Sejarah Terbentuknya Alam Raya Semesta

Apakah Alam Gaib itu benar adanya ?. Ini adalah pertanyaan amat mendasar, yang penting, sebagai awal pelajaran utama dalam rangka beriman pada yang Gaib.

Marilah kita sama-sama membuktikan :

1. Peristiwa gaib hampir setiap saat kami semua alami, tanpa kami sadari.

Sebagai misal :

Niat–Berpikir–Berkhayal, Melamun, Mimpi dan seterusnya,………

Pada potensi–normal, tersebutlah manusia itu dalam kondisi waras. Maksudnya inderanya pada posisi, bereaksi–interaksi dalam situasi dan kondisi di Alam–Nyata. Namun bila potensi itu volumenya berlebihan, maka tersebutlah manusia itu dalam kondisi abnormal atau gila.

Contoh: Orang berada di tengah-tengah gurun pasir, dalam keadaan lapar dan dahaga, sering melihat air dan makanan yang melimpah, tapi setelah didekati lokasi keberadaan air dan makanan tersebut, ternyata tidak ada !. Keadaan serupa ini disebut Kondisi –Fatamorgana.

2. Dalam posisi niat, berpikir dan melamun/mengkhayal, maka tanpa kita sadari kita telah memasuki dementie Alam Gaib. Niat yang menggerakkan element dan komponen pikir dan khayal, menelusuri gelombang-gelombang samudera Alam–Gaib, dengan tujuan ataupun tanpa tujuan, mencari dan membentur sasaran lokasi-lokasi jawaban.

3. Frekuensi/gelombang-gelombang radio, audio maupun video yang bereaksi dan beraksi, pada Pemancar yang kemudian ditangkap oleh alat radio, maupun yang termonitor dilayar kaca Televisi, juga bekerja secara gaib. Hanya saja sudah dikemas dalam paket Ilmu–Pengetahuan secara ilmiah, dan menjadi hiburan secara umum setiap saat, sehingga dikata bukan sesuatu yang gaib. Pada hal bekerjanya frekuensi-frekuensi itu sama sekali tidak terjangkau Pancaindera manusia. Baru terjangkau oleh indera manusia, setelah dirubah oleh alat penangkap Radio dan Televisi, dimana alat itu, memiliki kemampuan untuk merubah frekuensi tinggi, menjadi frekuensi yang disesuaikan dengan kemampuan pancaindera manusia untuk menjangkaunya. Baca selengkapnya…

Kategori:Informasi

Kitab Akhir Zaman

MALAIKAT atau DEWATA adalah.:

Perangkat tugas atau Staf Petugas TUHAN Semesta Alam, atau di Kitab WEDA mendapat julukan sebagai WIWASWAN, yang artinya TUHAN Seribu Matahari.
Sekalian MALAIKAT atau Para DEWATA, merupakan Pecahan dari MAHAN ke-18.

Berbadan Astral dari unsur “Cahaya diatas Cahaya” atau berbadan-kan “Nur fauka nur”.

Hidupnya tidak terikat oleh makanan, minuman dan napas.

Tidak ada sekat apapun yang dapat menghalangi kebebasan geraknya dan menembus benda apapun serta tak ada batas ruang baginya, kecuali sampai batasan “ Kulit BOLA- ALAM—RAYA-SEMESTA ” , maksudnya sekalian Malaikat atau Para Dewata, tak dapat keluar dari Gerbang Alam Raya-Semesta.

Tak ada istilah Laki-Laki atau Wanita , dsb., Maka disebut “DEWA” jika Malaikat tersebut bertugas pada makhluk-makhluk jenis Priya. Disebut “DEWI”, jika Malaikat tersebut bertugas pada makhluk-makhluk Jenis Wanita.Disebut DEWAI, bila bertugas pada kaum wadam.Disebut DEWIA, bila bertugas pada kaum lesbian.

Memiliki kecepatan gerak, jauh berlipat ganda melebihi kecepat cahaya diruang hampa udara dan dapat hanya dlm waktu sekejap tiba dilokasi yang dikehendakinya.

Berhubung tidak terikat oleh makanan- minuman- napas & nafsu berahi, maka jelas tak mempunyai Nafsu-Kotor sedikitpun, yang ada hanya NAFSU PENGABDIAN pada TUHAN Semesta Alam.

Pandangan dan pendengarannya tak ada apapun sekap yg sanggup menghalanginya. Baca selengkapnya…

Kategori:Informasi

Allah Azza wa Jalla berseru kepada hamba-Nya…!?

Allah Azza wa Jalla berseru kepada hamba-Nya…

Wahai hamba !
Engkau tidak memiliki sesuatu apapun
kecuali yang Aku kehendaki untuk menjadi milikmu.
Tidak juga engkau memiliki jiwamu, karena Akulah Penciptanya
Tidak pula engkau memilik jasadmu, karena Akulah yang Membentuknya
Hanya dengan pertolonganKu engkau dapat berdiri
dan hanya dengan kalimatKu engkau datang ke dunia ini.

Wahai hamba !
Katakanlah tiada Tuhan melainkan Allah
Kemudian tegak berdiri di jalan yang benar
Maka tiada tuhan melainkan Aku
Dan tiada pula wujud sebenarnya kecuali untukKu
Dan segala sesuatu yang selain daripadaKu
Adalah buatan tanganKu dari tiupan RuhKu Baca selengkapnya…

Kategori:Tasawuf

Kajian tembang Gundul Gundul Pacul ..!?

Lagu ” Gundul Gundul Pacul mempunyai filosofi yang dalam……..

Gundul gundul paculcul , gembelengan
Nyunggi nyunggi wakulkul, gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar…

Gundul adalah kepala plonthos tanpa rambut dan kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang, rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala maka gundul artinya kehormatan yang tanpa mahkota, sedangkan pacul adalah cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat pacul adalah lambang kawula rendah yang kebanyakan adalah petani.

Gundul pacul artinya bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mennyangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya. Baca selengkapnya…

Kajian tembang Cublak Cublak Suweng !?

Cublak cublak suweng

Suwenge tinggelenter

Mambu ketundung gudhel

Pak empong lera lere

Sopo ngunyu ndelek ake

Sir, sirpong dele kopong

Sir, sirpong dele kopong

Sopo ngguyu ndelek ake,…

Mungkin arti lagu tersebut adalah seperti ini :

cublak cublak suweng……
kata “cublak” adalah sebuah kata kebiasan atau idium yang digunakan untuk sebuah permainan saling tebak, sedang kata suweng artinya adalah hiasan telinga (bukan anting anting atau giwang) (ayo lah) bermain tebak tebakan (sebuah) informasi yang sangat penting”

Suwenge tinggelenter………..
Seperti diatas suweng artinya adalah sebuah informasi yang penting, tinggelenter artinya adalah banyak tersebar berserakan… jadi kalo digabungkan kedua kata tersebut ditemukan arti : “informasi penting (ini) (sebenarnya) tersebar disegala tempat.” Baca selengkapnya…

Kajian tembang Sluku Sluku Bathok !?

Sluku-sluku bathok

Bathoke ela-elo

Si Rama menyang Sala

Oleh-olehe payung motha

Mak jenthit lolo lobah

Wong mati ora obah

Nek obah medeni bocah

Nek urip goleka dhuwit.

Begitulah bunyi atau syair yang terdapat lagu “SLUKU-SLUKU BATHOK” kalo di lihat dari syairnya secara kata per kata hanya sekedar guyonan atau cuma kata-kata yang sering dijumpai di kehidupan sehari-hari, akan tetapi makna yang terkandung di dalamnya terdapat suatu ajaran yang sangat dalam sebagai petunjuk bagi kita semua untuk selalu ingat kepada yang Maha Kuasa (Allah SWT). Berikut ini artikel tentang makna yang terkandung di dalam lagu Sluku-Sluku Bathok seperti berikut ini: Baca selengkapnya…

Kajian tembang Lir ilir …. !?

Lir ilir lir ilir tandure woh sumilir

Tak ijo royo royo

Tak sengguh penganten anyar

Bocah angon bocah angon penekno blimbing kuwi

Lunyu lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro

Dodotiro dodotiro kumintir bedah ing pinggir

Dondomono jrumatono kanggo seba mengko sore

Mumpung padang rembulane

Mumpung jembar kalangane

Yo surak’0 surak hiyo….

Makna yang terkandung lagu di atas adalah sbb :

Lir-ilir, Lir-ilir…  (Bangunlah, bangunlah)
Tandure woh sumilir…  (Tanaman sudah bersemi)
Tak ijo royo-royo…  (Demikian menghijau)
Tak sengguh temanten anyar…  (Bagaikan pengantin baru)

Makna: Sebagai umat Islam kita diminta bangun. Bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas untuk lebih mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh Alloh dalam diri kita yang dalam ini dilambangkan dengan Tanaman yang mulai bersemi dan demikian menghijau. Terserah kepada kita, mau tetap tidur dan membiarkan tanaman iman kita mati atau bangun dan berjuang untuk menumbuhkan tanaman tersebut hingga besar dan mendapatkan kebahagiaan seperti bahagianya pengantin baru. Baca selengkapnya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.