam (tanpa titik).

Keterangan:

Makhraj-Makhraj Huruf Makhraj ialah tempat menahan/menyekat udara ketika bunyi huruf dilafazkan. Huruf ygdimaksudkan ialah huruf Hija’iyah bahasa arab yg mengandungi 28 huruf. Menurut pendapatImam Al-Khalil Bin Ahmad dan kebanyakan Ahli Qiraat serta Ulama Nahu antaranya ImamIbnu Al-Jazari. Jumlah bilangan makhraj yg umum terbahagi kepada 5 Bagian.

Bagian rongga mulut dan rongga kerongkong ( Al-Jauf )

Bagian kerongkong ( Al-Khalk )

Bagian lidah ( Al-Lisan )

Bagian bibir mulut ( Asy-Syafatan )

Bagian hidung ( Al-Khaisyum

Semoga bermanfaat…  Salam….

Kategori:Huruf

Huruf BA’ – Bahr Al Qudra ..!?

BA – HURUF ARAB

· Huruf Arab Ba setara dengan huruf ‘ B ’ dalam abjad Inggris.
· Itu adalah huruf kedua dalam bahasa Arab.
· Ba dalam numerology Arab yang dikenal dengan Abjad, mempunyai nilai 2.
· Rahasia Bahrul Qudra – Samudera Kekuatan
· Ba Siin Miim Bism

Artikel ini adalah tentang makna spiritual dari huruf Ba’ .….

PERKENALAN HURUF BA

Dalam risalah pertama yang di terima Nabi Muhammad dari Allah melalui Jibril  adalah  “ Bacalah: Dengan nama Tuhan/Rabb mu… ” [Quran: Al Alaq Surat 96] Baca apa? Baca Bismi Rabbik. Ayat itu menunjuk pada huruf Ba .
· Baca : Ba , Siin , Mim, Bismi. { Ba adalah Bahrul Qudra, Sin adalah Ya- Siin, Miim adalah Muhammad = melalui Sayyidina Muhammad masuk kepada  Qalbu-Nya yang bernama Ya-Siin untuk masuk kembali ke Bahrul Qudra}.

Huruf Ba adalah huruf pertama dalam ayat Bismillah, yang ditunjukkan pada bagian atas halaman ini. Bismillah adalah ayat pertama dalam al Quran. Semua Surat dalam al Quran memulai dengan ayat Bismillah kecuali Surat 9 Tawbah.

Mengapa itu dihilangkan di awal Surat 9?

Tingkat ke sembilan adalah untuk kembali kepada Gua mu, sebagaimana Allah sebutkan dalam Surat al-Kahf, “Ketika kamu berpaling dari mereka dan benda yang mereka sembah selain Allah, masukkan dirimu kedalam Gua: Rabb mu akan melimpahkan Rahmat Nya kepada mu…” [18:16].

“Gua itu adalah Hadhirat Ilahi. Disini diserukan doa mulia Nabi : ‘Ya Allah, Engkaulah tujuan ku dan Kesenangan Mu adalah yang aku cari.’ Jantung, ketika dia berputar antara akhir dan awal pemompaannya, keberadaannya pada level Sejatinya Hadhirat Ilahi. Karena Dzat Ilahi itu adalah sumber semua makhluq ciptaan, jantung itu akan menjadi satu dengan setiap ciptaan yang terkecil pun
di alam semesta ini.

Qalbu yang telah memahami rahasia titik sembilan akan dapat melihat segala sesuatu, mendengar segala sesuatu, mengetahui segala sesuatu, merasa segala sesuatu, memindai segala sesuatu, ‘Sampai Dia akan menjadi telinga yang dengannya dia mendengar, mata yang dengannya dia melihat, lidah yang dengannya dia berbicara, tangan yang dengannya dia menggenggam, dan kaki yang dengannya dia berjalan. Dia akan berbusana Ilahiah, dia hanya perlu mengatakan kepada sesuatu Jadilah! dan itu akan terjadi.’”

MENCARI BISMILLAH

Mengapa mencari Bismillah? Jika Bismillah tidak hilang dari salah satu Surah, tak seorangpun akan mengkaji bersungguh sungguh pada ayat Bismillah. Itu akan terlewatkan oleh setiap pembaca al Quran. Pada awal Surah 9 {rahasia Pintu kepada Haqqiqat 9} pembaca diberi tahu oleh Allah, Lihatlah!, ayat pembuka Bismillah hilang. Pergilah dan carilah ayat Bismillah. Pembaca begitu terbiasa membaca setiap Surah dalam al Quran dimulai dengan Bismillah.

Kini pembaca perlu dibangunkan. Kedua, dalam semua surah sebelumnya 1 sampai 8 huruf pertama adalah Alif  or Ya  sebagai berikut:

Surah 1 : Al Fatihah: Al Hamdu Lillahi Rabbil Alamiin

Surah 2: Al Baqara: Alif Laam Miim

Surah 3: Al Imran: Alif Laam Miim

Surah 4: An Nisaa: Ya Ay Yuhan Nas Sut Takoo Rabbakum…

Surah 5: Al Maida: Ya Ay Yuhal Lazeena Amanu…

Surah 6: Al Anaam: Al Hamdu Lillahil Lazee….

Surah 7: Al Aaraf: Alif Laam Miim Saad

Surah 8: Al Anfal: Yas Aloo Naka Aanil Anfaal…

Surah 9: At Tawba: Baraa atum Min Allahi Wa Rasuulih

{Semua ciptaan dalam angka 1,2,3,4,5,6,7,8,9 1-8 mendukung Singgasana (Arsy) dan 9 Duduk padanya.}

SEBAGAI GANTINYA MENDAPATI BA

Surah 9 tidak dimulai dengan ayat Bismillah, itu tidak dimulai dengan huruf Alif itu tidak dimulai dengan huruf Ya ,  Surah 9 dimulai dengan huruf Ba .

Yang lagi lagi memberi tahu pembaca Perhatikan !, Bismillah hilang (dari Surat 9 ini) dan ayat pertama Surah ini dimulai dengan huruf Ba.
· Jika itu tidak berarti apapun, maka perhatikan nama nama dari 9 surah pertama. Hanya
terdapat dua surah dalam sembilan surah pertama dengan huruf Ba di dalam namanya.

· Mereka itu adalah surah 2 dan 9.

· Surah 9 adalah surah kedua yang memiliki huruf Ba dalam namanya.

· Kata kedua dapat diterjemahkan sebagai angka 2 yang adalah nilai huruf Ba.

· Mengapa Surah 9? Mengapa bukan Surah 2 yang disebut Baqarah, yang satu satunya surah dari 9 surah pertama yang namanya diawali dengan huruf Ba?,
Mengapa bukan surah 90 yang disebut Al Balad?

Jika kita memperhatikan sistem angka kita,

· Angka angka itu adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9.

· Maka kita perlu mengulang angka angka itu lagi untuk menjadi 10 (puluhan), 100 (ratusan), 1000 (ribuan).

· Misalnya, untuk membuat angka 10, kita memerlukan untuk memilih 1 dan 0 dari deretan digit tunggal.

· Maka, angka 9 adalah angka digit tunggal terakhir. Sistem per-angka-an normal adalah tak terbatas.

· Kita mendengar orang berbicara tentang ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, dan seterusnya. Tidak terdapat “satu angka besar ” yang dapat disebut sebagai angka terakhir yang setelah itu tidak ada lagi angka lain.

· Dari sinilah angka 9 digunakan sebagai digit terakhir, tanpa ulangan, menjadi masuk akal.

· Surah Tawba dapat saja ditaruh di posisi manapun dari satu sampai delapan di dalam al Quran selain pada posisi ke sembilan. Namun itu tidak demikian. Itu ditaruh di posisi ke sembilan. Mengapa? Surah pertama adalah sebuah doa untuk mohon petunjuk dari Allah. Surah kedua dan ketiga adalah petunjuk dari Allah. Mereka berdua diawali dengan Alif Laam Miim . Alif  – Percaya akan Allah, Laam  – katakan La ilaha ill Allah dan Miim – Muhammadur Rasul Allah.

Surah 4 sampai 8 adalah petunjuk lanjutan dan nutrisi jiwa.

Kemudian surah 9 adalah sebuah peringatan { Pemilik Safa’at Lestari Muhammad RasulAllah , Ciptaan yang dimuliakan Malik Hayat Malik Dunya} .

Itu seperti penciptaan seorang manusia. Diperlukan sembilan bulan untuk pembentukan. Setelah sembilan bulan sang jabang bayi harus meninggalkan kenyamanan rahim ibunya dan menghadapi dunia. Bayi itu mulai belajar dari saat itu seterusnya.

Setelah bersaksi mengucapkan Kalima tanpa sedikitpun keraguan, Allah kemudian memberi isyarat sang pencari untuk memperhatikan huruf Ba. Karena itu hilang dan sebuah isyarat telah diberikan, maka kini carilah itu. Ketika kamu mendapatkannya perhatikanlah. Setelah kamu memahami huruf Ba maka kamu memiliki kunci ke surga.

MAKNA HURUF BA

Karena tidak ada angka setelah 9, itu adalah tahap terakhir. Di dalam setiap kompetisi, atau olah raga, orang umumnya menghormati mereka yang datang terlebih dahulu, kedua atau ketiga. Tak seorangpun yang peduli kepada mereka yang datang ke empat sampai terakhir. Kecuali Allah, Dia memandangi abdi Nya lagi dan lagi, dengan Rahman dan Rahim, Perhatian dan Ampunan. Dia memperlihatkan kepada kita, pada tahap terakhir (yaitu 9 atau surah 9) lihatlah Ba.

· Dia telah menciptakan segalal sesuatu dari sebuat noktah atau tetes { Stuktur Atom dari  semua ciptaan hanyalah titik yang berputar }

· Titik ciptaan itu dinyatakan atau disimbolkan di bawah huruf Ba.

· Dia menciptakan kita dari sebuah noktah (tetes) yang tidak suci (murni). Sembilan dalam numerologi Abjad mewakili huruf Toin . Toin mewakili kesucian, dari sinilah kata Arab Tayyab – yang dieja dalam Arab Toin, Ya dan Ba .

· Huruf Arabic Ya mewakili ilmu.

· Allah telah mengajari kita bagaimana mensucikan diri kita sendiri. Allah mengajari Adam (setiap manusia) segala nama, yang adalah yang dimaksud dengan Hadits:  Setiap Utusan Allah mengatakan, “Setiap anak yang dilahirkan dia dilahirkan dengan sebuah iman yang benar (seorang Muslim) namun orang tuanyalah yang mengubahnya menjadi Judaism atau Khristianity…. [Sahih Bukhari]

Allah telah mengirimkan al Quran dan Utusan Nya  sebagai pemberi peringatan untuk memperlihatkan abdi Nya bagaimana untuk mensucikan diri mereka sendiri. Secara fisik kita tidak pernah dapat menjadi suci betapapun kita membasuh dan menggosok diri kita sendiri. Tetapi kita harus mencoba mensucikan diri kita sendiri sebaik baiknya yang dapat kita lakukan.

Halangan terbesar dalam mensucikan diri kita terletak pada tetes terakhir air seni kita. Kita harus membersihkan diri kita sendiri (dengan petunjuk Allah) bebas dari tetes terakhir itu, atau apapun yang kamu ingin menyebutnya. Ini disebutkan di dalam Al Quran:  4 Dan jagalah pakaian mu bersih dari noda [al Quran: Al Muddassir Surah 74]

MAKNA HURUF  BA

Segala sesuatu dalam Islam memiliki makna lahir biasa dan sebuah makna-dalam (spiritual). Kedua makna itu berlaku, namun kebanyakan Muslims hanya menyadari makna lahirnya saja. Makna spiritual ayat 4 Surah 74 adalah:

11 Ingatlah Dia menyelimuti kalian dengan semacam rasa kantuk dari Diri Nya agar kalian merasa tenang dan Dia membuat hujan turun kepada kalian dari langit (surga/janah) untuk dengannya membersihkan dirimu untuk membuang darimu noda Shaytan untuk memperkuat qalbumu dan untuk menanamkan kakimu kuat kuat dengan itu. [Quran: Al-Anfal Surah 8]

14 Sesungguhnya! namun di qalbu mereka terdapat noda dari (keburukan) yang mereka perbuat! [Quran: Al Mutaffiffiin Surah 83]

Ketika kita mencoba membuang tetes terakhir air seni secara lahirnya, di dalam (batin) kita membuang noda Shaytan dari qalbu kita. { Apabila kamu memperhatikan tentang apa yang orang tidak tahu atau lihat, maka kamu mencapai bagus bagusnya spiritual Ihklas}

Maka kita dapat melakukan Wudhu. Sisi spiritual Wudu dijelaskan oleh wali termashur Ali bin Usman al Hujwiri (semoga barokah Allah baginya). Ali bin Usman (juga dikenal sebagai Datta Ganj Baksh) dikirim ke India oleh Mursidnya dan dia tinggal di Lahore (kini Pakistan) sampai napas terakhirnya¸ yang tercatat pada  1064-5 (456 Hijriyah) atau 1071-2 (464 H). Dia mengislamkan tak terhitung banyaknya orang Hindu. Dia telah menulis di dalam bukunya Kashf Al Mahjub dalam bab tentang Pensucian:

Pensucian lahir dan pensucian batin harus terjadi bersamaan.

· Ketika seorang membasuh tangannya, dia harus membasuh qalbunya bersih dari keduniaan.

· Ketika dia memasukkan air ke dalam mulutnya, dia harus mensucikan mulutnya dari menyebut selain Allah.

· Ketika dia membasuh mukanya, dia harus berbalik dari semua hal yang keseharian dan menghadap kepada Allah.

· Ketika dia mengusap kepalanya, dia harus menyerahkan urusannya kepada Allah.

· Ketika membasuh kakinya, dia tidak boleh membentuk niat untuk berpihak kepada apapun kecuali sesuai dengan Perintah Allah.

· Maka dia akan disucikan dua kali. Perhatikan kita sedang membicarakan tentang Ba atau 2, atau lahiriah dan batiniah. Kesucian lahiriah tidak berguna tanpa kesucian batiniah. Mereka berdua harus disatukan untuk mencapai kesucian sejati. Ini dicapai bila qalbu dan pikiran tersucikan dari semua pikiran dan keinginan buruk (sataniah) dengan menjaga agar Allah selalu dalam pikiran. Ketahuilah bahwa Allah melihat setiap tindakan kita, dan Allah mendengar setiap kata kata kita dan Allah mengetahui setiap pikiran kita. Jika kita dapat mempertahankan tahap itu, selalu sadar akan Hadhirat Allah, kita akan tersingkir dari dosa. Setelah mensucikan baju lahir dan batin kita, barulah kita bisa mendekati Allah.

Dia kemudian menaikkan kita di atas para malaikat dan membuat mereka bersujud kepada Adam.

· Maka Tayyab adalah {Sayyidina TaHa al-Tahir}

· Toin  untuk – pensucian,

· Ya  untuk – dengan pengetahuan kita selalu dalam Hadhirat Allah,

· Ba  untuk – noktah atau tetes atau qalbu.

284 Untuk Allah kepemilikan semua yang berada di langit dan di bumi. Apakah kamu memperlihatkan apa yang ada dalam pikiran kamu atau menyembunyikannya Allah minta kamu mempertanggung jawabkannya Dia mengampuni siapapun yang Dia kehendaki dan menghukum siapapun yang Dia kehendaki Allah memiliki kuasa atas segala sesuatu. [Quran: Al Baqarah Surah 2]

NILAI NUMERIK TERSEMBUNYI BA

Memandang kepada huruf Ba dengan cara lain. Jika kita menulis huruf itu sebagaimana kita membacanya, itu tertulis .

Ba, Alif dan Hamzah .

Maka nilai numeriknya menjadi ( Ba = 2, Alif = 1, Hamzah = 1) 1+1+2 = 4.

· Memandang kepada ayat Bismillah, terdapat 3 Miim dari BisM Allah Ar RahMan Ar RahiiM.

· Allah merubah noktah pada Ba atau tetes menjadi sebuah makhluq dengan 3 elemen, Bumi, Api dan Air.

· Setelah kelahiran bayi yang baru lahir jika ditetapkan untuk hidup diberi Napas Allah yang diwakili oleh huruf Ha  dari nama AllaH dalam ayat Bismillah. Itu menambahkan elemen ke empat Udara.

· Dengan elemen terakhir itu Allah menyelesaikan penciptaan. Jika bayi yang baru lahir itu tidak ditetapkan (ditakdirkan) untuk hidup, maka elemen ke empat itu ditahan. Begitu juga pada saat kematian, Allah membuang elemen ke empat dari seorang makhluq melalui malaikat Azraiil .

156 Yang mengatakan ketika dilanda musibah: “Kami milik Allah dan kepada Nya kami kembali.” [al Quran: Al Baqara Surah 2]

Bismillah terdiri atas 19 huruf { Al Quran berisi 114 (= 6×19) Surah, kedalam dengan 30 Juz kedalam 7 ayat Fatiha kedalam 19 huruf Bismillah kedalam BA} 1-9 semua ciptaan dalam 1 sampai dengan 9 Allah menunjukkan Kode Bi-Nair pertama.

Yang mewakili 1 Pencipta yang menciptakan seorang manusia dalam 9 bulan dan suara pertama yang harusnya diterima bayi yang baru lahir itu adalah Adzan. Ini memberi keterangan pendatang baru itu:

Allahu Akbar, Allahu Akbar, (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar)
Allahu Akbar, Allahu Akbar,

Saya bersaksi tiada sesembahan kecuali Allah,

Saya bersaksi tiada sesembahan kecuali Allah,

Saya berskasi Muhammad adalah Utusan Allah,

Saya bersaksi Muhammad adalah Utusan Allah,

Datanglah kepada shalat, Datanglah kepada shalat,

Datanglah kepada kebaikan,

Datanglah kepada kebaikan,

Allahu Akbar, Allahu Akbar La ilaha ill Allah (Tiada sesembahan kecuali Allah)

Memperhatikan Adzan, Allahu Akbar disebutkan sebanyak empat kali awalnya. Ini adalah untuk memberi tahu bayi yang baru dilahirkan bahwa dia telah diciptakan Allah dari empat elemen. Ini

sama dengan nilai numerik tersembjunyi dari Ba .

Setelah itu setiap kalimat diulang dua kali yang adalah nilai normal Ba . Pada akhirnya La ilaha ill Allah disebutkan hanya sekali.
Ini untuk menekankan bahwa meskipun kamu, bayi yang baru lahir, diciptakan dari Ba, Pencipta kamu adalah Allah yang SATU.

Adzan itu diserukan ke telinga kanan. Setelah menyelesaikan Adzan di telinga kanan, itu diucapkan lagi pada telinga kiri. Maka Adzan itu disuarakan dua kali seluruhnya. Ini seimbang dengan ciptaan baru itu dari noktah Ba dan nilai numeriknya.

Noktah dibawah Ba  juga mewakili putaran Utusan sebelum kedatangan Muhammad .

dan Muhammad menjadi penutup para Nabi diwakili diakhir ayat Bismillah dengan huruf Miim . Ayat Bismillah diberikan kepada setiap Rasul Allah dari Adam  ke Isa (Jesus).

Namun, Bismillah ditarik dari ummat lainnya ketika Rasul Allah mereka meninggalkan mereka (wafat). Akhirnya Bismillah diberikan kepada Muhammad dan ummatnya. Para Muslim adalah satu satunya ummat yang masih mempertahankan ayat ini. Mengapa?

Alasan di belakang ini adalah bahwa Miim diperlukan di akhir ayat ini untuk menyempurna kannya. Setelah Muhammad pintu Utusan Allah telah tertutup. Muhammad sebagai penutup dari lingkaran Utusan Allah. Maka Muhammad dan ummatnya, yaitu para Muslim, adalah penjaga dan pemilik sah dari ayat ini.

PENGGUNAAN YANG DISENGAJA DARI HURUF BA DI DALAM AL QURAN

Marilah kita perhatikan contoh lain dari huruf Ba dari al Quran. 96 Bait (Rumah) pertama ditetapkan untuk manusia adalah bahwa Bi (dalam) Bakka penuh MuBaraka (berkah) dan petunjuk untuk semua jenis ciptaan:

97 Di dalam nya terdapat tanda tanda jelas; maqam Ibraheem; barang siapa yang memasukinya mereka mendapatkan keselamatan; (dalam) pergi hajji terdapat sebuah kewajiban manusia terhadap Allah (bagi) mereka yang mampu melakukannya; namun bila siapapun mengingkari iman, Allah teguh kokoh tidak memerlukan yang manapun di antara ciptaan Nya. [al Quran: Al Imran, Surah 3]

Mengambil contoh Hajj, perjalanan ke Makkah (Mecca), jika ditinjau dari kontex ini mewakili sebuah lingkaran atau noktah. Ka’aba (Sang Kubus) adalah pusatnya, dan manusia membuat Thawwaf, atau berputar mengitari Ka’aba itu. Perhatikan bahwa nama Ka’aba memiliki huruf Ba menjelang akhir. Namun nama Ka’aba tidak digunakan di dalam ayat tersebut di atas. Karena huruf Ba adalah menjelang akhir dari kata / nama Kaaba,

· untuk memperlihatkan huruf Ba Bait (rumah) pertama digunakan untuk menunjuk kepada Ka’aba.

· Bila itu belum menunjukkan secara jelas maka selanjutnya ditekankan oleh kata pertama sesudah (yang menjelaskan)  Bait.

· Pertama apa? Ba pertama! Kata Bayt membawa huruf Ba mengawali kata Biyt atau di tempat pertama.

· Bahkan jika kunci ini juga terlewat, terdapat petunjuk ketiga. Makkah dituliskan sebagai Bakkah.

· Huruf Ba  muncul empat kali dalam ayat 96 di atas.

· Sebagaimana disebutkan sebelumnya,

terdapat empat elemen, Bumi, Api, Air dan Udara digunakan dalam penciptaan.

· Jika kita menempatkan sebuah 0 atau noktah setelah (angka) 4 kita mendapatkan 40 yang adalah nilai numerik dari Miim.

· Jika huruf Ba dalam Bakkah digantikan dengan Ma atau Meem, nama kota itu menjadi Makkah.

Allah tidak menggunakan kata Ka’aba namun kata Bait sebagai gantinya. Allah tidak menggunakan kata Makkah namun kata Bakkah sebagai gantinya diawali oleh Bi. Kemudian kata MuBaraka digunakan untuk petunjuk lagi, LIHATLAH! Miim { Galb Muhammad} telah digantikan oleh Ba. LIHATLAH ! Miim dan Ba diperlihatkan bersama di sini. Miim sebetulnya bisa digunakan, tetapi itu tidak demikian. Maka, Lihatlah pada Ba!

LIHATLAH LAGI PADA HURUF BA DAN BELAJARLAH

Surah 3 ayat 96 berakhir dengan petunjuk untuk semua jenis ciptaan dan ayat berikutnya, ayat 97 diawali dengan di dalam nya terdapat tanda tanda yang jelas, artinya nampak, bukti, jelas, terang, tak pelak lagi. Apa tanda yang jelas, nampak, bukti, jelas, terang, tak pelak lagi?

Allah memperlihatkan kepada kita pembentukan sebuah Atom sebelum ilmuwan fisika nuklear muncul di panggung (dunia).

Definisi dari sebuah atom:

· Sebuah atom terdiri atas partikel (zarah) terkecil yang tak dapat dipecah lagi.Sebagian besar itu terdiri atas ruang kosong. Pada pusat ruang ini terdapat inti yang sangat kecil yang disebut nucleus. Massa itu terkonsentrasi di dalam nucleus itu. Satellite yang disebut elektron berkeliling dalam orbit di sekitar nucleus itu.

· Para hajji mengitari Ka’aba adalah sebuah pencitraan visual dari sebuah atom dalam skala besar.

· Ka’aba itu adalah nucleus nya dan manusia yang mengelilinginya adalah elektron nya.

· Ahli nuklir Kristen mungkin menyatakan telah menemukan atom ini. Kenyataannya Allah telah memberi tahu kita untuk memperhatikan huruf Ba 1400 tahun yang lalu.

· Sayangnya tak seorang sarjana Muslim pun hadir pada titik penemuan atom itu untuk membuktikan apa yang al Quran ungkapkan adalah Kebenaran.

· Kita Muslim selalu mengandalkan pada para Non-Muslims untuk membuktikan Kalimat Allah adalah Kebenaran.

· Saya tahu ayat 96 mengatakan petunjuk bagi semua ciptaan, namun akan lebih melegakan jika para Muslim menemukan beberapa tanda tanda Allah dalam hari hari dan masa ini. Tidaklah cukup baik untuk hidup dalam kejayaan masa lalu.

· Kata operasional nya adalah (masa) lalu. Kebanyakan dari para Muslim saat kini mengekor di belakang dalam penemuan bidang ilmu dan teknologi.
· Bahkan sebagian Muslim memandang ilmu dan teknologi sebagai musuh Islam.  Kelompok terakhir ini sama sekali tersesat.

· Seseorang harus mencari perlindungan Allah dari mereka yang tersesat ini, karena semua ilmu berasal dari Allah apakah itu spiritual atau sains. Kedua duanya ilmu spiritual dan sains bekerja bersama sama. Namun demikian ada cara lain untuk melihat hal itu. Bismillah, memulai dengan huruf Ba.

· Huruf ini mewakili ciptaan. Allah menciptakan segala sesuatu dari sebuh noktah. Manusia, hewan, tetumbuhan, mereka semua diciptakan dari noktah atau biji.

· Bahkan biji itu sendiri diciptakan dari noktah yang kita sebut atom. Apabila kita terapkan hal ini kepada gas, mineral dan cahaya, itu tetap berlaku.

· Bahkan atom jika dipecah pecah lebih lanjut menjadi electron, proton, neutron dan photon mereka semua bergerak berputar mengitari nucleus, memberi effek (kesan) sebuah noktah.

· Jika kita mengarahkan pandangan kepada matahari, bulan, bumi dan semua planet lainnya, bahkan mereka ini seperti noktah.

· Bahkan lintas putaran (orbit) planet adalah lingkaran, mewakili sebuah notah.

· Jadi apapun yang kita lihat dapat diartikan sebagai sebuah bentuk, raga atau bentuk, atau itu dapat dilihat sebagai sekumpulan noktah atau atom yang saling melekatkan diri untuk menghasilkan sebuah pola. Mereka semua memiliki satu hal yang sama. Semua ini, hewan, tetanaman, mineral, sesungguhnya seluruh alam semesta (cosmos) diciptakan oleh Satu Wujud yang adalah Sang Pencipta , Yang tidak diciptakan.

APAKAH NOKTAH ITU BERGERAK SEARAH JARUM JAM ATAU BERLAWANAN ARAH JARUM JAM ?

· Analogi lain dari Tawaf (hajji mengelilingi Kabbah) adalah bahwa Bumi berputar pada sumbunya dari timur ke barat.

· Karena matahari terbit di timur dan tenggelam di barat. Gerakan ini adalah berlawanan dengan arah jarum jam.

· Begitu juga dengan Tawwaf, mengambil Kaaba sebagai sumbunya. Hajji mengelilingi Kabah berlawanan dengan arah jarum jam.

· Bumi itu sendiri mengelilingi matahari dalam lintasannya dalam arah berlawanan arah dengan jarum jam. Terdapat kesempatan lima pupuh-lima puluh, itu adalah betul.

· Sama saja, terdapat kesempatan lima puluh – lima puluh, itu adalah salah. Karena petunjuk itu dari Allah, Tawwaf itu berharmoni sempurna dengan ciptaan Allah : malam dan siang. Tawwaf itu berharmoni sempurna dengan ciptaan Allah : musim (yang diakibatkan letak) matahari.

Kini, jika kita memandang jam dan arloji, gerakan mereka adalah searah jarum jam, yaitu dari kiri ke kanan seperti halnya menulis bahasa Inggris contohnya. Jika sekiranya penemu jam adalah seorang Muslim mungkin kita hari ini akan memiliki jam dengan gerakan dari kanan ke kiri. Yang adalah berlawanan arah jarum jam dengan angka yang juga meningkat dengan arah berlawanan jarum jam. Maka arah berlawanan jarum jam akan menjadi sesuai arah jarum jam.

Maka para penemu jam (yang kita kenal) hari ini dulunya secara di bawah sadar mencoba untuk menguasai waktu dengan merancang jam yang berlawanan dengan perputaran bumi dan orbitnya. Semua ini adalah agar supaya menghindari pertemuan mereka dengan Sang Pencipta mereka. Mereka mengabaikan dua hal. Satu, waktu tidak menunggu manusia. Dua, bahkan bila waktu bergerak mundur, mereka akan tetap bertemu dengan Sang Pencipta mereka. Karena Dia

hadir pada saat awal, Dia hadir pada saat kini. Dan Dia akan hadir selalu. Muhammad berkata : “Allah hadir dan tiada sesuatupun selain Dia “. Dan Ali ibn Talib (ra) menjawab: “Dan Allah adalah kini seperti halnya Dia sebelum ini “.

Yang artinya ‘Saat ini adalah sama dengan saat yang itu juga ‘

· Kini setelah kita melihat Tawwaf dalam makrokosmos. Mari kita melihatnya dalam mikrokosmos.

· Setiap atom dari sebuat bentuk, apakah itu manusia, tetanaman, batu dan bahkan benda yang paling keras pun seperti diamond (berlian) dan tungsten sedang melakukan Tawwaf berkesinambungan, siang dan malam, malam dan siang.

· Mereka semua memiliki zarah (noktah) yang berputar pada sumbunya.

· Penemuan atom adalah kemajuan ilmu pengetahuan dalam masa kita ini.

TEKNOLOGI DITURUNKAN DARI HURUF BA

Kini, mari kita perhatikan kemajuan ilmu pengetahuan dan lihatlah bagaimana itu terkait dengan huruf Ba. Hampir setiap orang di masa dan zaman sekarang ini telah melihat dan bahkan juga menggunakan sebuah komputer.

· Meskipun para penemu komputer itu tidak menyadari hal ini namun mereka mendasarkan komputer itu pada huruf Ba yang adalah angka dua.

· Komputer itu hanya mengenal dua situasi, sambung atau putus, yang mewakili 1 atau 0 yang disebut sistem/format Biner.

· {Al Quran dalam Bismillah = 19 kode Biner untuk ciptaan }

· Perhatikan terdapat dua kondisi yang adalah nilai numerik Ba atau sebagaimana para ilmuwan suka menyebutnya sebagai BI (dua).

· 0 itu mewakili noktah (titik).

· Jika pemakai komputer itu mungkin memasukkan angka dengan sistem sepuluh /desimal, komputer itu tidak dapat menggunakan (masukan) mereka itu.

· Perangkat lunak itu harus mengubah angka desimal ke dalam format binair sebelum perangkat keras itu dapat membuat perhitungan apapun. Setelah menghitung jawaban binari { Utusan Dhzahir Allah Yang Menghubungkan Sang Pencipta dengan Ciptaan Nya, Tawassul} dari perangkat keras harus dirubah kembali ke dalam sebuah angka desimal oleh perangkat lunak itu untuk memberi makna bagi pengguna komputer itu.

Kemudian kita mencermati al Quran lagi, dan kita diberi tahu Allah:

36 Maha Suci Allah Yang menciptakan berpasangan semua yang diproduksi / dikeluarkan bumi dan juga sebagaimana di antara jenis mereka sendiri dan berbagai hal yang mereka tidak memiliki ilmu.{ 36 for Yasiin} 37 Dan sebuah tanda untuk mereka adalah Malam: Kami menariknya dari Siang dan lihatlah mereka terbenam dalam kegelapan  [Quran: Ya Siin, Surah 36]

1 Demi Malam ketika dia menyembunyikan;
2 Demi Siang ketika dia muncul dalam kegemilangan;
3 Demi penciptaan lelaki dan perempuan

[Quran: Al Lail Surat 92] {92 cermin nya adalah 29 Ilmu ghaib, nama ke 9+2=11 Rasul adalah Ya Siin yaitu (ayat) 36 Rahasia Ya Siin adalah Decoder antara Ciptaan dengan Sang Pencipta }

ALLAH SANG ASAL USUL (ORIGINATOR)

· Kita diberi tahu tentang dua keadaan malam dan siang, yang dapat disamakan dengan 1 dan 0 atau 0 dan 1 tergantung kepada pilihanmu.

· Kata ciptaan digunakan dalam kedua Surah 36 dan 92, untuk menekankan, 2 keadaan itu.

· Analogi lain dari dua adalah, satu keadaan adalah keadaan tak tercipta dan keadaan lainnya adalah keadaan tercipta.

· Asma Allah Sang Pencipta dalam kedua kasus adalah al Khaliq.

· Dalam keadaan tak tercipta, benda itu adalah dalam bentuk ingatan, atau visi (bayangan).

· Kemudian dalam keadaan tercipta benda itu mengambil bentuk fisik dan tampak di dalam dunia.

· Namun ciptaan sesungguhnya adalah dalam bentuk Ba. { Sebagaimana Dia memberi Rahim Perempuan kekuatan Penciptaan Sang Raja (al Malik) harusnya mengawasi }

· Allah tidaklah menciptakan secara fisik (dengan tangan). Dia tidak memerlukan itu: 117 Badi’u (Sang Asal Usul) langit dan bumi! Apabila Dia menetapkan sebuah hal, Dia mengatakan: Jadilah! Dan jadilah itu [Quran: Al Baqara Surat 2]

MENDAPATKAN BISMILLAH YANG HILANG

· Kembali kepada ayat Bismillah. Itu adalah ayat pertama dalam al Quran ketika kita membuka al Quran pada halaman pertama. Itu ditempatkan pada awal setiap Surah di dalam al Quran kecuali untuk Surat 9.

· Bismillah yang hilang itu didapatkan dalam Surah 27 yang disebut Al Naml dalam ayat 30{Lam=30 mewakili Mulk atau Kerajaan }. Bila kita mempertambahkan angka Surah itu 2+7 = 9.

· Jadi, itu disengaja dibuang dari Surat 9. Kini soalnya adalah, Mengapa ayat 30 yang dalam bentuk angka tunggal adalah 3 (=3 +0) dan bukan ayat 20 yang akan menunjuk kembali ke Ba atau 2? {30 Allah memperlihatkan Raja Ciptaan yaitu Yang dikaruniai Kekuasaan adalah Pemilik Bismillah, Nabi Sulaiman menggunakan kekuasaan / kekuatan dari Bismillah ini untuk kerajaannya }

· Jadi, Al Naml ditempatkan sebagai 9 ke tiga , (9, 18, 27) atau 9 x 3 = 27.

· Bahkan jika kita mengalikan nomer Surah dengan nomer ayat kita mendapat 27 x 30 = 810 = 8 + 1 + 0 = 9.

· Lagi lagi kita diberi tahu bahwa ini adalah tahap terakhir.

· Kamu mencari Bismillah, carilah lagi, namun ingatlah selalu nomor / angka 3.

Tiga adalah angka nilai huruf Arabic Jiim . Jiim tidak terdapat dalam ayat ini. Jadi menunjuk kepada apakah angka 3 ini?

· Terdapat hanya dua huruf yang terjadi 3 kali dalam Bismillah.

· Mereka itu adalah Alif  dan Miim .

· Huruf pertama dalam Nama Allah adalah Alif .

· Huruf pertama dalam nama Muhammad adalah Miim .

· Nilai angka Alif  adalah 1 dan nilai angka Miim  adalah 40. Jika kita mengalikan nilai angka Alif dan Miim dengan angka dari kejadian (munculnya) mereka berturut dalam ayat Bismillah kita mendapatkan berikut ini: Untuk Alif 1 x 3 = 3 Untuk Miim 40 x 3 = 120 = (1 + 2 + 0) = 3

RAHASIA PERTAMA BISMILLAH

· Maka perkiraan pertama untuk mencari 3 kejadian/kemunculan adalah benar.
Perhitungan di atas membenarkan hal itu.

· Itu tidaklah cukup bagi Allah untuk memberi kita Kalimat Pertama La ilaha ill Allah Muhammadur Rasul Allah.

· Dia memberi isyarat lagi disini, itu adalah ketika seseorang membaca ayat Bismillah, La ilaha ill Allah Muhammadur Rasul Allah secara otomatis disebutkan oleh yang membacanya tanpa diketahui olehnya.

· Kalimat pertama ini juga dikenal sebagai Kalima Tayyab (Kesucian).

· Adalah pembacaan Kalima Tayyab inilah yang mensucikan spiritualitas sang Muslim.

· Semua Utusan Allah tahu bahwa Muhammad akan dikirim oleh Allah sebagai
Penutup semua Rasul.

· Ini adalah alasan lainnya mengapa ayat Bismillah diberikan kepada semua Rasul Allah dan ummatnya sejak Adam  sampai Isa.

· Para Rasul Allah mengetahui rahasia tersembunyi dalam Bismillah.

· Ketika para Utusan ummat terdahulu meninggalkan mereka, Bismillah diambil kembali dari mereka.

· Ummat Muslim masih mempertahankan ayat ini karena mereka telah menerima bentuk dzahir (nampak) dari Kalimat pertama .

· Para Ummat lainnya itu tidak menerima Kalimat pertama dalam bentuk nampak/ dzahirnya.

· Di dalam Kalimat, kata kata adalah terungkap, sangat jelas, tak pelak lagi.

· Disini kata kata itu tersembunyi atau Batin.

· Ketika kita membaca Bismillah dengan keimanan penuh, Allah memberi kita karunia pertama karena telah membaca Bismillah, plus hadiah karena mengatakan Kalimat (Sahadat) Pertama tiga kali ditambahkan kepada karunia tadi. Allah sangat murah hati kepada ciptaan Nya.

Muhammad meninggalkan kepada kita sebuah kunci.

· Jika kita memperhatikan huruf yang membentuk tulisan Rasul Allah kepada kepala negara di sekitarnya agar mereka memeluk Islam, tulisan itu dimulai dengan Bismillah Hir Rahman Nir Raheem Muhammadur Rasool Allah.

· Itu adalah kunci bahwa Kalimat (shahadat) pertama tersembunyi di dalam ayat Bismillah. Bagian pertama dari Kalimat adalah tersembunyi,

· Karena Allah tidak dapat terlihat di dunia ini.

· Bagian kedua nampak karena itu adalah fakta sejarah bahwa Muhammad Utusan Allah  datang ke dunia ini dan meninggalkan bagi kita Muslim Keajaiban al Quran.

· Hadits berikut ini juga menegaskan bahwa Muslims dianugerahi lebih dari sekali meskipun kebanyakan dari kita tidak mengetahui mengapa.
Utusan Allah mengatakan,  “Umurmu (keberadaanmu) dibanding dengan ummat sebelumnya, adalah seperti jangka waktu antara shalat Asr dan Maghrib.

· Ummat (kitab) Taurat dikaruniai Taurat dan mereka melaksanakan (isi) kitab itu sampai tengah hari dan mereka tidak dapat melanjutkannya. Dan mereka dikaruniai (hadiah sama dengan) satu Qirat masing masing.

· Kemudian ummat Injil dikaruniai Injil dan mereka melaksanakannya sampai shalat Asr dan mereka tidak dapat melanjutkannya, maka mereka dianugerahi (hadiah sama dengan ) satu Qirat masing masing.

· Kemudian kalian dikaruniai al Quran dan kamu melaksanakannya sampai maghrib (matahari terbenam), maka kamu masing masing mendapatkan (sebuah hadiah) yang sama dengan dua Qirat.

· Atas hal itu, para ahli Kitab mengatakan, ‘Para Muslim ini melakukan kerja lebih sedikit dibanding kami, tapi mereka mendapat hadiah lebih besar.’ Allah berkata (kepada mereka) :

‘Apakah Aku menganiaya kalian dalam hal hak hak kalian?’ Mereka menjawab, “Tidak.” Kemudian Allah berkata, “Itu adalah barakah Ku yang Aku karuniakan kepada siapapun yang Aku kehendaki. ” [Sahih Bukhari] Tak seorangpun memandang kepada hal yang jelas, bila mencari kunci (atas sebuah rahasia). Kebanyakan jawaban memelototi wajah kita. Semoga Allah membimbing kita.

RAHASIA KEDUA BISMILLAH

Dengan berakhirnya dan selesainya pengiriman para Utusan, Muhammad dan ummatnya telah dianugerahi dengan (boleh) menyimpan ayat ini sampai dengan Hari Akhir. Mengapa?

· Bismillah adalah Kunci Ke Surga.

· Apakah Muhammad telah menemui semua Utusan Allah terdahulu di Langit ketika Malam Miraaj (Naik Ke Langit)? Dia melakukan itu.

· Mereka semua memiliki Kunci ke Surga. Mereka semua memiliki ayat Bismillah.

· Disebutkan dalam sebuah Hadits Utusan Allah mengatakan dia telah melihat empat sungai di surga dan sumber dari tiga sungai adalah tiga Miims  dalam Bismillah, dan

sumber satu sungai (lainnya) adalah huruf Ha  dalam nama AllaH .

· Nama Muhammad memiliki dua Meems yang nampak.

· Meem pertama adalah tunggal.

· Meem kedua disebutkan dua kali, pertama sebagai huruf tanpa huruf hidup (vowel atau aksen) dan kemudian dengan huruf hidup yang dikaitkan dengan huruf itu.

· Ini diisyaratkan oleh Shaddah (w) di atas Meem kedua dalam nama Muhammad .

· Dalam penulisan dan penghitungan hanya dua Meems yang nampak atau dihitung.

· Meem ketiga atau yang tersembunyi hanya terasa dalam pengucapan. Dari sini lah penekanan pada Zikr (atau penyebutan Nama Allah atau mengirimkan shalawat bagi Muhammad

lagi dan sekali lagi) di dalam al Quran.

· Dengan Zikr, Allah membangunkan potensi tersembunyi dari abdi Nya itu.

· Tiga Meems ini dalam nama Muhammad , darinya dua nampak dan ketiga tersembunyi, adalah cermin dari tiga Meems dalam Bismillah. · Allah menyuruh kita dalam al Quran untuk mencari tanda tanda.

HIKMAH AL QURAN

2 Kami menurunkan itu sebagai al Quran berbahasa Arab agar supaya kamu dapat mempelajari hikmah. [al Quran: Yusuf Surat 12]

Perhatikan ayat di atas tadi al Quran Arab agar supaya kamu belajar hikmah.
7 Sesungguhnya di dalam Yusuf dan saudara saudaranya terdapat tanda tanda bagi para Pencari (Kebenaran) [Quran: Yusuf Surat 12]

Perhatikan nama Surat, Yusuf .

· Apa yang pertama muncul dalam pikiran ketika nama Yusuf Rasul Allah disebutkan.

· Wajahnya yang tampan yang Allah karuniakan kepadanya.

· Kemejanya yang warna warni.

· Dilemparkan ke dasar sumur dan dijual sebagai budak.

· Menjaga dirinya tetap suci dari rayuan.

· Terpenjara untuk waktu tertentu.

· Dibebaskan (dari penjara) dan dikukuhkan (diangkat) sebagai pejabat dihadapan penguasa.

· Bakatnya untuk mentamsilkan arti mimpi.

Apakah hikmah yang disebutkan dalam ayat 2, dan bagaimana kita menghubungkannya dengan tanda tanda yang disebutkan dalam ayat 7?

Yusuf  tampan untuk dipandang.

· Begitu juga al Qurani bahasa Arab adalah sebuah Pesan yang nampak (visual) jika kita siap untuk mencari Pesan Pesan. Kemejanya berwarna warni, dan itu digunakan untuk menyembuhkan kebutaan ayahnya (Yaqub ).
· Kita orang Muslims memandang dengan mata buta kepada Pesan nampak (visual) dan spiritual al Quran dan hanya mengambil Pesan tersurat saja.

· Namun al Quran adalah sebuah Penyembuh dan Rahmat untuk mereka yang beriman.

· Yusuf  dilemparkan ke dalam dasar sumur dan dijual sebagai budak belian. Kita terkubur di dalam raga kita dan kita menjadi budak dari ide kita yang kaku (yang kita definisikan sendiri).

· Kita tidak memandang al Quran dengan pikiran terbuka.

· Yusuf  menjaga dirinya tetap murni dari bujukan/rayuan, kita kalah oleh rayuan dan bujukan, baik secara fisik atau spiritual dan menjadi tidak lagi suci. Kita tidak dapat menjaga jantung (kalbu) kita tetap bersih.

· Yusuf terpenjara untuk waktu tertentu dan kemudian dibebaskan dan ditetapkan / diangkat sebagai pejabat mulia dihadapan penguasa.

· Kita menjadi tawanan diri kasar (Nafs) kita dan shaytan, yang darinya kita harus membebaskan diri kita sendiri, (agar) dan mendapatkan tempat terhormat yang menjadi hak kita di hadapan / hadhirat Allah.

· Allah sangat pengampun. Yusuf  memiliki anugerah dari Allah mentafsir mimpi.

· Kita semua memiliki sebuah kualitas khusus yang dianugerahkan Allah bagi kita. Kita harus mencari tahu apa bakat kita yang tertinggi potensinya dan menggunakan itu untuk kebaikan sesama makluq.

BISMILLAH KUNCI KE SURGA

Kunci ke surga ditempatkan di ayat pertama sekali dalam al Quran dan kita tetap saja luput perhatian terhadapnya dari waktu ke waktu.

Beberapa pembaca akan mengatakan bahwa noktah dan aksen bukanlah bagian dari bahasa Arab (al Qur’an) aslinya. Itu memang benar.

· Noktah dan aksen (dialek) diperkenalkan oleh Khalifah Usman Ghani (ra). Dia adalah salah satu shahabat Muhammad . Para Shahabat Allah secara spiritual tercerahkan oleh kedekatan mereka kepada Nabi s.a.w..

· Usman Ghani (ra) tahu betul apa yang dia kerjakan.

· Dengan menambahkan noktah dan aksen, dia memperlihatkan beberapa rahasia bagi mereka yang memiliki pandangan (mata).

· Hanya mereka itulah yang akan melihat Pesan tersembunyi yang dibimbing Allah.

· Alasan jelas untuk menambahkan aksen dan noktah adalah sedemikian hingga setiap orang, di manapun berada di dunia ini dapat mengenali huruf dan membaca al Quran sebagaimana dia harusnya dibaca dengan ucapan yang benar.

· Ini adalah tekanan utama dalam masa kini.

· Bagaimana menyebutkan kata Arab secara benar, belum lagi tentang pemahaman tentang makna spiritual dari apa yang kita baca.

· Huruf yang membentuk kata kata adalah indikasi yang nampak dari sebuah pesan.

· Akhirnya ketika membaca al Quran, huruf yang tersembunyi akan menjadi muncul.

Setelah mengenali Alif – Allah adalah Sang Pencipta kita melalui tanda tanda dari makhluq Nya. Kemudian mengenali Meem – Muhammad adalah Rasul Allah .

Tahap terakhir adalah untuk mengenali Ba yang adalah diri kita sendiri.

Semua ini hadir di dalam ayat Bismillah. Kita perlu mengenali diri kita sendiri. Itu bukan karena Allah memerlukan shalat kita. Itu bukan karena Muhammad akan mendapatkan keuntungan dari doa (shalawat) kita . Bahkan sebaliknya, kita memerlukan shafa’at Nabi Muhammad pada Hari Pengadilan. Kita harus mengenali diri kita sendiri karena kita berhutang itu kepada diri kita sendiri dan bukan untuk siapapun lainnya. Kita telah dikirim oleh Allah sebagai Khalifah (wakil) Nya. Kita harus mencoba keras untuk mendapatkan posisi itu dihadapan Sang Maha Pengatur (Rabb) kita. Hanya Allah Maha Tahu yang terbaik.

NAMA ALLAH YANG DIAWALI DENGAN HURUF BA BISMILLAH HIR RAHMAN NIR RAHIIM

Al Baais – Maha Menghidupkan Kembali  (The Resurrector)

Al Baaqee – Maha Lestari  (The Everlasting)

Al Barree – Maha Perubah  (The Evolver)

Al Baasit – Maha Pengembang  (The Expander)

Al Baatin – Maha Tersembunyi  (The Hidden)

Al Badee – Maha Penemu  (The Originator)

Al Barr – Maha Sumber Kebaikan  (The Source of Goodness)

Al Basiir – Maha Melihat  (The Seeing)

Al Burhaan – Maha Bukti  (The Evident)

Salam bagi Muhammad, kaum Kerabat nya, dan Shahabat nya.

Kategori:Huruf
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.